uru bicara (jubir) Wapres Jusuf Kalla, Husain Abdullah menyatakan Prabowo Subianto membeli PT Kiani Kertas yang di dalamnya terdapat lahan konsesi seluas 220.000 hektare.
RAKYAT SOSMED - Juru bicara (jubir) Wapres Jusuf Kalla, Husain Abdullah menyatakan Prabowo Subianto membeli PT Kiani Kertas yang di dalamnya terdapat lahan konsesi seluas 220.000 hektare.
Hal tersebut disampaikan Husain Abdullah dalam pesan singkat kepada Beritasatu.com, Selasa (19/2/2019), terkait pernyataan Wapres JK yang menyatakan Prabowo Subianto membeli lahan yang berada di bawah penanganan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).
"Saya perlu meluruskan sedikit pernyataan Bapak (Jusuf Kalla), bukan beli lahannya," kata Husain Abdullah.
Kultwit Netizen Yang Juga Membahas Hal Sama ( Ternyata Sudah Ada Berita Mainstreamnya )
PROSES PENGUASAAN RATUSAN RIBU HEKTAR LAHAN DI KALIMANTAN OLEH PRABOWO pic.twitter.com/9Pou0BJFZX— #99 (@PartaiSocmed) February 19, 2019
Sebelumnya kami harus sampaikan pernyataan Pak JK ini tidaklah benar. Mungkin beliau sedang lupa saja.— #99 (@PartaiSocmed) February 19, 2019
Kultwit ini berusahan memberikan klarifikasi atas pernyataan beliau agar tidak dianggap sebagai fakta oleh publik. https://t.co/3HlAb8X3NS
Dan baru saja ada klarifikasi dari Jubir Wapres tentang pernyataan @Pak_JK tersebut. Versi pak @husainabdullah1 inilah yg benar https://t.co/zdzq4JlByu— #99 (@PartaiSocmed) February 19, 2019
Jadi tidak benar Prabowo membeli lahan di Kaltim atas persetujuan pak JK. Yg benar adalah Prabowo membeli PT Kiani Kertas yang di dalamnya terdapat lahan konsesi seluas 220.000 hektar.— #99 (@PartaiSocmed) February 19, 2019
Tmbahan klarifikasi dari kami, tidak benar Prabowo membeli dari Bank Mandiri secara cash melainkan membeli dari BPPN dengan uang utang dari Bank Mandiri.— #99 (@PartaiSocmed) February 19, 2019
Kisah pembelian PT Kiani Kertas beserta ratusan ribu hektar lahan yg menjadi konsesinya oleh Prabowo itulah yg akan kami bahas dalam kultwit kali ini agar kebenaran terungkap.— #99 (@PartaiSocmed) February 19, 2019
Agar publik tahu bagaimana dahulu kekayaan bangsa ini bisa dikuasai oleh segelintir orang.
Ketika masa jaya2nya Orde Baru, kroni2 Soeharto mendapat privilege luar biasa untuk menguasai ekonomi bangsa ini. Salah satunya adalah Bob Hasan.— #99 (@PartaiSocmed) February 19, 2019
Bob Hasanlah yg pertama kali mendirikan PT Kiani Kertas ini.
Pada tahun 1994-an Bob Hasan mendirikan pabrik pulp & paper terbesar di Asia (mungkin juga di dunia) dengan mendapatkan konsesi lahan HPH dan lahan HTI.— #99 (@PartaiSocmed) February 19, 2019
Dan untuk modalnya Bob Hasan dapat pinjaman dari DANA REBOISASI dengan bunga 0% (nol persen).
Jadi Bob Hasan saat itu mendapat konsesi lahan ratusan ribu hektar dan membangun pabrik pulp & paper dengan modal NOL RUPIAH.— #99 (@PartaiSocmed) February 19, 2019
Modalnya adalah kedekatan dengan keluarga Cendana.
Dan ketika terjadi krisis moneter bank milik Bob Hasan yaitu Bank Umum Nasional (BUN) menanggung utang senilai Rp 8,917 triliun dan menjadi pasien BPPN.— #99 (@PartaiSocmed) February 19, 2019
Maka Bob Hasan wajib menyerahkan aset2 lain miliknya kepada BPPN. Maka diserahkanlah pabrik pulp & papernya itu.
Jatuhnya pak Harto disertai dengan pengusutan segala KKN yg terjadi di era kekuasaannya.— #99 (@PartaiSocmed) February 19, 2019
Proses pendirian pabrik pulp & paper milik Bob Hasan yg penuh dengan nuansa KKN itu pun akhirnya tak luput dari jerat hukum.
Bob Hasan pun dihukum di Nusa Kambangan.
Memasuki era reformasi. Pada tahun 2002, BPPN lantas memasukkan PT Kiani Kertas dalam program penjualan.— #99 (@PartaiSocmed) February 19, 2019
Perusahaan bubur kertas tersebut lantas diincar oleh investor PT Vayola yang terkait dengan Prabowo, yang sudah pulang dari Yordania dan ingin berbisnis di Indonesia.
Memasuki era reformasi. Pada tahun 2002, BPPN lantas memasukkan PT Kiani Kertas dalam program penjualan.— #99 (@PartaiSocmed) February 19, 2019
Perusahaan bubur kertas tersebut lantas diincar oleh investor PT Vayola yang terkait dengan Prabowo, yang sudah pulang dari Yordania dan ingin berbisnis di Indonesia.
Memasuki era reformasi. Pada tahun 2002, BPPN lantas memasukkan PT Kiani Kertas dalam program penjualan.— #99 (@PartaiSocmed) February 19, 2019
Perusahaan bubur kertas tersebut lantas diincar oleh investor PT Vayola yang terkait dengan Prabowo, yang sudah pulang dari Yordania dan ingin berbisnis di Indonesia.
- [message]
- [👀 SUMBER BERITA Dan Judul Asli .]
- [Judul Asli ► Sumber Berita ► 👀👉 ]

COMMENTS