Hal Yang MEnyakitkan Adalah Dia Bawa Bawa Nama Tuhan Untuk Kelakuannya Yang Tidak Manusiawi,, Apa Namanya Kalau Bukan Mirip Teroris ISIS ?
RAKYAT SOSMED - Dalam demo di Bawaslu kemarin, ada rekaman vlog seseorang yang secara terbuka mengancam akan memenggal kepala Jokowi. Lengkap dengan kalimat takbir seperti ciri-ciri ISIS.
Dari sekian banyak artikel atau tulisan Seword, mungkin baru di artikel ini saya ingin meminta tolong pada semua teman-teman pembaca, yang kenal dengan kepolisian, untuk bersama-sama melaporkan orang ini. Minta tolong segera ditangkap.
Bagaimanapun saya juga sudah melaporkannya. Teman-teman saya juga sudah melaporkan video lelaki berpeci hitam dan jaket coklat ini. tapi tetap kita perlu melapor bersama-sama, memviralkan, agar Polisi tahu bahwa kita tidak terima Jokowi dihina dan diancam seperti ini.
Kita tidak peduli orang ini sadar atau tidak dengan ucapannya. Kita juga tidak peduli dia nantinya akan meminta maaf atau mengharap belas kasihan. Yang perlu diketahui oleh Polri saat ini adalah, kita mayoritas masyarakat Indonesia, sebagai pemilih Jokowi, atas nama seluruh masyarakat Indonesia yang mengakui Jokowi sebagai Presiden, sangat-sangat tersinggung dan marah dengan ucapan bapak satu ini.
Kita mengakui bahwa di negara demokrasi, setiap orang bisa bebas bicara. Tapi soal ancaman kepada kepala negara, itu tidak masuk dalam kebebasan bicara. Maka dari itu, tidak ada alasan bagi Polri untuk tidak segera menangkap orang ini.
Seseorang boleh benci Jokowi. Boleh mengkritik dan nyinyir, silahkan. Tapi kalau sudah menyangkut ancaman pembunuhan, pemenggalan kepala, ini hal lain. Hal yang sangat serius dan harus segera ditindak.
Kita tidak peduli dengan alasan apapun yang melatar belakanginya. Yang kita tahu, Jokowi adalah Presiden Indonesia. Maka mengancam Presiden, berarti mengancam Indonesia.
Sekalipun orang ini bukan elit, bukan pula orang penting yang perlu kita tindak, tapi ucapannya benar-benar serius. Penangkapan dan penindakan segera adalah cermin bahwa Polri hadir dan betul-betul menjaga Presiden.
Kita tidak peduli sebanyak apapun orang-orang yang perlu ditangkap dan diadili. Kalau ada seratus, seratus orang kita tangkap. Kalau ada seribu, seribu orang kita tangkap. Tidak peduli berapapun jumlahnya, ancaman dan penghinaan tetaplah harus ditindak.
Negara tidak boleh kalah. Presiden punya marwah dan harga diri. Harga diri Presiden adalah harga diri masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Ini bukan tentang Jokowi sebagai pribadi, pun bukan tentang Pilpres ataupun pemilu, ini tentang Presiden Indonesia.
Saya memang marah. Dan rasanya saya tak pernah sekesal sekarang. Kamu mau tahu kenapa saya marah? Karena saya memilih Jokowi, karena saya mengakui Jokowi sebagai Presiden Indonesia. Maka jika ada orang menghina, atau mengancam Presiden, itu sama saja menghina dan mengancam saya.
Dengan rekaman video yang sudah sangat jelas, tidak ada alasan bagi Polri untuk tidak menindak dan menangkap sesegera mungkin.
Selain itu, saya ingin berpesan kepada para pendukung Prabowo. Lihatlah kami, lihatlah para pendukung Jokowi. Kita sering berbeda pendapat, berbeda dalam banyak hal, termasuk pilihan. Tapi kalau sudah soal ancaman nyawa, ini bukan lagi soal beda pendapat.
Bagaimanapun Jokowi Amin sudah dipastikan menang. Selisih real count hari ini mencapai 14.5 juta suara, sudah 76 persen suara masuk. Jadi mustahil Prabowo mau mengejar ketertinggalan dengan cara apapun. Jadi Jokowi bukan sekedar Presiden sampai Oktober 2019, melainkan sampai 2024.
Lima tahun bisa lama, bisa sebentar. Terserah kalian mau menjalaninya dengan cara apa. Tapi pesan saya, jangan sampai kalian menghina atau mengancam pembunuhan terhadap Presiden seperti yang dilakukan oleh lelaki jaket coklat itu. Karena TNI, Polri dan kami selalu siap bersama-sama Presiden Jokowi.
Kalian sudah pernah lihat pendukung Jokowi hadir dari bundaran HI hingga GBK penuh mengenakan kaos putih, dalam kampanye akbar terakhir. Jadi jangan dikira cuma kalian yang bisa berkumpul dalam jumlah banyak. Jangan berpikir kalian bisa semena-mena.
Kami selalu sabar. Kami memang sering diam. Karena kami punya pekerjaan yang cukup banyak, tak punya banyak waktu seperti kalian untuk hadir di reuni-reunian demo. Tapi ingatlah, bahwa kami adalah mayoritas masyarakat Indonesia. Jadi tolong sadari dan pahami itu. Semoga itu membantu kalian untuk tidak norak dan seenaknya main ancam. Begitulah kura-kura.
TERCYDUK yg nantangin mau penggal kepala Presiden tunggu video selanjutnya 👍🏻👍🏻 pic.twitter.com/13azCscdKL
— Capres Abadi (@P3nj3l4j4h) May 11, 2019
ini sudah TERORIS.. WAJIB PASAL TERORISME yang dikenakan - bukan penghinaan dan lain lain.— SUARASOSMED (@suarasosmed) May 11, 2019
- [message]
- [👀 SUMBER BERITA Dan Judul Asli .]
- [Judul Asli ► Sumber Berita ► 👀👉 ]

COMMENTS