Sebenarnya Benny K Harman adalah seorang politikus PD asal Flores, Nusa Tenggara Timur yang sempat tiga kali maju dalam pilgub tapi gagal terus. Terakhir menduduki posisi sebagai anggota Komisi II DPR RIBenny digadang-gadang untuk menjadi calon Menteri tapi melihat kualitasnya, memalukan.
RAKYAT SOSMED - Sebenarnya Benny K Harman adalah seorang politikus PD asal Flores, Nusa Tenggara Timur yang sempat tiga kali maju dalam pilgub tapi gagal terus. Terakhir menduduki posisi sebagai anggota Komisi II DPR RIBenny digadang-gadang untuk menjadi calon Menteri tapi melihat kualitasnya, memalukan.
Sebagai doktor hukum ternyata Benny malah mengeluarkan cuitan yang sifatnya hoax dan justru mempermalukan dirinya yang adalah seorang pakar di bidang hukum. Tanpa mengecek terlebih dahulu si Benny K. Harman langsung mengaitkan kasus Ratna Sarumpaet dengan Pak Jokowi.
Ada tiga kemungkinan mengapa utk kasus ini presiden diam. Satu, presiden sibuk dan ini perkara kecil. Dua, presiden memelihara preman dan diduga kuat yang meninju Ratna adalah preman-preman suruhan presiden. Tiga, cara ini sudah sesuai dgn revolusi mental.@BennyharmanID
Tuduhan ini bahkan lebih jahat daripada yang dituduhkan oleh Mardhani dan Fadli Zon. Mereka juga menyebar hoaks tapi tak mengaitkan langsung dengan Presiden. Apapun komentar Benny Harman ini jelas menunjukkan kebenciannya plus kemarahan dan sentimen yang sangat sepihak.
Parahnya Benny dengan tanpa bukti yang valid dan hanya dari berita dari kubu oposisi langsung menuding Pak Jokowi yang menyuruh para preman untuk menggebuki Ratna. Inilah kebencian dalam hati yang tersimpan dan ketika ada kasus yang sensitif maka lasung memberondong serangan bertubi-tubi ke Pak Jokowi.
Benny K Harman oleh kubu Demokrat dikenal piawai di bidang hukum dan di Komisi III, oleh SBY dipercaya menjadi pimpinan ketua Komisi III. Sementara itu pengurus DPP Partai Demokrat, Cipta Panca yang juga komunikator politik PD mengatakan, banyak pemikiran Benny yang menjadi referensi para pemegak hukum, termasuk pemerintah dalam melakukan reformasi hukum di negeri ini.
Cerdas tapi tidak bijaksana. Bodoh lebih cocok untuk reaksinya yang konyol di akun Twitternya. Lagi-lagi Demokrat dan Pak SBY makin ditenggelamkan oleh kadernya yang norak dan lebay emosional. Waktu lalu SBY sampai minta maaf si Andi Arief main tuding ke Kejagung dan Pak Jokowi. Ini tambah lagi satu kadernya yang omongannya malah ketularan bibir dan mulut Ratna Sarumpaet.
Ada tiga kemungkinan mengapa utk kasus ini presiden diam. Satu, presiden sibuk dan ini perkara kecil. Dua, presiden memelihara preman dan diduga kuat yang meninju Ratna adalah preman-preman suruhan presiden. Tiga, cara ini sudah sesuai dgn revolusi mental. https://t.co/erM1bR1lQa— Benny K Harman (@BennyHarmanID) October 3, 2018
Sudah jelas dalam konferensi pers DiReskrimum @poldametrojaya Kombes Polisi Nico Afinta bahwa pada tanggal 21 September 2018 jam 17.00 WIB Ratna Sarumpat check in ke Klinik Kecantikan Bina Estetika. Bukti CCTV dan bukti debet serta pengakuan dokter Bina Estetika sudah tak terbantahkan.
Parah banget cuitannya si Benny ini. Kendati masih memakai kata kemungkinan, Benny langsung menyimpulkan peranan langsung Pak Jokowi yang ikut menyuruh preman untuk memukuli Ratna. Kejam nian si Benny Harman ini.
Demokrat, beginilah kualitas kadermu yang ikut menambah koleksi fitnah dan hoaks yang berkaitan dengan si Ratna dan juga terkait langsung dengan Presiden Jokowi. Untunglah Anda Pak Benny bukan di Turki atau di Russia, langsung diamankan kalua asal main tuding ke Presiden.
Terbukti bahwa si lebamnya karena oplas dan bukan karena penganiayaan. Terciduk sudah hoaksnya Ratna dan terciduk pula para pendukung hoaksnya ini. Benny termakan rekayasa dan sandiwara Ratna.
Bukan hanya itu, Prabowo, Fadli Zon, Mardhani, Dahnil Simanjuntak, Rachel Maryam, Fahira Idris dan konco-konco mereka. Mereka terbukti mendukung dan menyebar hoaks soal Ratna Sarumpaet.
Benny mempertontonkan kebodohan dan ketololannya sendiri. Tanpa bukti dia main tuuduh begitu saja. Kalua memang ada bukti, sodorkan dong jangan main lempar cuitan profokativ tanpa dasar dan justru hanyalah luapan emosi jiwa yang kalap semata.
Belakangan cuitannya melunak. Begitu tahu kabarnya hoaks si Benny tanpa minta maaf masih nyerocos dengan cuitan sok menghakimi, beginilah cuitan si Benny Harman:
Setuju, kemungkinan ke-4, karena ini hoax dan utk itu hrus ditangkap dn dipenjarakan penyebar hoax. Bikin rusak demokrasi @BennyharmanID
Nah, harusnya yang ditangkap dan dipenjarakan adalah termasuk si Benny sendiri. Ujung-ujungnya mulai mengakui bahwa bukan Jokowi kan yang main menyuruh preman. Makanya jangan emosi dan main tuduh seperti itu. Ini bukti bahwa seorang sekaliber doktor seperti Benny K. Harman masih percaya hoaks dan tebar hoaks. patut dilaporkan politisi PD yang satu ini ke Kepolisian.
Duh, mo tidur, ga sengaja baca twit ini.— ADDIE MS (@addiems) October 3, 2018
Tega2nya berprasangka thdp Presiden yg sedang berada di lokasi bencana utk kedua kalinya bersama jajarannya memulihkan kehidupan warga di sana. Ayo, kita bersatu bantu mereka, Pak. Mereka bukan diam, tp tak punya waktu buat kasus2an itu. https://t.co/VVVgFqSks6
Eh #JokowiLagi👿
- [message]
- [👀 SUMBER BERITA Dan Judul Asli - Mari Kita Sama Sama Cross Check, Pada Dasarnya Situs Ini Hanyalah Mengambil Isi Tulisan Dari Link Dengan Judul Dibawah Ini - Terima Kasih]
- [Judul Asli ► Sumber Berita ► 👀👉Keji, Politisi PD Benny K. Harman Tuding Jokowi Suruh Preman Pukuli Ratna - Seword ]

COMMENTS