Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan M. Romahurmuziy memberikan pandangan usai debat calon presiden dan wakil presiden perdana digelar semalam.
RAKYAT SOSMED - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan M. Romahurmuziy memberikan pandangan usai debat calon presiden dan wakil presiden perdana digelar semalam.
Menurut dia, Jokowi-Maruf keluar sebagai pemenang dalam kesempatan tersebut.
"Kalau jurinya garang, skor debat 5-0 untuk Jokowi, tapi saya moderat saja 3-1," kata Rommy melalui Twitternya, @MRomahurmuziy, dikutip VIVA, Jumat, 18 Januari 2019.
Menurut Rommy, banyak lubang yang tak dimanfaatkan Prabowo untuk tembak petahana. Dia menganggap yang bersangkutan seperti tidak siap dan terlalu normatif-konseptual. Padahal sebagai penantang, Prabowo sangat punya luxury untuk menembak petahana.
Rommy pun mengungkapkan sejumlah pertanyaan yang dilempar kubu Jokowi ke Prabowo dan tidak dijawab dengan baik. Pertama, visi misi tentang gender yang tidak tergambar di susunan kepengurusan Gerindra, komitmen berantas korupsi Vs caleg Gerindra yang versi ICW banyak eks terpidana korupsi, sampai Prabowo menari-nari. Tiga, cara berantas korupsi, dengan menaikkan take home pay birokrat saja.
"Beberapa kesalahan yang tidak didasarkan referensi juga diucapkan Prabowo seperti menyebut Jateng lebih luas dari Malaysia. Mungkin maksudnya penduduknya lebih banyak, negara maju dicirikan swasembada energi dan pangan. Padahal seperti Singapura itu maju, 100% impor energi & pangan," lanjut Rommy.
Kesalahan yang tak kalah fatal menurutnya juga dilakukan Sandiaga Uno. Bicara hukum selalu dibawa ke hukum yang menciptakan lapangan kerja.
"Hallo? Saat bicara terorisme juga tak mampu membedakan jelas deradikalisasi dan kontra radikalisasi," ujar Rommy.
Yang parah, lanjut Rommy, Prabowo selalu menyederhanakan bahwa korupsi di Indonesia akan tuntas kalau take home pay jaksa, hakim, polisi dinaikkan beberapa kali lipat dan birokrat gajinya naik berlipat. Tapi ketika dikomentari Jokowi soal "online single submission" sebagai salah satu solusi, skak mat.
"Padahal, pimpinan parpol Koalisi Indonesia Kerja sudah membekali Pak Jokowi kalau-kalau ditanya soal Tim Gabungan Novel, soal kriminalisasi ulama, soal tuduhan PKI yang selalu menjadi narasi 02. Jadi, jelas siapa pemenangnya di #DebatPertamaPilpres2019 malam tadi," tuturnya.
Klo jurinya garang, skor debat 5-0 utk @jokowi, tapi sy moderat saja 3-1. Banyak lubang yg tak dimanfaatkan @prabowo utk tembak petahana. Seperti tdk siap dan terlalu normatif-konseptual. Padahal sbg penantang @prabowo sangat punya luxury utk menembak petahana#DebatPilpres2019— M. Romahurmuziy (@MRomahurmuziy) January 18, 2019
Saat ditanya:— M. Romahurmuziy (@MRomahurmuziy) January 18, 2019
1.Visi-misi ttg gender yg tdk tergambar di susunan kepengurusan @Gerindra.
2.Komitmen berantas korupsi vs caleg @Gerindra yg versi ICW banyak eks terpidana korupsi, sampe nari2.
3.Cara berantas korupsi, dg menaikkan take home pay birokrat saja.#DebatPilpres2019
Bbrp kesalahan yg tdk didasarkan referensi juga diucapkan @prabowo. Seperti: menyebut Jateng lbh luas dr Malaysia, mungkin maksudnya penduduknya lebih banyak; negara maju dicirikan swasembada energi dan pangan. Padahal spt Singapura itu maju, 100% impor energi & pangan— M. Romahurmuziy (@MRomahurmuziy) January 18, 2019
Bbrp kesalahan yg tdk didasarkan referensi juga diucapkan @prabowo. Seperti: menyebut Jateng lbh luas dr Malaysia, mungkin maksudnya penduduknya lebih banyak; negara maju dicirikan swasembada energi dan pangan. Padahal spt Singapura itu maju, 100% impor energi & pangan— M. Romahurmuziy (@MRomahurmuziy) January 18, 2019
Kesalahan yg tak kalah fatal juga dilakukan @sandiuno. Bicara hukum selalu dibawa ke "hukum yg menciptakan lapangan kerja" .... hallo? Saat bicara terorisme juga tak mampu membedakan jelas deradikalisasi dan kontra radikalisasi— M. Romahurmuziy (@MRomahurmuziy) January 18, 2019
Yg parah, @prabowo selalu menyederhanakan bahwa korupsi di Indonesia akan tuntas klo "take home pay jaksa, hakim, polisi dinaikkan bbrp kali lipat" dan "birokrat gajinya naik berlipat". Ketika dikomentari @jokowi soal "online single submission" sbg salah satu solusi, skak mat— M. Romahurmuziy (@MRomahurmuziy) January 18, 2019
Padahal, pimpinan parpol Koalisi Indonesia Kerja sdh membekali pak @jokowi kalau2 ditanya soal Tim Gabungan Novel, soal kriminalisasi ulama, soal tuduhan PKI yg slalunjd narasi 02. Jadi, jelas siapa pemenangnya di #DebatPertamaPilpres2019 malam tadi#JokowiAminMenangDebat— M. Romahurmuziy (@MRomahurmuziy) January 18, 2019
- [message]
- [👀 SUMBER BERITA Dan Judul Asli .]
- [Judul Asli ► Sumber Berita ► 👀👉 ]

COMMENTS