Tulisannya Sih 2016 Dalam Status, Tapi Setelah dicek Malah Data Tahun 2010..
RAKYAT SOSMED - Bos Bukalapak, Achmad Zaky melakukan sebuah cuitan yang bernada sinis terhadap pemerintahan Indonesia. Sudah tidak perlu ditafsir lebih jauh lagi, yang pasti orang ini melakukan sebuah hal yang membuat ill feel para pelaku bisnis startup. Data 2013 di era SBY kok disebut data di tahun 2016?
Penulis tidak terlalu ambil pusing ketika banyak netizen yang ramai-ramai memboikot dan melakukan uninstall aplikasi jual beli ini. Karena pasti di balik boikot Bukalapak, pasti ada loyalis dan pendukung Prabowo yang justru menggunakan ini. Ingat kasus Sari Roti kan?
Lagipula, penulis juga tidak ada niat sedikitpun untuk merusak bisnis orang Maka mari kita bahas dari sisi etis dan sosok pendiri BukaLapak ini saja.
Etiskah Bukalapak dalam mencuitkan hal ini? Mengingat bahwa bisnis ini adalah salah satu bisnis yang besar dari anak bangsa. Kita juga tahu bahwa ulang tahun BukaLapak, Jokowi ikut diundang dan ikut meramaikan acara ini. Lupa bapak nih ceritanya?
Dengan kehadiran Jokowi, Bukalapak tentunya akan mendapatkan sebuah semangat baru dalam berbisnis. Ada energi positif yang diberikan. Booster semangat ini menjadi sebuah hal yang baik bagi Bukalapak.
Tapi entah kenapa, hari ini terjadi sebuah blunder yang dilakukan oleh Founder Bukalapak. Ia memberikan fakta tahun lama, yang kemudian mendapatkan sindiran dan cibiran dari banyak orang, khususnya pendukung Jokowi yang kecewa.
Bukan hanya pendukung Jokowi, cibiran juga didapatkan dari seorang yang bergerak dalam bidang Startup. Mereka cepat sekali berespons terhadap cuitan dari bos Bukalapak.
Ada seorang teman yang berkata kepada penulis mengenai kasus uninstall Bukalapak ini. Dulu mereka memboikot Sari Roti dan Metro TV. Sekarang giliran Bukalapak yang diboikot. Sebenarnya apa yang terjadi?
Kenapa Buka Lapak bisa seolah-olah lupa Bapak? Apakah karena ada suntikan dana dari luar sana kepada perusahaan ini, sehingga membuat Bos Bukalapak mencuitkan hal ini? Apa yang sebenarnya terjadi?
Secara bisnis, kita seharusnya paham betul bahwa peranan pemerintah itu bukan memberikan dan menyuntik dana. Mau habis duit dibakar untuk sesuatu yang tidak tangible? Dari ratusan, bahkan ribuan atau mungkin puluhan ribu bisnis semacam itu, pendanaan macam apa yang akan diberikan?
Seharusnya Bos Bukalapak tahu bahwa peranan pemerintah itu adalah mengatur kebijakan para pebisnis startup, dan juga memberikan jaminan payung hukum, agar permainan bisnis ini bisa dilakukan secara fair play.
Namun mengapa bos Buka Lapak ini ujug-ujug posting keadaan dana alokasi Research and Development Indonesia berada pada posisi 40-an, dan berharap ada presiden baru?
Bos Bukalapak sendiri mengklarifikasi bahwa presiden baru itu bisa saja Jokowi. Ah sudah lah. Terlalu banyak ngeles. Harusnya ada kalimat yang lebih netral lagi.
Ada beberapa solusi kalimat yang bisa lebih netral tanpa berpihak sebenarnya. Yuk kita simak beberapa contoh di bawah ini, yang seharusnya ditunjukkan oleh seorang pemain bisnis yang namanya sudah dikenal itu.
Semoga pemimpin terpilih bisa membuat kebijakan ini semakin lebih baik.
Semoga ada pembaruan sistem yang akan dilakukan oleh pemimpin yang terpilih itu.
Kita doakan agar Pak Jokowi dan Prabowo penyebar hoax itu memikirkan dan menjadikan prioritas dan meningkatkan dana alokasi Research and Development.
Semoga Pak Jokowi dan Pak Prabowo, siapapun yang terpilih, bisa memperbaiki keadaan saat ini.
Sebenarnya masih banyak lagi solusi yang bisa penulis berikan kepada bos Buka Lapak, ketimbang berbicara…
“Mudah-mudahan presiden baru bisa naikin.”
Ah sudah lah. Jangan terlalu banyak ngeles. Siapa pendana mu sebenarnya? Siapa yang suntik dana perusahaanmu?
Berbisnislah dengan baik. Apa yang Anda kerjakan itu, publik menilai loh. Publik melihat bagaimana etika seorang pebisnis yang namanya dibesarkan oleh Jokowi dalam kehadirannya di acara ulang tahun, kemudian malah mencuitkan kalimat itu?
Seharusnya kita sebagai orang Indonesia, mengenal ucapan dan ungkapan terima kasih. Jokowi sudah begitu perduli dengan bisnis yang dilakukan oleh anak muda. Jangan rusak kepercayaan publik dengan cuitan mu yang sangat mudah diinterpretasi, sebagai dukungan kepada salah satu paslon.
Tidak ada yang salah dari hal ini. Tapi resikomu ya terima saja. Itu resiko perusahaan. Silakan klarifikasi lagi saja. Sekian dan terima kasih.
Bos Buka Lapak Lupa Bapak? Tepatkah judul di atas?
Begitulah lupa bapak.
