Presiden Joko Widodo menyebut Pondok Pesantren Tebuireng yang didirikan oleh mendiang Hasyim Asy'ari berkontribusi signifikan bagi umat Islam di Indonesia dan kepada kemerdekaan Indonesia. Ia pun berterimakasih kepada cucu Hasyim yang juga pengasuh ponpes tersebut, Salahuddin Wahid alias Gus Sholah.
RAKYAT SOSMED - Presiden Joko Widodo menyebut Pondok Pesantren Tebuireng yang didirikan oleh mendiang Hasyim Asy'ari berkontribusi signifikan bagi umat Islam di Indonesia dan kepada kemerdekaan Indonesia. Ia pun berterimakasih kepada cucu Hasyim yang juga pengasuh ponpes tersebut, Salahuddin Wahid alias Gus Sholah.
Ucapan itu ia sampaikan kala meresmikan Museum Islam Indonesia Hasyim Ashari di Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Selasa (18/12).
Jokowi berkisah bahwa dahulu Hasyim Asy'ari pernah mendeklarasikan perang mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Bahkan, ia menyebut bahwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia sebagai jihad di jalan Allah, atau jihad fisabilillah.
Lihat juga: Safari Ponpes, Jokowi Menyekar ke Makam Gus Dur
Adapun, peristiwa itu termuat di dalam fatwa jihad yang diterbitkannya pada 14 September 1945. Bahkan, perjuangan Hasyim Asy'ari, yang juga pendiri Nahdlatul Ulama, ini dianggap menginsipirasi dirinya untuk menyusun peraturan presiden mengenai Hari Santri Nasional yang jatuh setiap 22 Oktober.
"Begitu besarnya rasa cinta beliau beserta para ulama pada Tanah Air kita Indonesia sehingga K.H. Hasyim Asy'ari bersama dengan para ulama lainnya dengan berani, dengan keteguhan hati, mendeklarasikan perang mempertahankan kemerdekaan Indonesia," kata Jokowi di Jombang, Selasa (18/12).
Keteladanan pendiri Nahdlatul Ulama (NU) itu, lanjut Jokowi, juga tercermin ke pengikut-pengikutnya. Kini, keteladanan Pesantren Tebuireng disebutnya tercermin dari buah pikiran Salahuddin Wahid.Silaturahmi dengan pimpinan Pondok Pesantren Darul 'Ulum, Jombang, Jawa Timur siang tadi. Kita berada di tahun politik, pemilu ini hanya lima tahun sekali, sementara Indonesia bangsa besar yang tetap akan berdiri kokoh.— Joko Widodo (@jokowi) December 18, 2018
Mari menjaga persatuan, persaudaraan, dan ukhuwah kita. pic.twitter.com/zre8gXbest
Lihat juga: Di Pesantren Jombang, Jokowi Berpesan soal Keberagaman
Jokowi menilai Gus Sholah ini kerap memberi pesan bahwa mencintai Indonesia adalah bentuk penghormatan tertinggi kepada ulama, santri, dan pahlawan lainnya.
Sebagai contoh, Gus Sholah sering memberikan pemahaman bahwa bentuk negara Indonesia akan selalu menjadi negara kesatuan, di mana proses masuknya Islam di masa lampau pun dilakukan dengan damai.
"Kami pun diingatkan bahwa kejayaan kerajaan-kerajaan Islam dari Aceh sampai Maluku turut mengantarkan Indonesia pada kemajuan bangsa di masa kini," ucap Jokowi.
Lihat juga: Jokowi Kisahkan Perpecahan Majelis Taklim akibat Pilpres
Karenanya, ia tak segan mengucapkan terima kasih atas jasa-jasa para tokoh Tebuireng.
"Selaku Presiden Republik Indonesia, selaku bagian dari umat Islam di Indonesia, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Gus Sholah beserta seluruh keluarga besar Tebuireng yang telah banyak memberikan kontribusi yang luar biasa bagi umat Islam di Indonesia," ujar dia.
Peresmian Museum Islam Indonesia ini merupakan rangkaian safari pondok pesantren Jokowi di Indonesia. Sebelumnya, Jokowi sempat mengunjungi makam Abdurrahman Wahid, yang merupakan kakak kandung Gus Sholah, dan Hasyim Asy'ari di Tebuireng dan bertandang ke Pesantren Darul Ulum yang juga terletak di Kabupaten Jombang.
- [message]
- [👀 SUMBER BERITA Dan Judul Asli - Mari Kita Sama Sama Cross Check, Pada Dasarnya Situs Ini Hanyalah Mengambil Isi Tulisan Dari Link Dengan Judul Dibawah Ini - Terima Kasih - SUARASOSMED - RAKYAT SOSMED - Bangga Menjadi Bagian Dari Kalian Selama Ini ]
- [Judul Asli ► Sumber Berita ► 👀👉Resmikan Museum Islam, Jokowi Berterimakasih pada Gus Sholah ]

COMMENTS