Menjelang akhir bulan September 2019 lalu, para pendukung Prabowo – Sandiaga sudah siap-siap menyerang Jokowi. Pasalnya ada isu tentang kemasan beras dari Toko Tani Indonesia milik Kementrian Pertanian (Kementan) yang katanya bergambar Jokowi. Berasa mendapat amunisi yang masih fresh, dengan senjata terkokang para kampret siap menyerang Jokowi dari segala sudut dan lini. Apa daya, mereka kecele abiies… Lengkapnya dalam tulisan di link berikut.
RAKYAT SOSMED - Menjelang akhir bulan September 2019 lalu, para pendukung Prabowo – Sandiaga sudah siap-siap menyerang Jokowi. Pasalnya ada isu tentang kemasan beras dari Toko Tani Indonesia milik Kementrian Pertanian (Kementan) yang katanya bergambar Jokowi. Berasa mendapat amunisi yang masih fresh, dengan senjata terkokang para kampret siap menyerang Jokowi dari segala sudut dan lini. Apa daya, mereka kecele abiies… Lengkapnya dalam tulisan di link berikut.
https://seword.com/politik/siap-serang-jokowi-pakai-kemasan-beras-kampret-kecele-lalu-kecewa-yDGxR0eIT
Ngomong-ngomong soal politik beras, yang mau dituduh siapa, eh ternyata yang melakukannya siapa hehehe…. Itu lah para pendukung Prabowo – Sandiaga, penuh dengan tipu daya. Teriak-teriak anti aseng dan Jokowi antek aseng, eh tahunya Prabowo sendiri yang ikut merayakan hari besar China bersama para pejabat China. Nggak ada kedengaran suara-suara yang teriak-teriak Prabowo antek aseng. Padahal nyata sekali ada berita, foto dan videonya. Bukan hoax kayak foto Jokowi di kemasan beras tuh. Emangnya stuntman Prabowo yang ketemu sama para pejabat China itu? Wkwkwk…
Nah, diantara berita-berita mengenai musibah bencana alam gempa yang menimpa saudara-saudara kita di Palu dan Donggala, berita pencekalan Rizieq Shihab dan hoax penganiayaan seorang nenek, terselip sebuah video yang hampir lepas dari perhatian kita semua. Ini harus diviralkan. Lho, jangan kalah dong sama nenek-nenek itu. Katanya dianiaya dan ada fotonya, tapi ketimbang lapor polisi, dia malah bikin heboh di media sosial. Kita juga jangan kalah. Kali ini saya tidak mengendorse untuk mengadukan ke Bawaslu. Nggak perlu lah merepotkan Bawaslu. Iya nanti kalau ada yang mau mengadukan secara resmi, silakan. Bagi saya sekarang, kita nggak boleh kalah heboh sama kardusers dan kampreters. Viralkan dan bikin heboh juga di media sosial. Rasakan tuh senjata makan tuan!
Video ini diunggah oleh sebuah akun Twitter milik Ari Prasetyo. Dalam video terlihat seorang ibu yang membawa sekarung kecil beras, sepertinya dalam ukuran 5 kilogram, kita sebut saja Ibu OK. Dia menemui seorang ibu lain bernama Ibu Wati. Ibu OK kemudian menawarkan beras yang dia bawa pada Ibu Wati.
“Ibu Wati, saya mau jualan beras nih. Ini beras dari petani kita, bukan beras impor. Dan kita dari toko kita, namanya OK Freshmart xxxxx (tidak jelas nama tokonya), di bawah Koperas OK OCE. Penggagasnya adalah Bang Sandiaga Uno. Agar rakyat kita ekonominya menjadi kuat. Saya mau jualan nih dari Rp 60.500 jadi Rp 2.000. Mau beli nggak?” ujar Ibu OK. Ibu Wati bersedia membeli beras itu dengan uang Rp 2.000 yang sepertinya sudah disiapkan di tangannya.
Sesudah adegan jual beli beras ini, Ibu OK kemudian berkampanye. “Nah, ibu ya kita juga mau pinginnya ibu ini seperti Habib Rizieq sudah bilang ya di ijtimak ulama II, setiap rumah adalah posko pemenangan Prabowo – Sandiaga Uno. Ibu mau nggak ditempelin (stiker)?” tanya Ibu OK sambil memperlihatkan stiker Prabowo – Sandiaga. Tentu saja sesuai skenario, Ibu Wati bersedia. Kemudian dia menempelkan stiker Prabowo – Sandiaga di jendela depan rumahnya.
Adegan terakhir adalah seruan-seruan bersama para emak-emak ini. “Prabowo – Sandiaga Uno menang!, Prabowo – Sandiaga Uno Presiden dan Wakil Presiden Ri 2019!” seru mereka sambil sambil mengacungkan 2 jari.
Videonya bisa dilihat di link berikut ini:
Kail di sebar umpan di pasang!— Ary Prasetyo (@Aryprasetyo85) September 29, 2018
Mereka Hoax beras ada gambr jokowi.https://t.co/QRTTlpOjvZ
Nyata nya mrk yg gunakan beras tuk beli suara rakyat!
Gerakan Otak Keong Racun Telah BERAKSI..
😂
KASIHAN TU JILBABMU BU KLO AKSI MU PENUH TIPU2 DEMI KEKUASAAN.#bukaduluTopengmu pic.twitter.com/eeh8efC58v
Di antara netizen yang memberikan reaksi atas unggahan video ini, ada seorang netizen yang mengaku sebagai petani. Dia memprotes keras harga beras yang diturunkan menjadi Rp 2.000 itu. Karena akan sangat merugikan petani. “Saya sebagai petani tidak akan pilih selain pak @jokowi . Bayangin aja kl beras sampe konsumen dgn harga Rp. 2000,- dpt lbih dr sekilo, trs dr petani brp hrganya? Emng petani bs mnghasilkan beras dgn hanya baca mantra? Biaya produksi mahal kampretttt...,” tulis akun milik @otisram. Masuk akal sekali protes ini. Sama saja dengan keinginan Mardani Ali Sera (PKS), maunya harga telor Rp 11.000 per kilogram. Bikin mampus peternak dong itu.
Bonus video
- [message]
- [👀 SUMBER BERITA Dan Judul Asli - Mari Kita Sama Sama Cross Check, Pada Dasarnya Situs Ini Hanyalah Mengambil Isi Tulisan Dari Link Dengan Judul Dibawah Ini - Terima Kasih]
- [Judul Asli ► Sumber Berita ► 👀Jangan Lengah! Viralkan Politik Beras Toko OK OCE Buat Prabowo-Sandiaga! - Seword👉 ]

COMMENTS