Penulis tidak terlalu ambil pusing ketika banyak netizen yang ramai-ramai memboikot dan melakukan uninstall aplikasi jual beli ini. Karena pasti di balik boikot Bukalapak, pasti ada loyalis dan pendukung Prabowo yang justru menggunakan ini. Ingat kasus Sari Roti kan?
Lagipula, penulis juga tidak ada niat sedikitpun untuk merusak bisnis orang Maka mari kita bahas dari sisi etis dan sosok pendiri BukaLapak ini saja.
Etiskah Bukalapak dalam mencuitkan hal ini? Mengingat bahwa bisnis ini adalah salah satu bisnis yang besar dari anak bangsa. Kita juga tahu bahwa ulang tahun BukaLapak, Jokowi ikut diundang dan ikut meramaikan acara ini. Lupa bapak nih ceritanya?
Dengan kehadiran Jokowi, Bukalapak tentunya akan mendapatkan sebuah semangat baru dalam berbisnis. Ada energi positif yang diberikan. Booster semangat ini menjadi sebuah hal yang baik bagi Bukalapak.
Tapi entah kenapa, hari ini terjadi sebuah blunder yang dilakukan oleh Founder Bukalapak. Ia memberikan fakta tahun lama, yang kemudian mendapatkan sindiran dan cibiran dari banyak orang, khususnya pendukung Jokowi yang kecewa.
Bukan hanya pendukung Jokowi, cibiran juga didapatkan dari seorang yang bergerak dalam bidang Startup. Mereka cepat sekali berespons terhadap cuitan dari bos Bukalapak.
Ada seorang teman yang berkata kepada penulis mengenai kasus uninstall Bukalapak ini. Dulu mereka memboikot Sari Roti dan Metro TV. Sekarang giliran Bukalapak yang diboikot. Sebenarnya apa yang terjadi?
Kenapa Buka Lapak bisa seolah-olah lupa Bapak? Apakah karena ada suntikan dana dari luar sana kepada perusahaan ini, sehingga membuat Bos Bukalapak mencuitkan hal ini? Apa yang sebenarnya terjadi?
Secara bisnis, kita seharusnya paham betul bahwa peranan pemerintah itu bukan memberikan dan menyuntik dana. Mau habis duit dibakar untuk sesuatu yang tidak tangible? Dari ratusan, bahkan ribuan atau mungkin puluhan ribu bisnis semacam itu, pendanaan macam apa yang akan diberikan?
Seharusnya Bos Bukalapak tahu bahwa peranan pemerintah itu adalah mengatur kebijakan para pebisnis startup, dan juga memberikan jaminan payung hukum, agar permainan bisnis ini bisa dilakukan secara fair play.
Namun mengapa bos Buka Lapak ini ujug-ujug posting keadaan dana alokasi Research and Development Indonesia berada pada posisi 40-an, dan berharap ada presiden baru?
Bos Bukalapak sendiri mengklarifikasi bahwa presiden baru itu bisa saja Jokowi. Ah sudah lah. Terlalu banyak ngeles. Harusnya ada kalimat yang lebih netral lagi.
Ada beberapa solusi kalimat yang bisa lebih netral tanpa berpihak sebenarnya. Yuk kita simak beberapa contoh di bawah ini, yang seharusnya ditunjukkan oleh seorang pemain bisnis yang namanya sudah dikenal itu.
Semoga pemimpin terpilih bisa membuat kebijakan ini semakin lebih baik.
Semoga ada pembaruan sistem yang akan dilakukan oleh pemimpin yang terpilih itu.
Kita doakan agar Pak Jokowi dan Prabowo penyebar hoax itu memikirkan dan menjadikan prioritas dan meningkatkan dana alokasi Research and Development.
Semoga Pak Jokowi dan Pak Prabowo, siapapun yang terpilih, bisa memperbaiki keadaan saat ini.
Sebenarnya masih banyak lagi solusi yang bisa penulis berikan kepada bos Buka Lapak, ketimbang berbicara…
“Mudah-mudahan presiden baru bisa naikin.”
Ah sudah lah. Jangan terlalu banyak ngeles. Siapa pendana mu sebenarnya? Siapa yang suntik dana perusahaanmu?
Dengar-dengar sih, sang CEO marah karena gak menang tender pemerintah. Jadinya kemana-mana deh ngomongnya..— Denny siregar (@Dennysiregar7) February 14, 2019
Dikira kalau Presiden datang ke tempat usahanya, semua dipermudah. Ternyata salah, ferguso..
Berbisnislah dengan baik. Apa yang Anda kerjakan itu, publik menilai loh. Publik melihat bagaimana etika seorang pebisnis yang namanya dibesarkan oleh Jokowi dalam kehadirannya di acara ulang tahun, kemudian malah mencuitkan kalimat itu?
Seharusnya kita sebagai orang Indonesia, mengenal ucapan dan ungkapan terima kasih. Jokowi sudah begitu perduli dengan bisnis yang dilakukan oleh anak muda. Jangan rusak kepercayaan publik dengan cuitan mu yang sangat mudah diinterpretasi, sebagai dukungan kepada salah satu paslon.
Tidak ada yang salah dari hal ini. Tapi resikomu ya terima saja. Itu resiko perusahaan. Silakan klarifikasi lagi saja. Sekian dan terima kasih.
Bos Buka Lapak Lupa Bapak? Tepatkah judul di atas?
Begitulah lupa bapak.
- [message]
- [👀 SUMBER BERITA Dan Judul Asli .]
- [Judul Asli ► Sumber Berita ► 👀👉 ]






COMMENTS