Loading...

Jangan Biarkan Ekstremisme Membesar !! Ini Bahaya Nyatanya

”Jangan biarkan paham ekstremisme merasuki kaum muda,” pesannya.


RAKYAT SOSMED - Tawfiq Ramadan al-Bouti (70), Ketua Umum Persatuan Ulama Bilad Syam (Suriah), mengunjungi Indonesia. Dia menceritakan bagaimana negerinya berantakan akibat perang. Indonesia diharapkan terus menjaga perdamaian dan tidak dilanda konflik. ”Jangan biarkan paham ekstremisme merasuki kaum muda,” pesannya.

Kami menemui Tawfiq di satu hotel di Jakarta, Minggu (3/3/2019). Dia mengenakan setelan jas dan peci gelap khas Nusantara. Di luar, hujan mengguyur deras. Di dalam kamar hotel, tempat kami ngobrol, suasana hangat. Guru Besar Damascus University itu ramah. Wajahnya teduh, suaranya lembut.

Tawfiq sering mengunjungi Indonesia. Pertama kali melihat Indonesia secara langsung 15 tahun silam, dan setelah itu, dia kerap datang ke negeri ini. Bukan hanya Pulau Jawa, dia juga sempat menyambangi pulau-pulau lain di Nusantara. ”Bagi saya, Indonesia adalah negara kedua. Saya memuji kepada Allah SWT karena saya serasa di negara sendiri,” katanya.

Akhir Februari 2019, dia diundang untuk menghadiri Munas Alim Ulama oleh Nahdlatul Ulama (NU) di Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar, Kota Banjar, Jawa Barat. Lepas dari acara itu, dia berceramah di beberapa tempat lain. Dia kerap menceritakan perang di Suriah dengan harapan agar negara-negara lain tak mengalami hal serupa.

REUTERS/ERIK DE CASTRO
Seorang anggota milisi Pasukan Demokratik Suriah berdiri di tengah reruntuhan puing-puing bekas pertempuran di Raqqa, Suriah, Rabu (18/10/2017).
Bagaimana awal mula perang di Suriah?

Dulu, kami punya pengalaman hidup bersama, berwarna-warni, dari kelompok beragam. Di salah satu distrik di Damaskus, ada kelompok Sunni, Syiah, Yahudi, Kristen Orthodox, Kristen Protestan, dan Kristen Katolik yang hidup dalam satu flat. Kami tidak merasakan gesekan.

Di samping distrik kami, Ruknuddin, terdapat distrik bernama Zainal Abidin (yang dihuni kelompok Syiah). Mereka hidup bersama kami, bahkan kadang terjadi hubungan pernikahan. Di Damaskus terdapat distrik bernama Al-Amin yang dihuni orang-orang Syiah. Juga di wilayah al-Midan ada distrik bernama Al-Jorah.

Persentase Syiah sedikit, tapi mereka benar-benar ada dan hidup bersama kita. Kita juga sering berbisnis atau membuat proyek bersama. Itu adalah hal yang lumrah.

Kemudian, tahun 2000, Bashar al-Assad dilantik menjadi presiden (Suriah). Dia membuat terobosan ekonomi dan membuka kampus-kampus swasta. Ini keterbukaan yang positif.

Namun, wilayah regional mengalami krisis, dipertaruhkan dari intervensi internasional. Ada perang Ghaza, perang di Lebanon Selatan, dan perang Irak. Rakyat Libya berperang antar-sesama, kekayaan negerinya dikuasai Eropa. Tunisia berusaha menjadi negara bebas, tetapi malah tidak terkontrol. Mesir hampir saja dilanda perang saudara saat transisi antara Presiden Al-Sisi dan Al-Mursi. Yaman sekarang tidak seperti dulu.

Suriah menjadi target berikutnya karena berbatasan langsung dan mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina. Mereka ingin memecah Suriah sehingga memudahkan dominasi Israel.

Apa pemicu perang?



