Simak Tulisan Menohok Netizen SetelH Melihat Debat Capres Ke 4 Kemarin
RAKYAT SOSMED - Bagi mereka yang suka permainan sepakbola tentu tidak asing dengan kata blunder. Apa itu blunder? Sejauh ini tidak ada arti yang baku atau disepakati secara bulat. Namun, ada yang memberi makna “merupakan kesalahan yang dilakukan oleh tim atau individu (baca: seseorang) akibat kekhilafan, kebodohan, atau pun karena sikap yang sembrono alias kurang hati-hati”.
Seorang stopper (pemain belakang bertahan) salah mengoper bola kepada sang kiper, lalu bola direbut lawan dan kemudian dilesakkan ke gawang hingga berakibat terjadinya gol bunuh diri. Atau, bisa juga terjadi akibat kipernya overacting, kemudian bola lepas di tangannya dan disambar lawan, lalu bola pun bersarang ke dalam gawang dan sang kiper pun terpelongo, penuh penyesalan atas kecerobohannya. Itulah beberapa contoh terjadinya blunder tadi.
Tidak hanya dalam permainan sepakbola, dalam dunia politik pun seringkali kita saksikan terjadinya blunder. Misalnya, pengurus partai politik (baca: Ketua Partai) atau para calon anggota legislatif (Caleg) baik DPR RI, DPD RI, maupun DPRD tahu bahwa potensi calon pemilih terbanyak di Tanah Air adalah kaum Muslim. Tapi, ucapan, tindakan atau perbuatannya seperti menafikan hal itu. Mereka seperti sengaja menyayat atau melukai perasaan Muslim yang justru sebenarnya ingin disasar untuk mendulang suara. Mereka lupa, yang disayat atau dilukai perasaan dan hatinya itu adalah pemilik suara yang paling dominan di negeri ini.
Sebagai calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto sering kali mengeluarkan pernyataan-pernyataan blunder saat masa kampanye.
Dalam setiap kunjungan yang disertai dengan pidatonya, Ketua Umum Gerindra ini kerap melontarkan ide dan gagasan. Namun pada akhirnya, ide dan gagasan tersebut menuai kritik dan protes dikarenakan sering salah data.
Pidato Prabowo yang kembali menuai kontroversi dan protes ialah terkait pernyataannya yang menyebutkan bahwa ada warga di Jawa Tengah bunuh diri dikarenakan memiliki hutang.
Hardi, seorang warga dari desa Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Kamis (17/1/2019), sempat disebut oleh Prabowo melakukan tindakan bunuh diri pada Desember 2017 yang lalu karena memiliki hutang di Bank.
Mendengar pernyataan tersebut, keluarga (alm) Hardi yang diwakili oleh sang istri, Supinah, dengan tegas membantah dan resah oleh pernyataan Prabowo tersebut.
Menurut penuturan Supinah, (alm) Hardi hidup tidak serba kekurangan. Mereka sekeluarga memiliki rumah dan kebun yang mampu menopang perekonomian keluarga
(Sumber : https://www.wartaekonomi.co.id/read211877/lagi-lagi-prabowo-salah-data-warga-jawa-tengah-protes.html)
Sebelumnya Prabowo sering mengeluarkan pernyataan yang blunder dan menunai kontroversi. Seperti tentang tampang Boyolali yang tidak bisa masuk hotel bintang 4, pekerjaan tukang ojek dan lain-lain.
Dalam debat sesi ke 4 tadi malam pun Prabowo dianggap melakukan blunder karena menggunakan data yang salah. Capres Prabowo Subianto mengatakan anggaran pertahanan Indonesia berada di angka 0,8 persen dari GDP (Gross Domestic Bruto). Dia pun membandingkannya dengan anggaran pertahanan Singapura yang disebutnya 3% dari GDP.
"Rp 107 triliun itu 5% dari APBN kita, 0,8% dari GDP kita," kata Prabowo di panggung debat capres putaran ke-4 di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Sabtu (30/3/2019).
"Padahal Singapura itu anggaran pertahanan dari 30% APBN-nya, 3% dari GDP mereka," sambungnya. (Sumber : https://news.detik.com/berita/d-4490644/prabowo-bandingkan-anggaran-pertahanan-ri-singapura-begini-datanya)
Nah momen sesi debat yang seharusnya bisa dijadikan ajang untuk memperlihatkan kualitas individu seorang Capres malah menunjukan ketidakmampuan mencari dan membaca data.
Prabowo membandingkan anggaran militer kita dengan Singapura. Prabowo mengatakan bahwa salah satu kelemahan kita adalah anggaran kita kecil, karena karena hanya sekitar 0,8% dari APBN, sementara Singapura 3% dari APBN. Hal ini jelas keliru.
Pertama, APBN kita jauh lebih besar dari Singapura hampir tiga kali lipat. Lebih dari 3 kali 4 artinya adalah Singapura dan anggaran kita nggak beda jauh.
Kedua anggaran itu menjadi salah satu ukuran, tentang keperkasaan sebuah militer dari sebuah negara, maka Indonesia jauh melampaui Singapura.
Kekuatan militer Indonesia, dianggap sebagai yang paling kuat di kawasan ASEAN. Selain itu, kekuatan militer Indonesia berada di peringkat 15 dunia.
Di kawasan ASEAN Indonesia adalah kekuatan militer yang dianggap paling kuat. Data ini menurut Global firepower Index, sebuah lembaga yang menghitung kekuatan militer militer di semua negara. Indonesia ini dianggap sebagai kekuatan super power kalau dikatakan kalau ukuran militernyanya Indonesianya rangking 15 dunia. Asean nomor 1, dunia Nomor 15, Singapura Nomor 59.
Seharusnya Prabowo yang berasal dari militer faham tentang kemiliteran termasuk jumlah anggaran.
- [message]
- [👀 SUMBER BERITA Dan Judul Asli .]
- [Judul Asli ► Sumber Berita ► 👀👉 ]

COMMENTS