Namun, hal itu dibantah Jurubicara Persaudaraan Alumni 212, Novel Bamukmin dan menyebutnya hanya sebuah insiden kecil.
RAKYAT SOSMED - Malam Munajat 212 yang digelar di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (21/2) pekan lalu diwarnai adanya intimidasi wartawan yang tengah meliput acara tersebut.Kejadian tersebut dipicu penangkapan pelaku pencopetan di tengah kerumunan massa.
Sayangnya, sejumlah massa Munajat 212 malah melakukan intimidasi dan persekusi kepada wartawan yang merekam kejadian tersebut.
Namun, hal itu dibantah Jurubicara Persaudaraan Alumni 212, Novel Bamukmin dan menyebutnya hanya sebuah insiden kecil.
Sebaliknya, ia menuding ada oknum wartawan yang sengaja mencoreng kegiatan Munajat 212.
“Itu insiden kecil saja, masalah copet yang dibesarkan oleh oknum wartawan dan sengaja membuat provokasi,” kata Novel, Minggu (24/2/2019).
Selain itu, pria yang akrab disapa Habib Novel itu menyatakan bahwa ada pihak-pihak tertentu yang tak suka dengan acara tersebut.
Selanjutnya, melakukan berbagai cara untuk memframing bahwa kegiatan tersebut tidak aman.
Padahal nyatanya, lanjut dia, acara itu berjalan aman, syahdu dan khusyuk.
“Kejadiannya itu justru ada di belakang panggung yang tidak tersentuh sama sekali dengan masa Munajat 212,” lanjut Novel.
Untuk diketahui, insiden intimidasi dan persekusi itu sendiri terjadi di dekat akses masuk untuk tamu-tamu VIP.
Saat itu, massa menangkap pelaku pencopetan. Mengetahui hal tersebut, para awak media langsung mendatangi dan mengambil gambar.
Sayangnya, upaya tersebut dihalang-halangi massa Munajat 212. Mereka meminta rekaman video kejadian itu dihapus dengan disertai ancaman.
Bahkan, salah seorang wartawan media online sempat dicekik oleh massa dan ditahan.
Kejadian itu sendiri akhirnya dibawa ke ranah hukum dengan melaporkannya ke pihak kepolisian.
- [message]
- [👀 SUMBER BERITA Dan Judul Asli .]
- [Judul Asli ► Sumber Berita ► 👀👉 ]

COMMENTS