Perang diawali dari fitnah yang membenturkan antara Alawiyah dan Sunni, antara Syiah dan Sunni, antara Muslim dan Kristiani. Masyarakat diprovokasi agar menuntut perbaikan, kebebasan, kemudian menurunkan rezim. Kelompok Kurdi juga didorong untuk memberontak.

Lalu, milisi asing dari semua belahan dunia masuk ke Suriah. Ada Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS) dan Jabhah al-Nusra yang terkait dengan Al Qaeda, ciptaan Amerika Serikat. Hillary Clinton pernah mengakui bahwa Amerika-lah yang menciptakan Al Qaeda. Al-Nusra mendapat sokongan senjata dari Israel.

Banyak negara mengirimkan dana dan senjata ke Suriah. Negeri kami menjadi medan latihan tempur. Damaskus dikepung dari berbagai sisi.

Ini jelas upaya Amerika dan Israel untuk memecah belah negeri kami. Di Irak, mereka mampu mewujudkan rencana itu, tetapi di Suriah mereka tidak mungkin bisa melakukan hal serupa.

Banyak kelompok Muslim ke Suriah untuk perang yang diklaim atas nama Islam. Benarkah demikian?

Mereka yang datang itu tidak mengerti Islam. Banyak perempuan asing ke Suriah untuk menjadi istri para mujahid dan menganggap tindakan itu berpahala. Satu orang menggaulinya, lalu satu lagi, lalu satu lagi, apakah itu bagian dari ajaran Islam? Tentu bukan.

Sebagian besar mereka akhirnya menyadari kesalahannya. Banyak anggota NIIS sadar, pergi ke Turki, dan meninggalkan senjata. Mereka korban penipuan, seolah jihad di Suriah akan membawa mereka masuk surga.

Ayah Anda, M Said Ramadan al-Bouti, dibunuh saat perang (tahun 2013). Bagaimana sikap Anda?

Dia meninggal dalam syahid, spiritnya hidup. Dia menyerukan penghentian fitnah, pertumpahan darah, dan meletupkan senjata di antara militer dan milisi bersenjata. Diingatkan, negara tanpa pemerintah akan hancur. Pesan itu berpengaruh positif.

Dia ilmuwan dan ulama bereputasi internasional yang bisa berbicara dengan semua kelompok. Seruan perdamaian Al-Bouti dianggap mengganggu skenario perang sehingga dia dibunuh.

Beliau tidak hanya mempunyai peran dalam meredam konflik Suriah, tetapi juga memadamkan api konflik di Aljazair. Karena itu, beliau merupakan ancaman nyata atas kesuksesan skenario musuh. Al-Bouti sangat disegani, bahkan menjadi rujukan utama dalam dunia Islam, karena memiliki ilmu yang dalam dan luas.

Al-Bouti menempatkan dialog untuk menjembatani beliau dengan orang-orang yang tidak sependapat dari berbagai kalangan. Kata Al-Bouti, dengarkan apa yang akan aku katakan dan aku akan mendengarkan apa yang akan kamu katakan.

Ini jelas-jelas sangat berbahaya menurut kacamata penulis skenario konflik. Mereka tidak ingin terjadi dialog yang mengedepankan akal sehat. Akal sehat tidak punya tempat dalam konflik Suriah saat itu.

Menyuarakan hal serupa, apakah Anda juga terancam?

Ya, mereka juga mengincar saya, tapi kandas.

Sudah berlangganan? Silakan Masuk
Konten Premium, Independen
Cari tahu semua konten seputar Pemilu dan dapatkan harga khusus mulai dari Rp20.000 per bulan.

LANGGANAN SEKARANG
Bagaimana kondisi Suriah sekarang?

Suriah membaik. Masih ada kelompok-kelompok musuh dengan persenjataan di Idlib (Suriah barat laut). Tapi, kekuatan mereka akan berakhir. Banyak tantangan, tapi stabilitas keamanan membaik. Para mahasiswa belajar lebih tenang, masyarakat mulai kembali hidup normal.

