Selama perkaderan berlangsung peserta disuguhi materi dan pemateri yang kompeten di bidangnya. Semua kader berbaur menjadi satu dari berbagai daerah Manado, Banjarmasin, Balikpapan, Palembang, Bandung dll.
RAKYAT SOSMED - SURABAYA - Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) kota Surabaya menyelenggarakan Darul Arqam Madya (DAM) selama enam hari. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jalan Wuni No.9 Surabaya.
Perkaderan yang diikuti oleh 30 peserta tersebut merupakan utusan kader dari seluruh wilayah Indonesia yang telah melewati proses seleksi yang panjang.
Selama perkaderan berlangsung peserta disuguhi materi dan pemateri yang kompeten di bidangnya. Semua kader berbaur menjadi satu dari berbagai daerah Manado, Banjarmasin, Balikpapan, Palembang, Bandung dll.
Menurut Ketua Umum PC IMM Surabaya M. Firdaus Su’udi mengatakan, DAM merupakan sebagai bentuk kesadaraan betapa pentingnya perkaderan untuk keberlanjutan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) secara khusus dan Muhammadiyah pada umumnya.
“Perkaderan yang mengambil tema, ‘Reorientasi Pemikiran dan Pergerakan Teologi Al Maun di Era Revolusi Industri 4.0’, sebagai upaya IMM untuk turut berkontribusi positif dalam bangsa mengikuti perkembangan-perkembangan zaman yang semakin global,” tegasnya. Minggu, (28/4/2019).
Lanjut pria yang disapa akrab Daus ini juga mengatakan, teologi Al Maun pondasi pemikiran dan pergerakan Muhammadiyah memiliki tiga pokok dalam merespon persoalan sosial, pendidikan dan kesehatan masyarakat.
“Satu dari berbagai aspek yang mempengaruhi sektor tersebut akan mempengaruhi sektor-sektor yang lain yaitu revolusi industri 4.0. Ikatan mahasiswa muhammadiyah yang merupakan bagian dari perserikatan Muhammadiyah tentunya tak boleh buta akan hal ini,” pungkasnya.
Daus berharap, dengan acara DAM yang berlangsung selama 6 hari, kader dapat memahami tentang teologi Al maun secara pemikiran dan gerakan di era Revolusi Industri 4.0.
“Saya juga berharap, peserta DAM harus berkiprah dan berkontribusi sesuai bidangnya masing-masing dalam memajukan periode kepengurusan saat ini,” harap Daus.
Terakhir, ia menuturkan bahwa, kader yang memiliki kesadaran serta kepekaan kondisi zaman, akan mampu menuju arah perubahan yang lebih dinamis, salah satunya melalui revolusi industri yang sedang berlangsung.
“Untuk menjadikan Indonesia lebih baik versi IMM, maka bisa dimulai dengan mengoptimalkan bidang-bidang yang ada dalam struktur IMM yang harapannya akan memiliki dampak yang luar biasa dalam menjawab tantangan-tantangan di masanya,” tutupnya. (ari)
- [message]
- [👀 SUMBER BERITA Dan Judul Asli .]
- [Judul Asli ► Sumber Berita ► 👀👉 ]


COMMENTS