Siapakah Lawan Jokowi Sebenarnya ??
RAKYAT SOSMED - Jika kita bertanya mengapa Jokowi ada yang memusuhi, dengan berbagai ejekan, meme, ujaran kebencian, fitnah? Pertanyaan itu seyogyanya ditambah; Siapa yang memusuhi? Siapa yang tak suka, bahkan takut pada Jokowi? Apa yang sesungguhnya dimusuhi, dan mengapa?
Meskipun tentu pertanyaan itu intinya pada; Siapa, atau mungkin apa, itu Jokowi? Ungkapan klasik kita, tak kenal maka tak sayang. Meski kemudian berkembang kenyataan masa kini, tak sayang maka ngapain kenal, dan apalagi kenalan? Sikap kuper warisan dari salah didik masa lalu.
Jokowi bukannya anti-mainstream. Ia bagian dari arus besar masa kini, yang menjadi mainstream. Yakni perubahan global bernama conectivity. Namun daya akselerasi kita yang parah, karena dikungkung soehartoisme lebih 30 tahun (bahkan setengah abad kini), menjadikan sebagian masyarakat kita, termasuk mereka yang kaya dan pintar, merasa jengah. Resah dan gelisah membuncah-cah-cah-cah.
Sampai di puncak mana kebesaran (ketokohan, atau kehadiran) seseorang, bisa kita lihat siapa musuh-musuhnya. Jika yang semangat menyingkirkan sekelas Amien Rais, dengan segala reputasi masa lalu juga kawan-kawan kelompoknya sejenis Rizal Ramli, Hidayat Nur Wahid, Riziq Shihab, Tengkuzul, Rocky Gerung, atau sebut saja seperti Prabowo, Tommy Soeharto, bahkan PM Singapore, PM Australia, atau Presiden AS sekali pun, bagaimana bisa menyebut Jokowi boneka? Boneka siapa?
Mereka sedang menegasi ketakutannya sendiri! Jokowi antitesa yang dibawa perubahan jaman, ketika modernitas dan bahasa komunikasi abad digital menyadari kesalahan generasi analog. Daya akselerasi yang lemot, masih terjebak ukuran verbal, tak mampu memahaminya. Padahal sudah berjalan empat tahun lebih, sejak kekalahan Prabowo pada Pilpres 2014. Meski isyarat sudah muncul 2004, ketika Jokowi menjadi Walikota Solo, yang pada periode kedua terpilih di atas 90 persen, bahkan dengan predikat Walikota Terbaik Dunia.Merinding mendengar kesaksian seorang nenek yang mengaku diberi uang sebesar Rp 500.000, karena berfoto bersama Prabowo di atas panggung pic.twitter.com/fBYqKdQFoM— Habib Think (@habibthink) March 27, 2019
Karena rakyat jenuh dengan kebohongan elite politik. Sederhana saja. Kini mereka tahu, subsidi BBM hanya menguntungkan yang punya banyak kendaraan bermotor. Yang hanya punya sepeda onthel, bijimana? Begitu juga rakyat kecil tahu, penghapusan pajak hanyalah kenikmatan bagi yang kaya-raya, apalagi punya simpenan di luar negeri.
Mereka yang menjadi kejumudan masa lalu, memang jengah dengan Jokowi. Tapi mereka tak punya kemampuan melawan. Gengsi bergabung untuk perubahan, mereka milih ganti kostum, termasuk ASN recehan atau mak-emak yang rela dihina Tengkuzul disuruh pasrah. Kawin suntik massal, atau kawin silang model mereka ini, memang aneh. Kalau gagal disuntik, dikawinkan silang, atau dikawin paksa demi capres abal-abal. Mirip pesulap kaki lima, main gertak duluan. Gitu digertak balik, langkah kakinya bukan lima, tapi jadi langkah seribu. Mau nglaporin Pilpres ke PBB segala, yang didatengin markas PBB Yusril (yang meski berkoalisi ke Jokowi kayaknya tetep ambles juga). Lemes deh.
Sumber: FB Sunardian Wirodono
- [message]
- [👀 SUMBER BERITA Dan Judul Asli .]
- [Judul Asli ► Sumber Berita ► 👀👉 Siapa Musuh Jokowi? | The Truly Islam ]

COMMENTS