Debat kedua Pilpres 2019, seratus persen jelas dikuasai oleh Jokowi. Terlepas dari postingan-postingan protes yang hari ini menyebar di media sosial dari pihak kampret, Jokowi tetap menguasai permasalahan
RAKYAT SOSMED - Debat kedua Pilpres 2019, seratus persen jelas dikuasai oleh Jokowi. Terlepas dari postingan-postingan protes yang hari ini menyebar di media sosial dari pihak kampret, Jokowi tetap menguasai permasalahan.
Sebagai petahana, Jokowi cukup mumpuni memperlihatkan penguasaan materi yang selam 5 tahun ini dia kerjaan. Disamping itu, Jokowi juga seperti bisa membaca ke arah mana Prabowo akan menyerang dia. Dengan data serta angka-angka yang Jokowi sebutkan, menunjukkan bahwa Jokowi hapal diluar kepala setiap permasalahan yang terjadi di pemerintahan.
Misalnya, ketika Prabowo bertanya tentang MRT di Palembang yang katanya merugikan dan tidak berguna. Dengan mudah Jokowi patahkan dengan menjelaskan secara rinci bahwa merubah budaya dari kesukaan masyarakat menyetir mobil pribadi kemudian memindahkan mereka untuk menggunakan transportasi massa, bukanlah hal yang mudah.
Sebagai bahan perbandingan Jokowi memberikan contoh dengan apa yang sudah terjadi di Negara lain, dimana Negara tersebut memerlukan waktu 20 tahun untuk merubah masyarakatnya dari gemar menggunakan mobil pribadi menjadi menggunakan transportasi massal.
“MRT di Palembang itu baru berumum 6 bulan, pasti masih sepi…”
Mungkin sekilas, rakyat akan berpikir jawaban Jokowi seperti mengada-ngada. Mungkin mereka berpikir, di Palembang tidak memerlukan MRT karena jumlah populasinya sedikit. Tapi jika kita bertanya pada diri kita sendiri, yang sudah begitu biasa bepergian dengan mobil pribadi, kita pun akan berpikir lima kali untuk menggunakan transportasi massal.
Jauh, harus jalan kaki dulu, mana MRT punya jadwal jadi pergi ga bisa sesuka hati, terus harus duduk bersampingan dengan orang yang tidak dikenal, pokok, bagi masyarakat manja kondisi transportasi massal, ngga banget deh !!
Apalagi kalau membahas Bandara Kertajasa di Majalengka, logika Prabowo sama sekali tidak bisa menggapai, bahwa beberapa tahun ke depan dari sekarang, Bandara Kertajasa akan sangat berguna.
Tapi yang menarik dari debat kedua kedua itu adalah momen dimana Prabowo mengajak Jokowi menyudahi perdebatan tentang lubang-lubang menganga akibat aktivitas tambang. Dan ketika Prabowo tidak memahami istilah-istilah yang digunakan oleh Jokowi seperti momen saat Prabowo menegaskan pertanyaan soal unicorn ke Jokowi.
Secara nyata dan gamblang, dalam debat kedua Pilpres 2019 tadi malam, Prabowo sama sekali tidak memiliki persiapan. Tak ada hal baru yang dia ungkapkan. Semua materi yang Prabowo bawakan tak pernah jauh dari isu tentang uang uang dan uang.
Kekalahan telak yang dialami Prabowo di debat kedua ini, tidak serta merta diterima oleh pendukungnya.
Padahal beberapa kali Prabowo mengakui bahwa apa yang sudah Jokowi lakukan sudah benar dan mengapresiasi. Untuk yang satu ini, saya harus jujur mengatakan, Prabowo cukup jantan untuk mengakui keunggulan lawan di ruang terbuka selevel debat Capres.
Ada dua hal yang saya temukan pagi ini yang dilakukan oleh pendukung Prabowo. Pertama, sebuah postingan dari akun facebook bernama Nanik Sudaryati, yang menuliskan :
Terjadi “kecurangan”, kalau anda lihat di TV tadi, ternyata pertanyaan itu hanya satu tema yang diambil dalam satu bola. Tetapi pertanyaan yang lain ternyata dimasukkan dalam bola yang berbeda. Padahal dalam rapat-rapat di KPU tidak dibicarakan bahwa soal diambil dalam bola yang berbeda. Pak Amien Rais dan semua Tim BPN yang ikut rapat di KPU protes keras atas potensi kecurangan KPU ini, tetapi KPU bergeming dan tetap melanjutkan acara, tanpa mau mengulang agar semua pertanyaan dimasukkan dalam satu bola. Ini artinya ada potensi pertanyaa pihak sebelah disiapkan, karena kalau fair, mustinya daftar pertanyaan dimasukkan dalam satu bola dan semua capres mengambil di tempat yang sama.
Hmmmm apa benar? pic.twitter.com/xgKZzrgpIh— Anthony Leong | AL (@thonyleong) February 17, 2019
Hhmm…. Apa sudah tidak ada jenis protes yang lebih berbobot?? Misalnya soal isi pertanyaannya dan bukan soal berapa bola yang digunakan…
Tapi yang lebih parah dari postingan akun Nanik Sudaryati adalah sebuah postingan yang menggambarkan kalau selama debat kedua ini, Jokowi dilengkapi dengan alat komunikasi, yaitu earphone yang dioperasikan lewat pulpen.
Alamaaaaaaak….. kampret sudah mencapai level paranoid saking tak mau mengakui kalau selama debat kedua Pilpres 2019 tadi malam, Prabowo ibaratnya sudah melempar handuk kekalahan berkali-kali dan mengakui keunggulan Jokowi !!!
- [message]
- [👀 SUMBER BERITA Dan Judul Asli .]
- [Judul Asli ► Sumber Berita ► 👀👉 ]

COMMENTS