Loading...

Analisa Politik : Senior Sebut Prabowo Impulsif, Sandi Gemar Hoaks kecil.

Sangat pas jika menganalogikan hoaks dengan gempa bumi, karena ibarat sebuah gempa bumi besar, sebelum terjadinya hoaks besar tentang penganiayaan Ratna Sarumpaet, kita mendapatkan hoaks-hoaks kecil sebagai peringatan dini, seperti berita tentang seorang ibu ribut dengan suami karena membawa uang belanja seratus ribu cuma dapat bawang dan cabai.


RAKYAT SOSMED - Sangat pas jika menganalogikan hoaks dengan gempa bumi, karena ibarat sebuah gempa bumi besar, sebelum terjadinya hoaks besar tentang penganiayaan Ratna Sarumpaet, kita mendapatkan hoaks-hoaks kecil sebagai peringatan dini, seperti berita tentang seorang ibu ribut dengan suami karena membawa uang belanja seratus ribu cuma dapat bawang dan cabai.

Dan setelah terjadinya hoaks utama yang melibatkan pihak kepolisian, kini berkali-kali muncul hoaks susulan, persis seperti menyusul gempa utama maka akan berkali-kali diikuti gempa susulan. Hoaks susulan yang dimaksud adalah berita tentang harga nasi ayam di Jakarta yang katanya lebih mahal jika dibandingkan dengan di Singapura.

"Ya pertama, yang ingin saya sampaikan terkait tanggapan Sandi, itu bagian dari hoaks, kenapa karena itu tidak sesuai dengan apa yg terjadi di lapangan," kata Ace, di posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (9/10/2018). Tidak sampai disitu Ace menuding tim ekonomi kubu Prabowo-Sandiaga juga ikut menyebarkan berita hoaks. "Itu salah satu dari yang disampaikan oleh kubu Sandi dia mendapatkan informasi dari tim ekonomi-nya, jangan-jangan tim ekonomi nya juga melakukan kebohongan terkait dengan apa yg terjadi di lapangan," ujar Ace. sumber : Hoaks : Nasi Ayam Di Jakarta Lebih Mahal dari Singapura ?.

Bagaimana kita mengkonfirmasi hoaks yang dikisahkan oleh cawapres nomor urut 2 tersebut ? Kita bisa temukan di cuplikan berita di bawah ini. Ternyata pembanding yang disebutkan oleh Sandiaga, nyaris benar jika dilihat hanya dari nilai nominalnya. Namun karena memang nalar yang dibangunnya adalah semata-mata untuk menarik perhatian agar terdengar heboh, dan seolah-olah cerita itu benar adanya, dia tidak menyebut perbandingan sisi lainnya, misalnya lokasi dan fasilitas yang disediakan oleh area belanja kuliner tersebut.



Sumber : Nasi Ayam Jakarta Dibandingkan dengan Singapura.



Hoaks susulan lainnya adalah berkaitan dengan tudingan dari Indonesialeaks, yang menyebutkan ada rekaman CCTV memuat rekaman perusakan barang bukti sebuah buku catatan di KPK yang terindikasi bukti catatan setoran uang oleh seorang pengusaha kepada Pejabat Polri.

Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo atau Jokowi dan Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto, mengatakan temuan Indonesialeaks soal dugaan aliran dana korupsi ke Kapolri Jenderal Tito Karnavian bukanlah sebuah kebetulan. "Sebagai bagian dari drama Ratna Sarumpaet itu, apapun yang namanya leaks-leaks itu, harus diuji di mata hukum," kata Hasto di kediaman Ma'ruf Amin, Jakarta, Rabu 10 Oktober 2018.

Leaks-leaks yang lain, ujar Hasto, juga bisa dibuat. Hal yang terpenting, kata dia, Presiden Jokowi telah berkomitmen agar seluruh pejabat negara bersih dari korupsi. sumber : TKN Jokowi Sebut Tuduhan Indonesialeaks Bukan Kebetulan.

