Dulu saya pernah menulis, "Kenapa mantan menteri Jokowi yang dipecat banyak yang berada di kubu Prabowo?"Pada dasarnya Jokowi ketika membangun kabinet selalu menelisik profil punggawanya secara profesional, berdasarkan latar belakang dan kompetensi mereka. Tetapi orang yang dipilih belum tentu melihat itu secara profesional. Terkadang di antara mereka punya kepentingan tersendiri.
RAKYAT SOSMED - Dulu saya pernah menulis, "Kenapa mantan menteri Jokowi yang dipecat banyak yang berada di kubu Prabowo?"Pada dasarnya Jokowi ketika membangun kabinet selalu menelisik profil punggawanya secara profesional, berdasarkan latar belakang dan kompetensi mereka. Tetapi orang yang dipilih belum tentu melihat itu secara profesional. Terkadang di antara mereka punya kepentingan tersendiri.
Kepentingan yang paling utama dari para profesional itu adalah panggung. Panggung bagi mereka yang punya nafsu besar pada politik, lebih menarik daripada profesionalisme. Itulah kenapa mereka lebih suka disorot kamera daripada kerja.
Dan Jokowi tidak suka itu. Ia lebih suka para menterinya terlihat hasil karyanya daripada besar mulutnya.
Begitu juga yang terjadi pada Sudirman Said.
Ketika ia ditugaskan Jokowi untuk menyelesaikan proses akuisisi Freeport, ia malah bermain drama di sana. Kasus "Papa minta saham" adalah salah satu kasus besar yang turut mengangkat namanya. Dan itu yang diharapkan pemain politik, bukan hasil kerjanya, tetapi lambungan namanya.
Maka ketika Jokowi menggantikan Sudirman Said dengan Ignasius Jonan, kecewalah dia. Panggungnya hilang, lampu sorot padam. Ia mencari panggung lain dengan mengikuti pilkada. Gagal lagi.
Sudirman Said - Prabowo
Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (kiri) berbincang dengan Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Sudirman Said (kanan) saat akan memberikan Pidato Kebangsaan di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (15/21019). Dalam pidato kebangsaan itu Prabowo mengusung tema Mewujudkan Swasembada Energi, Pangan, dan Air yang juga menjadi tema kunci debat kedua Pilpres 2019 yang akan dilaksanakan pada 17 Februari 2019 mendatang. (Foto: Antara/Aji Styawan)
Tiba-tiba mendekati Pilpres Sudirman Said muncul lagi dan meniupkan isu ada perundingan diam-diam antara Jokowi dan Freeport. Isu dibangun seolah-olah ia adalah whistle blower atau pengungkap kejadian.
Tapi ternyata Jokowi bahkan Ignasius Jonan membantah isu yang dilemparkan. Jonan bahkan bilang, bahwa semua perundingan Sudirman Said tidak berlaku lagi sejak ia memimpin. Semua mulai dari awal, tanpa keterlibatan Sudirman Said di dalamnya.
Ibarat penyanyi, Sudirman Said adalah penyanyi yang selalu bernada sumbang. Ia tidak mampu memainkan nada dengan benar dan selalu tidak selaras dengan musik yang dimainkan. Ia ingin tampil sendirian, tapi sayangnya, tiada yang tepuk tangan.
Seharusnya Sudirman Said belajar pada secangkir kopi. Secangkir kopi tidak butuh pengakuan. Kenikmatannyalah yang dirasakan.
Nanti sore/malam kami akan bongkar tentang sosok Sudirman Said jika ada 1.500 RT pic.twitter.com/IxPxNJhTX3— #99 (@PartaiSocmed) February 21, 2019
Kenapa saya sulit percaya dengan apa yang dikatakan oleh Sudirman Said?— Habib Think (@habibthink) February 21, 2019
Simak video di bawah ini..
detik2 pak @ganjarpranowo membongkar seluruh tuduhan dari Sudirman Said. pic.twitter.com/7cdWXvFoMv
Sudirman Said mungkin belum move on, masih sakit hati dipecat Jokowi...— Rizma Widiono (@RizmaWidiono) February 21, 2019
Kasian mantan pecatan statementnya bikin blunder & fitnah, yg bgni ini bisa dilaporkan .#SudirmanSaidBohong pic.twitter.com/qQhvEZMHr1
Seruput....
Ini yg dulu dikatakan Sudirman Said dlm Majalah Tambang: tak ada pertemuan rahasia antara Presiden Jokowi dan Moffet, dari Freeport. pic.twitter.com/fvjhBD5HsL— goenawan mohamad (@gm_gm) February 21, 2019
- [message]
- [👀 SUMBER BERITA Dan Judul Asli .]
- [Judul Asli ► Sumber Berita ► 👀👉 ]

COMMENTS