Setelaeh Gerombolan Emak Emak Tukang HOax Penebar Kebencian Kepada Jokowi, Kini Ternyata Ada Lagi Yang Juga Masih Segerombolan
RAKYAT SOSMED - Sikap agresif kubu 02 bergerilya di rumah-rumah penduduk makin kelihatan. Mereka menyerang total tapi dengan logika genderuwo alias pakai jurus Iblis yaitu dengan fitnah keji. Kemarin sudah viral akun Citra Wida yang pamer hoaks dalam video yang memframing secara terang-terangan Pak Jokowi.
Mengerikan aksi mereka yang pakai jurus intimidasi dan ancaman persis Neno. Emak2 militan ini mewarisi roh Neno yang gentayangan dan merasuk emak-emak pendukung militan yang sudah menggila mendukung Prabowo.
Kali ini seorang dokter yang adalah emak-emak pendukung fanatik Prabowo-Sandi. Tak ada habisnya mereka menciptakan konten yang sederhana tapi berisi fitnah busuk dan menjijikkan. Silakan mendukung tapi kalau sengaja membuat framing keji dan biadab, maka maaf Anda harus berhadapan dengan hukum dan ‘the power of netizen’. Akun El Diablo dan Akun HabibThink sudah mengekspos duluan dan jejak digital akun dokter ini masih eksis di Twitternya : https://twitter.com/LisaAmartaTara
Dokter ini pasang caption di akun Twiiternya yang ada vlog dirinya yang sedang melakukan sosialisasi kampanye, jelas dari kubu 02. Si dokter rupanya mau meyakinkan si orangnya yang golput. Tapi demi mengubah keyakinan orangnya, dokter ini ngotot dan mengancam dengan pasang jurus keji.
Lihat vlog ini Gaessss...Bapak ini Golput. Lihat isi pemikiran Bapak ini. Sy cecar bhw bila Golput akan diisi orang PKI dan orang jahat. Dia bilang Biarin. Akhirnya Emak bgt dia Istigfar @LisaAmartaTara Koplaknya di-mention ke Akun Twitter Fadli Zon dan Ferdinand Hutahean.
Cuitannya ini sudah dihapusnya tapi sudha terekam netizen. Dokter yang ternyata bernama Dokter Lisa ini tak sebagus namanya. Menurut akun El Diablo @MemeTanpaHurufK, namanya LISA LUTRISA, terdaftar di IDI Bekasi.
Harusnya sebagai dokter punya etika dan kesantunan bersosmed tapi ternyata alam pikirannya sudah ngawur, hitam dan gelap dipenuhi fitnah. Kenapa nggak bisa kampanye positif? Kenapa nggak bisa kreatif tapi mengulang framing busuk dan keji?
Kubu 02 apa nggak punya program dari Prabowo yang baik dan berfaedah sampai jurus kampanye pakai hoaks usang dan busuk? Begitulah kalau calonnya nggak punya program yang bagus akhirnya yang dikampanyekan ya hoaks dan fitnah lagi. Ngeri banget kalau 5 perempuan sebar hoaks, sehari 5 orang, bayangkan hoaks dan fitnah otu beranak pinak. Apalagi di sosmednya mereka.
Framing dokter Lisa ini ini jelas-jelas biadab. Emak-emak dokter ini kendati secara licik tanpa menyebutkan nama Pak Jokowi maka jelas publik sudah paham. Framing ini jelas sudah mengarah ke Pak Jokowi.
Pertama, kontestan di Pilpres hanya 2 peserta yaitu Pak Jokowi di nomor urut 01 sebagai petahana dan Capres Pak Prabowo di 02. Kalau dari kubu 02 yang ngomong 'kalau golput', dan tidak mendukung 02 maka akan diisi orang PKI dan orang jahat. Jelas kan sangat tendensius.
Kedua, sosok Pak Jokowi terus diserang dengan isu PKI sejak Pilpres 2014 hingga kini. Sedangkan Pak Prabowo tak pernah tersentuh isu PKI. Walau isu PKI ke Pak Jokowi sudah dibantah dan tak terbukti tapi banyak orang masih memakai hoaks keji ini. Maka pendukung 02 memakai hoaks yang sudah familiar itu untuk jadi senjata andalan.
Dengan logika kampanye yang penuh fitnah ini, sangat menjijikkan kalau dibiarkan begitu saja. Berapa banyak orang yang akan jadi korban hoaks keji mereka.
Mengapa harus dihentikan hoaks dan framing keji seperti ini?
Pertama, ini tindakan yang tanpa akal sehat dan nalar yang normal. Emak-emak selalu memuja Rocky Gerung sebagai idola akal sehat tapi ternyata kalau berhadapan dengan realita maka yang dipakai adalah akal berkarat.
Kedua, framing keji ini jelas pembunuhan karakter atas Pak Jokowi yang jelas tak ada sangkut pautnya dengan PKI. Emak-emak ini tanpa dosa sudah menebar fitnah dan fitnah ini adalah pembunuhan karakter secara keji.
Ketiga, hoaks keji ini gampang disebarluaskan oleh emak-emak militan di PEPES (Perempuan Pendukung Prabowo-Sandi). Hoaks keji ini kalau sudah menyebar maka akan sulit ditarik. Digoreng terus dan akan disebar baik secara verbal atau mulut ke mulut dan ini yang susah dideteksi tapi dampaknya besar.
Keempat, kampanye ini menegaskan identitas dan ciri khas kubu 02 yang selalu memproduksi hoaks. Dokter, wiraswasta sampai petinggi di kubu Prabow-Sandi sangat agresif menyebar hoaks. Maka setiap hoaks itu selalu di-mention ke petinggi oposisi semacam Fadli Zon yang menjadi pelindung PEPES ini.
Kelima, kalau sudah viral maka BPN pasti akan berkelit. Termasuk reaksi BPN atas Citra Wida, BPN langsung membantah. Namanya kebohongan kenapa ditolerir? Kalau gampang dan instan produksi hoaks, apa bukan karena didukung penuh dari atas.
Jangan dibiarkan, mari lawan hoaks dan aksi-aksi emak-emak militan 02 yang ngawur dan menggila tanpa akal sehat mendukung Prabowo.
Rumah ini semua terpasang stiker Hanura.. pertanyaan nya apakah Bapak ini Jaenudiner atau bukan??— Lìsà Amà ŕtà tà ŕà 🇮🇩🇮🇩 (@LisaAmartaTara) February 16, 2019
Reply dgn hestek #NewEraPrabowoSandi dan pakai pantun.. Ditunggu sampai sore..
Hadiah Kaos keren Prabowo Sandi 2 buah yaaakk pic.twitter.com/U5CIEKcjrL
#01JokowiLagi
Ini lagi, Sony Maher yg ngaku ustad ternyata seorang juru kampanye. Apakah kegiatan di video ini diperbolehkan?— IG: narkosun (@narkosun) February 25, 2019
Om @hnurwahid dulu bapak protes hanya krn pak @jokowi mengajak cucunya Jan Ethes jalan2. Bgmn tanggapan bapak terhadp kegiatan di video ini? pic.twitter.com/lwnoR1UpPL
- [message]
- [👀 SUMBER BERITA Dan Judul Asli .]
- [Judul Asli ► Sumber Berita ► 👀👉 ]





COMMENTS