Kemudian ada lagi hoaks terakhir, yakni tudingan terhadap kebijakan menaikkan harga Premium yang disebutnya mundur maju, sehingga disinyalir para pendukung Prabowo yang sudah ancang-ancang meledakkan serangan jika kenaikan itu benar terjadi, kini hanya menikmati riak kecil, dengan tetap mengirim pesan berbau cemoohan. Pendek kata, tidak boleh ada yang mereka lewatkan terkait dengan kebijakan pemerintah.

Kubu pendukung Prabowo-Sandi seperti kehilangan kesempatan untuk melanjutkan gorengan tentang isu kenaikan harga BBM. Ironisnya, sebelum santer kabar itu mereka seperti memancing-mancing agar pemerintah segera menaikkan harga. Namun entah ada kejadian apa sehingga kementerian ESDM justru mengumumkan pembatalan.

Direktur Pencapresan PKS Suhud Aliyudin sebelumnya menyebut maju-mundur kenaikan Premium seperti meneror masyarakat. Kritik Suhud dianggap Sekjen PPP Arsul Sani sebagai rasa frustrasi gagal menggoreng isu kenaikan Premium. "Barisan PAS (Prabowo-Sandi), termasuk PKS, kecewa karena gagal memiliki bahan 'gorengan' besar akibat Presiden Jokowi tidak menyetujui usulan kenaikan harga BBM Premium dari jajaran di bawahnya," kata Arsul via pesan singkat, Kamis (11/10/2018). sumber : Premium Batal Naik, Oposisi Gagal Goreng Isu.

Terkait isu yang sama, tim Prabowo lainnya terus memancing dengan menyebut pemerintah miskin koordinasi. Sepertinya situasi panas seperti ini akan semakin ketat dan kalau diibaratkan pertandingan sepak bola, di antara dua kubu seperti saling melakukan serangan balik.

"Pak Jokowi sebagai presiden di waktu yang tersisa tidak mengulangi terus-menerus kepemimpinan yang miskin perencanaan dan koordinasi seperti yang beliau tunjukkan selama ini," kata Koordinator Jubir Prabowo-Sandi Dahnil Anzhar Simanjuntak kepada wartawan, Kamis (11/10/2018). sumber : Gorengan Oposisi tentang Kenaikan Harga BBM.

Kian kabur pula hasil dari deklarasi kampanye damai yang telah dilakukan pada awal masa kampenye Pemilu beberapa waktu lalu. Bagaimanapun semakin kuat dugaan bahwa pernyataan-pernyataan yang berasal dari capres nomor urut 2 menjadi muasal dari kekisruhan di tahun politik kali ini. Tidak salah kalau Gubernur Lemhanas sejak awal menilai Prabowo tidak pantas menjadi Presiden.

Gubernur Lemhannas, Letjen TNI (Purn.) Agus Widjojo menjelaskan soal hubungannya dengan Prabowo. Ia mengatakan kalau Prabowo adalah sosok yang terlalu impulsif dan reaktif. Hal itu disampaikan Agus Widjojo, di tayangan Q & A Metro TV, Rabu (10/10/2018).

"Saya rasa semua orang juga sudah tahu bahwa dia itu sangat impulsif dan reaktif yang itu mungkin bisa lebih dia tekan agar berpikir dan bersikap menjadi lebih dewasa, apalagi kalau dia memimpin bangsa yang besar," tutupnya. sumber : Agus Widjojo : Prabowo Harus Meninggalkan Sikap Impulsif.

Penegasan Agus Widjojo itu kembali terbukti dengan pernyataan tendensius Prabowo ketika membeikan sambutan di acara LDII belum lama ini :

"Ini pendapat saya, dengan segala hormat, ada pengkhianatan yang terjadi ini. Pengkhianatan yang dilakukan oleh elite-elite kita, tidak memikirkan kepentingan masyarakat, tapi kelompoknya, darinya keluarganya," kata Prabowo.

