Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno memastikan tak akan menjenguk tersangka kasus dugaan penyebar berita bohong atau hoaks soal penganiayaan, Ratna Sarumpaet di sel tahanan Polda Metro Jaya.
RAKYAT SOSMED - Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno memastikan tak akan menjenguk tersangka kasus dugaan penyebar berita bohong atau hoaks soal penganiayaan, Ratna Sarumpaet di sel tahanan Polda Metro Jaya.
Sandi takut jika dirinya menjenguk Ratna, maka hal itu akan dipolitisasi dan akan semakin membebani Ratna Sarumpaet.
"Saya sampaikan biar pihak kepolisian yang menangani. Menjenguk itu pasti dipolitisasi, pasti akan menambah beban (ke Ratna)," kata Sandi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (8/10).
Tak hanya soal menjenguk, Sandi juga mengaku dirinya dan Prabowo Subianto telah memutuskan untuk tak menambah beban Ratna dengan melaporkannya ke polisi. Lagi pula Ratna sendiri memang sudah ditahan sebagai akibat dari perilakunya yang telah berbohong soal penganiayaan itu.
"Saya dan Pak Prabowo memutuskan tidak menambah beban Bu Ratna, sekarang ini beliau sudah di tahan dan jadi tersangka," katanya.
Lihat juga: Pelapor Nilai Tak Adil Bila Hanya Ratna yang Diproses Hukum
Berbanding terbalik dengan Sandi, Badan Advokasi Hukum Partai Gerindra justru telah melaporkan Ratna karena dianggap merugikan Partai Gerindra. Laporan itu dilakukan oleh Sekertaris Badan Advokasi Hukum Taufiqurrahman pada Sabtu (6/10) lalu.
Sandi enggan berkomentar. Alasannya segala urusan Partai Gerindra sudah bukan tanggung jawabnya lagi. Mengingat dia sudah keluar dari Partai Gerindra.
"Saya sudah bukan orang partai, enggak bisa komentar yah. Yang jelas saya tidak mau tambah beban bu Ratna," kata Sandi.
Ratna Sarumpaet resmi ditahan di Mapolda Metro Jaya sejak Jumat (5/10) malam. Sebagai tersangka dugaan penyebar hoaks soal penganiayaan, dia dijerat dengan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 jo Pasal 45 Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Lihat juga: Menimbang Status Tahanan Kota untuk Ratna Sarumpaet
Polisi menangkap Ratna saat hendak terbang ke Chile menggunakan pesawat Turkish Airlines. Ratna ditangkap karena selain berstatus tersangka, juga lantaran sudah dicegah ke luar negeri.
PDIP: Mulutmu Harimaumu
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto enggan berkomentar soal kemungkinan Ratna menjadi tahanan kota. Menurutnya, penentuan status tersebut merupakan kewenangan penyidik Kepolisian.
Hal ini terkait dengan permohonan kuasa hukum Ratna agar kliennya jadi tahanan kota dengan jaminan tak akan melarikan diri dan merusak barang bukti.
"Itu merupakan ranah hukum ya. Kami tidak ikut campuri masalah tersebut," ujar Hasto di Kanto DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Senin (8/10).
Lihat juga: Kuasa Hukum Jamin Ratna Sarumpaet Tak Akan Melarikan Diri
Meski bungkam soal status tahanan Ratna, Hasto menuturkan kasus tersebut harus menjadi bahan pembelajaran bagi para pemimpin dalam merespon sebuah situasi. Hasto tidak merujuk siapa pemimpin yang dimaksud.
Ia hanya berkata pemimpin harus melakukan kroscek atas sebuah informasi sebelum meresponsnya.
"Yang namanya pemimpin tidak boleh grusak-grusuk, tidak boleh cepat merespon, tidak boleh telinganya tipis, tidak boleh emosional. Apa yang harus disampaikan harus diendapkan terlebih dahulu. Karena mulutmu adalah harimaumu," ujarnya.
Di sisi lain, Hasto enggan berkomentar apakah kasus kebohongan Ratna menguntungkan kubu Prabowo Subianto-Sandaiaga Uno atau Joko Widodo-Maruf Amin di Pilpres 2019. Ia hanya berkata keuntungan elektoral hanya bisa dicapai lewat kerja keras, bukan melalui sebuah kebohongan.
"Mana ada kebohongan menimbulkan keuntungan politik, tidak ada. Keuntungan politik itu tercapai melalui kerja keras," ujar Hasto. (jps)
- [message]
- [👀 SUMBER BERITA Dan Judul Asli - Mari Kita Sama Sama Cross Check, Pada Dasarnya Situs Ini Hanyalah Mengambil Isi Tulisan Dari Link Dengan Judul Dibawah Ini - Terima Kasih]
- [Judul Asli ► Sumber Berita ► 👀👉 Sandiaga Tak Akan Jenguk Ratna Sarumpaet di Tahanan ]


COMMENTS