Timses dapat memperkarakan Bagus Bawana karena mengaku sebagai Ketua Dewan Relawan Prabowo - Sandi.
RAKYAT SOSMED - Wakil Ketua Dewan Penasihat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandi, Hidayat Nur Wahid, menegaskan pihaknya tidak mengenal sosok penyebar hoaks surat suara Bagus Bawana Putra. Bagus juga sempat mengaku sebagai Ketua Dewan Koalisi Relawan Nasional Prabowo - Sandi.
Bahkan, ia menyebut posisi Ketua Dewan Koalisi Relawan Nasional tidak ada dalam struktur pemenangan Prabowo - Sandi.
"Penegasan langsung dari Pak Fadli Zon dan rekan-rekan di BPN Prabowo - Sandi, mereka tidak mengenal struktur dengan nama itu. Apalagi dengan personel itu di posisi tersebut. Jadi lembaga itu tidak dikenal dalam BPN Prabowo - Sandi karena itu jadi harus dipertanyakan," kata Hidayat di Komplek Parelemen DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (10/1).
Karena itu, Hidayat menuturkan timses berhak memperkarakan oknum yang mengaitkan pembuatan hoaks dengan Prabowo - Sandi. Sebab, salah satu kebijakan timses adalah tidak menyebarkan hoaks selama pemilu.
"Menurut saya layak apabila BPN Prabowo - Sandi memperkarakan yang bersangkutan, karena dia sudah mencatut nama dan mengaitkan dengan BPN Prabowo - Sandi. Jelas sekali kebijakan dasar kita tidak boleh menyebarkan hoaks apalagi terkait masalah yang sangat serius," ujar dia.
Selain itu, ia meminta agar pihak kepolisian untuk menuntaskan penyelidikan terhadap pelaku penyebar hoaks 7 kontainer surat suara agar tidak menimbulkan fitnah baru di tengah masyarakat.
"Saya kira polisi penting menuntaskan sampai selesai, termasuk yang bersangkutan telah tegas dinyatakan ditolak menjadi bagian BPN Prabowo - Sandi," tuturnya.
"Jangan dibiarkan mengambang menjadi faktor yang bisa digoreng. Kemudian jadi fitnah yang kemudian bisa digeneralisasi seolah-olah ini adalah kebijakan dari organisasi tertentu," tutup Hidayat.
Bagus Bawana Putra yang mengaku sebagai relawan Prabowo - Sandi ditetapkan sebagai tersangka pembuat voice chat 7 kontainer surat suara dicoblos dan terancam hukuman 10 tahun penjara. Bagus diamankan polisi di Sragen, Jawa Tengah, pada Senin (7/1) lalu.
Selain Bagus, polisi juga telah menangkap dua tersangka lainnya. Mereka, yakni LS yang ditangkap di Bogor, Jawa Barat dan HY ditangkap di Balikpapan, Kalimantan Timur. Mereka ditangkap karena menyebarkan berita bohong tanpa dicek lagi.
- [message]
- [👀 SUMBER BERITA Dan Judul Asli - Mari Kita Sama Sama Cross Check, Pada Dasarnya Situs Ini Hanyalah Mengambil Isi Tulisan Dari Link Dengan Judul Dibawah Ini - Terima Kasih - SUARASOSMED - RAKYAT SOSMED - Bangga Menjadi Bagian Dari Kalian Selama Ini - Karena Keterbatasan Sumber Daya Dan Lain Hal Maka Mohon Permakluman , Jika Sumber Berita Sudah Tidak Valid Lagi // Berganti Judul // Not Found Hilang, Maka artikel Diatas Dapat Anda Abaikan Dan Menjadi tidak Valid Lagi Karena Sumber asli Telah Berubah / Hilang Atau Kadaluarsa.]
- [Judul Asli ► Sumber Berita ► 👀👉Timses: Pelaku Hoaks Surat Suara Catut Prabowo, Layak Diperkarakan - kumparan.com ]

COMMENTS