Kami menyadari, ekstremisme tidak memberikan manfaat apa-apa, kecuali kehancuran. Kami membangun kembali negeri kami, rumah-rumah yang hancur, dan sumber daya manusia.

Kami menyadari, ekstremisme tidak memberikan manfaat apa-apa, kecuali kehancuran.

Pelajaran dari perang




Tawfiq menyaksikan perang mereproduksi kekerasan yang merusak. Aleppo (salah satu kota di Suriah), misalnya, dibombardir oleh kebrutalan para teroris. Semua hal di kota itu dihancurkan, seperti masjid, pasar, bahkan Benteng Aleppo yang bersejarah. Penduduk melarikan diri.

Belajar dari perang di Suriah, apa pesan Anda untuk bangsa Indonesia agar bisa mencegah konflik serupa?

Pertama, jangan biarkan paham ekstremisme merasuki kaum muda. Kelompok ekstremis berusaha menularkan gagasannya kepada masyarakat. Kita mesti mengembangkan ajaran Islam yang benar dan sesuai pesan Allah, umat Islam yang moderat. Gunakan dialog, bertukar argumentasi. Jangan ambil jalan kekerasan.

Kedua, jangan berlebih-lebihan dalam beragama. Ketiga, jika kita mempelajari keilmuan Islam secara benar, tidak mungkin terjadi perpecahan. Jadi, masyarakat disadarkan akan pemahaman yang benar, persatuan, keadilan, dan menjauhi ekstremisme dan berlebihan dalam beragama.

Apa tanda paham ekstremisme itu?

Mereka menginginkan kelompok di luar Islam dibunuh. Padahal, di Madinah, Nabi Muhammad melindungi semua kelompok, termasuk non-Muslim. Jika kelompok mereka tidak memerangi kita, boleh berhubungan baik dengannya. Perang untuk membela diri dari kelompok penyerang.

Nabi tidak memaksa orang masuk Islam. Penerimaan agama itu terkait akal dan hati. Paksaan hanya menciptakan bom waktu.

Bangun masyarakat melalui pendidikan. Orangtua, guru, dan ulama punya tanggung jawab untuk mendakwahkan Islam dengan kebajikan, pesan santun, dan bertukar argumentasi dengan baik.


KOMPAS/WAWAN H PRABOWO (WAK)
Syekh Tawfiq Ramadan Al-Bouti, Ketua Umum Persatuan Ulama Suriah
Moderasi Islam di Indonesia

Hubungan antara Indonesia dan Suriah sudah lama terjalin. Banyak mahasiswa Indonesia menimba ilmu di negeri itu. Kehadiran mereka disambut hangat. Banyak alumnus Damascus University (yang sebagian menjadi murid Tawfiq) di Indonesia. Beberapa di antaranya turut mendampingi saat wawancara.

Bagaimana Anda melihat kondisi Islam di Indonesia?

Indonesia adalah negara Muslim dan identitas keislamannya yang terang. Ada beberapa masalah, tetapi Indonesia bisa menjadi model negara yang berkembang menuju kemajuan. Terlihat pembangunan nyata. Islam di sini fitri dan mengalir dalam darah penduduk.

Penduduk Indonesia memeluk Islam secara sukarela tanpa penaklukan militer. Indonesia pernah dijajah Belanda dan Jepang, tetapi masyarakat tetap memegang Islam seakan sudah menjadi bagian tidak terpisahkan dari bangsa ini.

Anda melihat moderatisme Islam tumbuh di sini?

Keagamaan masyarakat Indonesia berkarakter damai dan moderat. Radikalisme dan ekstremisme bukan watak asli bangsa ini, melainkan datang dari luar dan bukan ajaran yang dipelajari.

Keagamaan masyarakat Indonesia berkarakter damai dan moderat. Radikalisme dan ekstremisme bukan watak asli bangsa ini, melainkan datang dari luar dan bukan ajaran yang dipelajari.

