Tulisan Netizen Menangapi Banjir Jakarta Yang Terjadi Akhir Akhir Ini
RAKYAT SOSMED - Logikanya, kalau saluran air, gorong-gorong, selokan, kali dan sungai tidak tersumbat, maka masalah banjir nyaris jadi lenyap. Jadi selain membersihkan saluran air, maka yang diperlukan selanjutnya adalah aliran sungai yang lancar, sehingga dapat mengalirkan volume air ke laut. Walaupun katanya melawan sunatullah. Tepok jidat! Pompa air juga sering dipakai untuk memompa air banjir langsung ke sungai, untuk mempercepat surutnya banjir. Intinya, perlu penanganan yang serius dan terus menerus. Bukan hanya wacana yang diomongkan tanpa realisasi.
Tapi kenyataannya, Gubernur DKI Jakarta memang hobinya mengobral kata-kata manis. Normalisasi sungai yang sudah berjalan baik, dia tidak mau teruskan, katanya dulu gitu sih. Katanya lebih memilih naturalisasi, seperti yang ada di luar negeri. Namun, hingga lebih dari setahun memimpin Jakarta, yang namanya naturalisasi sungai ini tidak juga terlaksana. Tahun lalu, katanya belum ada di APBD 2018. Sekarang di APBD 2019 kabarnya sudah ada anggarannya. Berita terakhir yang saya dapatkan adalah, naturalisasi ini masih menunggu Pergub (Peraturan Gubernur)-nya jadi dulu Sumber. Ini berita pada pertengahan Januari 2019 lalu. Disebut bahwa “mudah-mudahan akhir bulan ini (Januari) sudah beres,” kata Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan DKI Jakarta, Benny Agus Chandra. Tergantung Anies dong, kan yang bikin Pergub dia. Sesudah itu saya tidak menemukan lagi adanya berita bahwa Pergub ini sudah selesai. Adanya malah desakan dari DPRD DKI Jakarta agar Anies segera merealisasikan naturalisasi sungai. Ini diberitakan pada akhir bulan Januari 2019.
Sementara hari ini Jakarta kena banjir lagi. Khususnya di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Antara lain di Jelambar, Kedoya, Ancol, Pluit, Angke dan Tomang. Misal di Jalan Raya Pluit Raya, dekat Emporium Pluit Mall banjir menyebabkan banyak kendaraan berputar arah karena ketinggian yang tidak mungkin dilalui oleh kendaraan. Banjir juga menggenangi perumahan Pasir Putih Ancol, seperti cuitan warga DKI lewat Twitter Sumber. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta juga memberikan peringatan dini kepada warga bahwa di beberapa tempat kemungkinan akan terkena banjir sejak subuh pagi tadi. Yakni terkait tinggi permukaan air di berbagai pintu air dan beberapa kelurahan yang harus disiagakan untuk antisipasi banjir Sumber. Jagad Twitter pun ramai dengan cuitan warga DKI Jakarta tentang kondisi wilayah masing-masing yang terkena banjir dengan tagar #banjir. Misal di depan Rumah Sakit Koja, di Cengkareng Timur, Stasiun Grogol, Kelurahan Duri Kepa, dan Tanjung Priok Sumber.
Hal kedua yang berulang kali selalu saya ingatkan adalah, bahwa sejak awal menjabat, Anies memang tidak memprioritaskan penanganan banjir ini sebagai masalah utama DKI Jakarta yang harus dia tangani. Pernyataan Anies yang tidak pernah saya lupakan. Pernyataan ini dia sebutkan pada akhir bulan Februari 2018. Menurut Anies masalah terbesar di Jakarta bukan banjir dan macet seperti yang banyak disebut. "Saya bertugas mengurus kota yang kalau penduduknya ditanya masalah di Jakarta, hampir semua berpendapat, 'Macet, banjir,' itulah masalah utama," kata Anies di Jakarta, Senin (26/2) malam. Namun permasalahan utama tersebut menurut Anies hanya keluhan warga ibu kota yang selama ini diekspos media. Anies yakin, jika digelar survei yang melibatkan seluruh warga, hasilnya akan berbeda. "Kalau dibikin survei yang melibatkan seluruh populasi di Jakarta, ditanya apa masalah utamanya? Nomor satu adalah lapangan pekerjaan," kata Anies. "Yang punya masalah macet itu yang sudah bekerja. Kalau belum bekerja dan masih miskin, macet is not an issue," kata Anies. Termasuk, masalah banjir. "Buat kami banjir, (tetapi) sebetulnya mayoritas (warga) nggak kena banjir," ujarnya. "Di Jakarta, tantangan terbesar yang saya temukan adalah bukan sekadar tema-tema yang dipahami kelas menengah, tetapi justru tantangannya adalah membereskan ketimpangan sosisal ekonomi," kata Anies, dilansir cnnindonesia.com Sumber.
Jadi kalau ke sininya masih ada banjir walaupun hujan hanya sebentar, lalu bertambahnya titik banjir di berbagai wilayah di Jakarta, dan naturalisasi yang mandeg hingga sekarang. Ya jangan heran maupun protes. Dari awal sudah jelas bahwa Anies tidak menjadikan penanganan banjir dan macet sebagai prioritas. Dia mau membereskan soal ketimpangan ekonomi dulu. PKL dikasih tempat jualan dulu, walaupun memakan separo jalan, apalagi trotoar. Para preman pun tidak dilawan oleh Anies, demi keberpihakan. Kalaupun masih ada yang banjir dan teriak-teriak minta dibantu dan dipompa, ya telan aja dulu airnya. Ditampung maksudnya, di halaman rumah, di kamar tamu, kamar tidur, di teras, di mana saja. Paham?? Demikian kura-kura, #JokowiLagi
- [message]
- [👀 SUMBER BERITA Dan Judul Asli .]
- [Judul Asli ► Sumber Berita ► 👀👉Banjir Jakarta: Naturalisasi Mandeg, Banjir Bukan Prioritas, Telan Saja Airnya, Paham? - Seword ]

COMMENTS