Ada Apa Dengan Tokopediacare.. Apa Salah Switch Akun Pribadi Ya ??
RAKYAT SOSMED - Salah satu buzzer Prabowo-Sandi membuat cuitan dari berita Detik.com soal pernyataan Gerindra yang bertekad untuk memulangkan Pak Jokowi ke Solo. Si CakKhum membuat cuitan seperti ini di akun Twitternya dengan mencantumkan link dari Detik.com:
*Kita tes nih yang ingin pulangkan JKW ke Solo Retweet, kalau tembus 10 ribu Retweet Insya Allah lancar perjalanannya ke Solo. #17AprilGoodByeJokowi@CakKhum
Nah, sebelum cuitan itu tembus 10 ribu alais masih di posisi 8000-an, si admin Twitter TokopediaCare@Tokopediacare ikutan membuat retweet dari cuitan CakKhum di atas. Beberapa netizen yang mengamati retweet TokopediaCare langsung mengcapturenya dan menampilkannya di Twitter. Dia berkomentar secara bijak:
Seharusnya engga sih, Ini pasti admin yang lupa switch ke akun pribadinya, gw mah bodo amat adminnya mau dukung siapa, tapi SOPnya jelas rasanya, e commerce masak berpolitik, penggunanya kan ada berbagai macam pemilih politik@nggggggg
Salah satu akun Twitter yang merespon cuitan di atas nampaknya netral, dia hanya mempertanyakan mengapa akun resmi itu malah berbuat seperti itu :
Ga tau makanya gua nanya. gua juga ga tau, boleh ga sih misalnya gua punya perusahaan gede kaya tokopedia, trus terang-terangan dukung salah satu paslon ini. Gimana? Asli gua juga ga paham@Rinnnnnn.
Retweet dari TokopediaCare itu tampaknya sudah dihapus tapi jejak digial sudah kadung terekam. Para netizen mulai gerah dan mereka mengkritisi serta meminta klarifikasi dari Tokopedia.
Halo halo @tokopedia tolong kayaknya ada virus wowo di sistem ANDA... saya pelanggan tetap banyak transaksi... Ini termasuk keluhan pelanggan@kivvvvvvvv
@tokopedia mau tagar #uninstalltoped atau bintang satu di playstore atas kelakuan admin @TokopediaCare ?? Bilang aja terus terang@Bannnnnnnn
Ada juga netizen yang berpendapat bahwa itu ulah adminnya:
Salah om, itu si mimin menggunakan acc resmi @TokopediaCare untuk meretweet cak kum, artinya dia menyalahgunakan pekerjaannya sbg mimin utk keperluan preferensi politik pribadinya@Ambbbbb
Hayo, Tokopediacare, kalau Anda care, silakan dong tolong merespon karena sudah disentil netizen tapi masih belum mengeluarkan klarifikasi soal retweet dari admin Anda di Tokopediacare.
Penulis setuju dengan ekspresi bijak dari netizen di atas yang menyayangkan mengapa akun resmi online shopping raksasa di Indonesia ikut-ikutan latah untuk berpolitik. Pelangganmu kan banyak, dan akun komersial jangan ditunggangi oleh cuitan yang juga bernada provokatif.
Kalau urusan pilihan dari para admin pribadi itu sah-sah saja tapi ekspresikan ke akun pribadi. Tokopedia harus turun tangan karena ini sangat sensisitf, nanti kalau netizen bereaksi kayak ke BukaLapak, mau?
Kesalahan fatal dari si admin ini justru akan menyeret Tokopedia ke ranah politik. Pemilik Tokopedia pasti tidak ingin akun medsosnya apalagi yang menjadi akun resmi yang merespon pelanggannya jadi partisan atau memihak ke salah satu calon.
Persoalan terbesarnya adalah cuitan dari CakKhum itu sangat provokatif. Lihat saja kalimat yang nadanya penuh dengan arogansi dan pelecehan. Lewat cuitan itu si CakKhum menunjukkan kedunguannya yang hakiki:
Pertama, adalah kebodohan yang sangat hakiki ketika mengklaim dengan retweet yang menembus 10 ribu maka bisa memulangkan Pak Jokowi ke Solo. Buzzer Pak Prabowo-Sandi ini logikanya kayak anak SD kelas 1 yang naif dan tolol.
Gabungan antara halusinasi dan mimpi di siang hari. Mana ada retweet yang model begituan bisa menentukan hasil Pilpres sebelum waktunya. Tapi sing waras memang nggak ada di kubu 02, kalaupun ada jumlahnya kecil.
Kedua, model seperti CakKhum ini memang hidup dalam dunia maya. Selalu mengklaim kemenangan demi kemenangan di dunia maya. Padahal dalam dunia nyata sebenarnya selalu kalah dan nyungsep!
Adalah CakKhum ini juga yang pernah membuat klaim offside, dengan memposting foto penyambutan Prabowo di akun Twitternya maka dia menyatakan : Pilpres sudah selesai! CakKhum ini benar-benar tololnya nggak ketulungan. Polling di Twitter juga kebanyakan dimenangkan mereka dengan mengerahkan para akun robot.
Pilpres aja belum. Polanya sudah terbaca, mengklaim sudah memang duluan, nanti pas Pilpres dan hasil penghitungan suara belum final pun mereka juga sudah sujud syukur dan joget serta jingkrak-jingkrak seperti kuda Prabowo yang lepas kandang.
Pada akhirnya begitu penghitungan resmi muncul maka mereka akan protes dan guling-guling berteriak sembari meradang,”Curang, curang!”. Bukankah saat ini mereka sudah mulai menggaungkan soal itu sampai timbul tagar ingin meminta bantuan PBB untuk menjadi pengamat dalam Pemilu. Siap-siap ya CakKhum untuk mengkem kalau pilihanmu kalah! Jangan ngeles lagi dan produksi fitnah Prabowo jadi capres abadih!
- [message]
- [👀 SUMBER BERITA Dan Judul Asli .]
- [Judul Asli ► Sumber Berita ► 👀👉 ]

COMMENTS