BOOMING ,,, Model Vincentia Tiffani Blak Blakan Bicara Soal Kampanye 02
RAKYAT SOSMED - Nama Vincentia Tiffani tiba-tiba terkenal dan menjadi bahasan cukup panjang di media sosial setelah pernyataan kontroversialnya dirilis berbagai media mainstream. Dalam acara kampanye Cawapres 02 yang digelar di Kabupaten Sleman, Yogyakarta beberapa waktu lalu, Mahasiswi Atma Jaya itu mengajukan permintaan untuk dinikahi Sandi dan menyatakan rela menjadi istri kedua.
"Boleh nggak Pak saya jadi istri kedua bapak. Tapi dijawab ya Pak ya, bener, demi saya Pak. Trus kalau bisa sama alasannya ya Pak ya," tanya Tiffani yang sebelumnya diawali dengan memuja-muji sosok Sandi.
Tak lama setelah acara tersebut usai digelar, pernyataan Tiffani yang masih berusia dua puluh tahun itupun menjadi bahasan di berbagai media sosial yang merujuk pada rilis berita media mainstream. Akibatnya, perempuan muda tersebut merasa risih dan terganggu. Karier, kuliah, dan aktivitasnya semua terganggu. Karenanya Tiffani pun memutuskan untuk menceritakan sebab-musabab hingga dirinya ada di acara tersebut dan mengeluarkan pernyataan kontroversial.
"Saya dimintain tolong sama panitia untuk menanya bagaimana kalau saya menjadi istri kedua Bapak Sandiaga Uno. Kesannya seperti beneran ya. Tapi di situ saya sebenarnya adalah bercanda," kata Tiffani dalam video yang diunggahnya di akun Instagram @vincentiatiffani seperti dirilis detikcom, Rabu 27 Maret 2019.
Tiffani mengaku hadir di acara tersebut karena diundang penyelenggara. Begitupun pengajuan untuk dinikahi Sandi dan menjadi istri kedua yang ia kemukakan adalah juga permintaan dari panitia acara dengan alasan untuk meramaikan suasana, sekaligus sebagai perwakilan dari kalangan milenial.
Menyaksikan klarifikasi yang disampaikan Tiffani dalam video yang dirilisnya di Instagram, ada beberapa hal yang cukup menarik perhatian terkait kebiasaan Cawapres 02 dalam berbagai kampanyenya yang kedapatan melakukan kebohongan publik hingga muncul diksi 'Sandiwara Uno'. Diksi tersebut muncul dan mencuat akibat kekesalan sekaligus bentuk kritik masyarakat khususnya Netizen yang merasa seringkali dibohongi oleh Sandi dalam kampanyenya.
Dalam kasus Tiffani yang mengajukan permintaan untuk dijadikan istri kedua Sandi inipun sebenarnya tak jauh beda dengan Sandiwara kampanye Sandi sebelum-sebelumnya. Subkhan, pria yang mengaku sebagai petani bawang di Brebes dan melakukan dialog langsung dengan sandi di acara kampanye sempat pula jadi bahan perbincangan masyarakat dan disebut melakukan Sandiwara bersama Sandi. Belakangan, pria itupun ketahuan sebagai mantan anggota KPU Kabupaten Brebes, dan terakhir ia dikabarkan berurusan dengan polisi karena diduga melakukan penganiayaan pada seorang kakek berusia enam puluh tahun.
Kemudian ada pula cerita Ilyas Daeng Ila, pria berusia 54 tahun yang tiba-tiba mendatangi Sandi saat berkunjung ke Makassar Sulawesi Selatan dengan telanjang dada dan berlumpur di bagian depannya. Aksi Ilyas itupun pada akhirnya dinilai sebagai Sandiwara yang sengaja dibuat atau disetting sedemikian rupa agar tampak seperti sebenarnya, sebab berbagai bukti kemudian terungkap di belakang hari.
Maling teriak Maling. nuduh massa 01 bayaran, rupanya massa 02 yg bayaran. nuduh massa 01 nasbung ternyata 02 yg nasbung. 25rb per orang 😁 pantesan 212 bisa bludak, cuma 25rb 🤣 RT kerass— youtube: Permadi Arya TV (@permadiaktivis) March 26, 2019
tag korlap panasbung:@marierteman @ustadtengkuzul @Dahnilanzar @Ferdinand_Haean @AkunTofa pic.twitter.com/aVz1JWgjxq
Kembali pada kisah Tiffani yang ujug-ujug menyampaikan keinginan dinikahi Sandi dan bersedia menjadi istri kedua. Klarifikasi yang dibuat langsung dan dipublikasikan dara belia itu di akun Instagramnya cukup membuktikan adanya rekayasa atau Sandiwara dalam kampanye yang dilakukan Sandi.
Seperti kata Tiffani sendiri bahwa panitia acaralah yang mempunyai ide dan memintanya menyatakan pernyataan kontroversial. Meski hanya beralasan untuk menghidupkan suasana acara, tapi sekelas panitia acara yang dihadiri Cawapres tentu tak berhenti sampai di tujuan menghidupkan acara. Di dalamnya dimungkinkan ada strategi komunikasi dengan ending meraih simpati dan dukungan masyarakat di Pilpres. Sebab bagaimanapun agenda Sandi adalah kampanye.
Dalam kaitannya dengan strategi komunikasi untuk meraih simpati dan dukungan masyarakat, tentu saja panitia acara sudah melakukan komunikasi langsung dengan Sandi selaku tokoh yang dipromosikan. Dan disinilah kemungkinan besar Sandiwara (Uno) kembali dimainkan.
Miris memang, Tapi begitulah faktanya. Karena untuk meraih simpati dan dukungan, masyarakat harus terus menerus disajikan kebohongan yang dibungkus dengan citra tampan, kaya, baik, bagus, lucu, merakyat, serta polesan positif lainnya dari seorang Cawapres bernama Sandiaga Uno. Dan lagi-lagi, melalui pernyataan dan sosok cantik Tiffani yang menginginkan menjadi istri kedua Sandi, Sandiwara Uno kembali digelar. Bagaimana, menarik tidak Sandiwaranya?
Mahasiswi yang minta jadi istri kedua Sandiaga Uno ini ternyata berdasar permintaan panitia kampanye. pic.twitter.com/3PyE46kO8D— Aprilia (@ApriliaLin) March 27, 2019
- [message]
- [👀 SUMBER BERITA Dan Judul Asli .]
- [Judul Asli ► Sumber Berita ► 👀👉 ]

COMMENTS