Prabowo mengatakan Indonesia merupakan negara kaya, nomor enam di dunia. Menurut Prabowo, saat ini Indonesia menjadi negara yang tekor atau rugi karena hidup dalam utang. "Tapi kita sebagai bangsa, kita ini tekor sebagai bangsa, kita bangsa yang rugi. Kita bangsa yang hidup dari utang," tambahnya. sumber : Tudingan dan Fitnah Berasal dari Seorang Capres.

Ironis memang, lembaga internasional menyanjung-nyanjung bahwa pemerintah Indonesia berada di tangan yang benar, sehingga mereka optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap terjaga, sementara dari kalangan sendiri menyebutkan sebaliknya. Lihat tulisan : Lembaga Internasional Memuji Presiden Jokowi.

Memang repot jika kita terus dipertunjukkan dengan tema yang membahas masa lalu dimana marak terjadi pengkhianatan. Hanya karena baru kali ini mendapat panggung yang ideal, tudingan itu menjadi liar dan tidak objektif.

#JokowiLagi Lawan #CapresHoaks
  • [message]
    • [👀 SUMBER BERITA Dan Judul Asli - Mari Kita Sama Sama Cross Check, Pada Dasarnya Situs Ini Hanyalah Mengambil Isi Tulisan Dari Link Dengan Judul Dibawah Ini - Terima Kasih]

COMMENTS

loading...
Loading...

BERITA LAINNYA$type=sticky$count=4$author=hide$readmore=hide

Name

Beritanya,4984,DAERAH,436,EKONOMI,431,INTERMEZO,505,INVESTIGASI,233,JAKARTA,394,Kejadian,489,KIRIMAN NETIZEN,178,KORUPSI,267,KRIINAL,1,KRIMINAL,833,OLAHRAGA,6,OPINI,787,PIALA DUNIA 2018,6,POLITIK,1929,TEKNOLOGI,5,TERORIS,187,VIRAL,2469,WORLD,206,
ltr
item
RAKYAT SOSMED: Analisa Politik : Senior Sebut Prabowo Impulsif, Sandi Gemar Hoaks kecil.
Analisa Politik : Senior Sebut Prabowo Impulsif, Sandi Gemar Hoaks kecil.
Sangat pas jika menganalogikan hoaks dengan gempa bumi, karena ibarat sebuah gempa bumi besar, sebelum terjadinya hoaks besar tentang penganiayaan Ratna Sarumpaet, kita mendapatkan hoaks-hoaks kecil sebagai peringatan dini, seperti berita tentang seorang ibu ribut dengan suami karena membawa uang belanja seratus ribu cuma dapat bawang dan cabai.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWM0SnZtTe0eXLyvvAEjpnqZXlvxvzt9BmNxqrA235FGL14Mp7gCUfVLnLh8qX_txpnOrymN0onGwVQ8e9knYx_TSyIoA0TJe34RJwNqmGC-qLshIpGhOZDPzhD5ll4_pJc9idSqJ4flo/s1600/Prabowo+sandiaga.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWM0SnZtTe0eXLyvvAEjpnqZXlvxvzt9BmNxqrA235FGL14Mp7gCUfVLnLh8qX_txpnOrymN0onGwVQ8e9knYx_TSyIoA0TJe34RJwNqmGC-qLshIpGhOZDPzhD5ll4_pJc9idSqJ4flo/s72-c/Prabowo+sandiaga.jpg
RAKYAT SOSMED
https://suarasosmedinfo.blogspot.com/2018/10/analisa-politik-senior-sebut-prabowo.html
https://suarasosmedinfo.blogspot.com/
https://suarasosmedinfo.blogspot.com/
https://suarasosmedinfo.blogspot.com/2018/10/analisa-politik-senior-sebut-prabowo.html
true
987615840204520119
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy