RAKYAT SOSMED - HOAX PEMUKULAN RATNA SARUMPAET
RAKYAT SOSMED - HOAX PEMUKULAN RATNA SARUMPAET pic.twitter.com/tq8CHE0285
Foto ini bukanlah foto Ratna Sarumpaet. Jika itu Ratna Sarumpaet maka akan ada jasa pukul berbayar agar jadi lebih muda
Hoax berawal dari akun @BalqisSidiqia yg memposting foto wajah foto wajah orang babak belur yg di klaim sebagai Ratna Sarumpaet. Padahal foto tersebut bukan Ratna Sarumpaet dan belum tentu babak belurnya karena dipukuli pic.twitter.com/faegwWcJll
Selanjutnya hoax makin diviralkan oleh akun @cumarachel dengan posting sok tau bahwa semalam Ratna Sarumpaet dipukuli dan saat ini kondisinya babak belur pic.twitter.com/mxJwkLDZUi
Namanya juga hoax, tak butuh waktu lama untuk ketahuan bahkan saling bantah antar sesama mereka. Ternyata sumber lain mengatakan pengeroyokan terjadi tanggal 21 September pic.twitter.com/NbBdYEpcNP
Satu kebohongan harus ditutup dengan kebohongan lainnya. Sadar hoaxnya sudah terbantahkan, Rachel Maryam bikin klarifikasi bahwa kejadian bukan semalam tapi tgl 21 September, sambil bikin kebohongan baru bahwa berita tidak keluar atas permintaan RS sendiri karena trauma pic.twitter.com/WCfhlhjkxR
Hoax semakin viral karena media mainstream ikut2an menyebarkan berita yg belum pasti kebenarannya. Padahal tak satupun ada wartawannya yg menemui langsung Ratna Sarumpaet. Semua berita bersumber pada gosip di medsos. pic.twitter.com/ds9pUUa5Zm
Tentang foto wanita bonyok yg diaku sebagai Ratna Sarumpaet itu sudah jelas hoax. Tapi bagaimana tentang berita pengeroyokan Ratna Sarumpaet tgl 21 September? Benar terjadi atau hoax juga? Mari kita uji bersama2.
Pertama, kita lihat karakter Ratna Sarumpaet dulu. Dia bukanlah tipe wanita penakut, bahkan nyalinya jauh lebih besar dibanding banyak kaum laki2. Tahun 1998 dia pernah di tangkap dan di penjara. Toh itu tak membuat dia kapok.


Ok, kita anggap saja pengeroyokan terjadi setelah wawancara. Pertanyaannya, apakah benar Ratna Sarumpaet alami trauma setelah itu?
Jika dilihat dari akun twitternya sejak tgl 21 hingga kemarin Ratna Sarumpaet justru masih sangat aktif dan jauh dari ciri2 orang yg sedang alami trauma. Bahkan tgl 22 dia masih posting berita wawancara dirinya di detik pic.twitter.com/040DOJJLhc
Hari2 berikutnya pun Ratna Sarumpaet masih galak seperti biasanya. Tak ada tanda2 orang trauma sama sekali pic.twitter.com/H0HA5SlLvJ
Kesimpulannya Ratna Sarumpaet sama sekali tidak trauma dan berita pemukulannya (jika benar ada) tidak disebarkan sejak tgl 21 September adalah bohong.
Foto yg dipakai hoax, waktu pemukulan semalam hoax, traumanya juga hoax.
Pertanyaan selanjutnya adalah, pemukulannya hoax juga atau bukan?
Mengenai ini satu2nya konfirmasi baru dikeluarkan adalah dari @fadlizon yg kita semua tahu tentang tendensinya dan ragukan kredibilitasnya pic.twitter.com/2YRf6ip7xV
Tetapi drpd percaya mulut orang yg sering sebar hoax kami lebih memilih percaya pada pihak yg berwajib. Polisi sudah menunggu Ratna Sarumpaet melaporkan jika benar2 mengalami penganiayaan. pic.twitter.com/9qswQNhDEn
Semua orang bisa klaim apapun. Semua orang bisa bikin sandiwara untuk membangun opini. Ratna Sarumpaet boleh mengaku dirinya dipukuli, Fadli Zon boleh membenarkan gosip itu. Tapi sebelum melaporkannya ke polisi maka WAJIB DIANGGAP HOAX.
Bahkan kita perlu curiga motif penyebaran hoax ini. Sebab aneh sekali ada yg ngaku dikeroyok tapi kok tak mau melapor ke kepolisian? Apa tujuannya? Untuk memojokkan pihak2 tertentukah?
Gosip tentang Ratna Sarumpaet dianiaya secara fisik ini bukan sekali ini saja, beberapa waktu yg lalu juga pernah beredar gosip serupa. Kami justru khawatir Ratna Sarumpaet berada di gerombolan yg justru sangat ingin dia dipukulin.
Waspadai hoax2 yg sengaja dibuat untuk menjatuhkan pemerintah yg sedang berkuasa. Pola mereka sama persis dgn hoax produksi ISIS untuk menjatuhkan pemerintah Suriah. Lawanlah hoax dengan fakta.
Sekian kultwit kami. Waspadalah waspadalah waspadalaaah!
Foto ini bukanlah foto Ratna Sarumpaet. Jika itu Ratna Sarumpaet maka akan ada jasa pukul berbayar agar jadi lebih muda
Hoax berawal dari akun @BalqisSidiqia yg memposting foto wajah foto wajah orang babak belur yg di klaim sebagai Ratna Sarumpaet. Padahal foto tersebut bukan Ratna Sarumpaet dan belum tentu babak belurnya karena dipukuli pic.twitter.com/faegwWcJll
Selanjutnya hoax makin diviralkan oleh akun @cumarachel dengan posting sok tau bahwa semalam Ratna Sarumpaet dipukuli dan saat ini kondisinya babak belur pic.twitter.com/mxJwkLDZUi
Namanya juga hoax, tak butuh waktu lama untuk ketahuan bahkan saling bantah antar sesama mereka. Ternyata sumber lain mengatakan pengeroyokan terjadi tanggal 21 September pic.twitter.com/NbBdYEpcNP
Satu kebohongan harus ditutup dengan kebohongan lainnya. Sadar hoaxnya sudah terbantahkan, Rachel Maryam bikin klarifikasi bahwa kejadian bukan semalam tapi tgl 21 September, sambil bikin kebohongan baru bahwa berita tidak keluar atas permintaan RS sendiri karena trauma pic.twitter.com/WCfhlhjkxR
Hoax semakin viral karena media mainstream ikut2an menyebarkan berita yg belum pasti kebenarannya. Padahal tak satupun ada wartawannya yg menemui langsung Ratna Sarumpaet. Semua berita bersumber pada gosip di medsos. pic.twitter.com/ds9pUUa5Zm
Tentang foto wanita bonyok yg diaku sebagai Ratna Sarumpaet itu sudah jelas hoax. Tapi bagaimana tentang berita pengeroyokan Ratna Sarumpaet tgl 21 September? Benar terjadi atau hoax juga? Mari kita uji bersama2.
Pertama, kita lihat karakter Ratna Sarumpaet dulu. Dia bukanlah tipe wanita penakut, bahkan nyalinya jauh lebih besar dibanding banyak kaum laki2. Tahun 1998 dia pernah di tangkap dan di penjara. Toh itu tak membuat dia kapok.


Ok, kita anggap saja pengeroyokan terjadi setelah wawancara. Pertanyaannya, apakah benar Ratna Sarumpaet alami trauma setelah itu?
Jika dilihat dari akun twitternya sejak tgl 21 hingga kemarin Ratna Sarumpaet justru masih sangat aktif dan jauh dari ciri2 orang yg sedang alami trauma. Bahkan tgl 22 dia masih posting berita wawancara dirinya di detik pic.twitter.com/040DOJJLhc
Hari2 berikutnya pun Ratna Sarumpaet masih galak seperti biasanya. Tak ada tanda2 orang trauma sama sekali pic.twitter.com/H0HA5SlLvJ
Foto yg dipakai hoax, waktu pemukulan semalam hoax, traumanya juga hoax.
Pertanyaan selanjutnya adalah, pemukulannya hoax juga atau bukan?
Mengenai ini satu2nya konfirmasi baru dikeluarkan adalah dari @fadlizon yg kita semua tahu tentang tendensinya dan ragukan kredibilitasnya pic.twitter.com/2YRf6ip7xV
Tetapi drpd percaya mulut orang yg sering sebar hoax kami lebih memilih percaya pada pihak yg berwajib. Polisi sudah menunggu Ratna Sarumpaet melaporkan jika benar2 mengalami penganiayaan. pic.twitter.com/9qswQNhDEn
Semua orang bisa klaim apapun. Semua orang bisa bikin sandiwara untuk membangun opini. Ratna Sarumpaet boleh mengaku dirinya dipukuli, Fadli Zon boleh membenarkan gosip itu. Tapi sebelum melaporkannya ke polisi maka WAJIB DIANGGAP HOAX.
Bahkan kita perlu curiga motif penyebaran hoax ini. Sebab aneh sekali ada yg ngaku dikeroyok tapi kok tak mau melapor ke kepolisian? Apa tujuannya? Untuk memojokkan pihak2 tertentukah?
Gosip tentang Ratna Sarumpaet dianiaya secara fisik ini bukan sekali ini saja, beberapa waktu yg lalu juga pernah beredar gosip serupa. Kami justru khawatir Ratna Sarumpaet berada di gerombolan yg justru sangat ingin dia dipukulin.
Waspadai hoax2 yg sengaja dibuat untuk menjatuhkan pemerintah yg sedang berkuasa. Pola mereka sama persis dgn hoax produksi ISIS untuk menjatuhkan pemerintah Suriah. Lawanlah hoax dengan fakta.
Sekian kultwit kami. Waspadalah waspadalah waspadalaaah!
Prediksi kami Ratna Sarumpaet sendiri tidak tahu menahu soal ini. Klaim penganiayaan datang dari pihak lain bukan dari RS sendiri. RS sedang digunakan dan ditempatkan pada posisi sulit harus membenarkan kebohongan pihak lain tentang dirinya. https://t.co/NJg82No3fe— PS (@PartaiSocmed) October 2, 2018
Chirpified: HOAX PEMUKULAN RATNA SARUMPAET | By @PartaiSocmed https://t.co/Kbi3WRFKpQ— Adi Juliawan (@jackmedia) October 2, 2018
- [message]
- [👀 SUMBER BERITA Dan Judul Asli - Mari Kita Sama Sama Cross Check, Pada Dasarnya Situs Ini Hanyalah Mengambil Isi Tulisan Dari Link Dengan Judul Dibawah Ini - Terima Kasih]
- [Judul Asli ► Sumber Berita ► 👀👉 ]
















COMMENTS