Islam di sini dibangun di atas ilmu pengetahuan. Buktinya banyak sekolah dan pesantren mengajarkan Islam dengan baik. Ilmu membentengi bangsa ini dari radikalisme, sikap berlebihan dalam beragama, dan menjaga bangsa ini agar tidak lepas kontrol dari agama.

Sekarang kita sedang menghadapi perang budaya lewat televisi, internet, dan media sosial yang rentan memberikan efek negatif. Namun, identitas Islam di masyarakat tetap dominan. Kemajuan peradaban dan praktik keagamaan berjalan beriringan. Ini jelas preseden baik dan saya yakin tidak ada tempat untuk radikalisme di Indonesia.



Suriah BEFORE AND AFTER A WAR - PETAPIXEL



10733931_770903576314025_8801322907606464194_o

10733770_770905732980476_7377724246044696474_o

10697415_770899409647775_8068442841027507110_o

10697145_770904909647225_8133499357455160882_o

1534719_770900156314367_7626115611761532406_o

10293597_770904579647258_8281643236154389110_o

10397063_770900089647707_4345458590109883271_o

1836914_770902366314146_1361731691142569862_o

1655605_846742275396821_62768170551269110_o

11059756_846250765445972_901850348668880182_o

10700673_770909632980086_297051706751185841_o

10517395_770899546314428_866411911919628432_o

10636413_770902159647500_4686289805345039760_o

10694382_770899462981103_5377113586372105933_o

12291868_973484582722589_1835252880223668147_o

10548009_770910672979982_8670622890590911715_o

1396734_770908929646823_7894661726702634132_o

10293578_770910759646640_3720433660497321884_o

10379921_846197075451341_1788521131406991777_o

10659113_770905666313816_3250496191968880537_o

10271417_770907762980273_8994657382942129262_o

1899327_770909359646780_2188205125349729417_o

10294976_770901946314188_694175512649038826_o

10708773_770909039646812_7560647383266228751_o
10750181_770903932980656_8237194438512318518_o

COMMENTS

loading...
Loading...

BERITA LAINNYA$type=sticky$count=4$author=hide$readmore=hide

Name

Beritanya,4984,DAERAH,436,EKONOMI,431,INTERMEZO,505,INVESTIGASI,233,JAKARTA,394,Kejadian,489,KIRIMAN NETIZEN,178,KORUPSI,267,KRIINAL,1,KRIMINAL,833,OLAHRAGA,6,OPINI,787,PIALA DUNIA 2018,6,POLITIK,1929,TEKNOLOGI,5,TERORIS,187,VIRAL,2469,WORLD,206,
ltr
item
RAKYAT SOSMED: Jangan Biarkan Ekstremisme Membesar !! Ini Bahaya Nyatanya
Jangan Biarkan Ekstremisme Membesar !! Ini Bahaya Nyatanya
”Jangan biarkan paham ekstremisme merasuki kaum muda,” pesannya.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirQ43r_IAX8hbcZOFXBRt3yrdKy1I-24WFnKsPLrTZYS21ff3sqRIDWfyzXogdgOLlM7QGNXWfr9aW7K4kgfhZkMi8AX4RUvKdRoheB4zFCj-Uvv8BnhlVouNBdRQry50IvX0Yco27V-U/s1600/SURIAH+NOW.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirQ43r_IAX8hbcZOFXBRt3yrdKy1I-24WFnKsPLrTZYS21ff3sqRIDWfyzXogdgOLlM7QGNXWfr9aW7K4kgfhZkMi8AX4RUvKdRoheB4zFCj-Uvv8BnhlVouNBdRQry50IvX0Yco27V-U/s72-c/SURIAH+NOW.jpg
RAKYAT SOSMED
https://suarasosmedinfo.blogspot.com/2019/03/jangan-biarkan-ekstremisme-membesar-ini.html
https://suarasosmedinfo.blogspot.com/
https://suarasosmedinfo.blogspot.com/
https://suarasosmedinfo.blogspot.com/2019/03/jangan-biarkan-ekstremisme-membesar-ini.html
true
987615840204520119
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy