Ratusan warga dan sejumlah anggota organisasi kemasyarakatan (ormas) menghadang petugas yang ingin menurunkan baliho pasangan calon presiden (capres) 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang terpasang di dekat pintu masuk Perumahan Limuspratama, Desa Limusnuggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Senin (29/4/2019).
RAKYAT SOSMED - Ratusan warga dan sejumlah anggota organisasi kemasyarakatan (ormas) menghadang petugas yang ingin menurunkan baliho pasangan calon presiden (capres) 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang terpasang di dekat pintu masuk Perumahan Limuspratama, Desa Limusnuggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Senin (29/4/2019).
Informasi yang diterima radarbogor.id, petugas yang ingin menurunkan baliho berukuran besar Capres 02 itu menggunakan mobil pemadam kebakaran (Damkar) dari Kabupaten Bogor, namun langsung dihalau massa. Dalam aksi penolakannya, massa menggunakan alat pengeras suara. Berkali-kali terdengar teriakan takbir dari kerumunan massa.
“Bukan masalah balihonya pak Kapolres. Bukan masalah balihonya pak Kapolsek. Ini masalah suara rakyat. Bukan ini ucapat selamat kemenangan, tapi ini ucapan terimakasih kepada warga Cileungsi yang memilih bapak Prabowo-Sandi,” ucap orator dari Fron Pembela Islam (FPI).
Pengurus FPI yang juga anggota relawan pendukung Prabowo-Sandi, Ustadz Fuji yang ikut mendampingi ratusan massa mengatakan, mereka mempertanyakan alasan petugas menurunkan baliho Capres 02, Prabowo Subianto tersebut.
Dia mengatakan, dalam baliho yang terpampang gambar Prabowo-Sandiaga Uno itu memang tertulis ucapan terima kasih kepada masyarakat Cileungsi yang telah memilih Capres 02 pada Pemilu 2019 lalu.
“Menurut kami, tidak ada aturan yang dilanggar dalam pemasangan baliho itu. Begitu juga tulisan di dalamnya, kami sebagai pendukung hanya mengucapkan terima kasih pada masyarakat Cileungsi yang sebagian besar memilih Prabowo-Sandi,” ujarnya kepada Radar Bogor.
Dia mengatakan, dari hasil perhitungan sementara, Capres 02 memang menang telak di Cileungsi, yakni hampir 70 persen. “Hingga sore ini masyarakat tetap bertahan agar baliho itu tidak diturunkan,” tegasnya.
Sementara itu Kapolsek Cileungsi, Kompol Asep Fajar bersama anggotanya masih berusaha menenangkan massa di lokasi. “Sebentar-sebentar,” ujarnya ketika dikonfirmasi kepada Radar Bogor. Hingga saat ini, aksi massa dan upaya penurunan baliho masih berlangsung.
- [message]
- [👀 SUMBER BERITA Dan Judul Asli .]
- [Judul Asli ► Sumber Berita ► 👀👉 ]


COMMENTS