Terbukti Mahasiswa Lebih Cerdas Dari Ketua MPR, Perlukah KPU Mengedukasi Zulhas?
RAKYAT SOSMED - Kunjungan Sandiaga dari kampus ke kampus menimbulkan dugaan kampanye terselubung, berkedok kuliah umum dan seminar. Ya jelas kampanye sih. Di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) saja, dia diperkenalkan sebagai “Wapres” oleh Zulkifli Hasan (Zulhas), Ketua MPR yang juga Ketua Umum PAN. Selain itu Zulhas juga membawa narasi ganti presiden dan mengarahkan agar para mahasiswa ikut ganti presiden. Bukan kampanye yang kayak gini? Mungkin dibiarkan saja sama Bawaslu, biar kelihatan oleh warga masyarakat cara-cara licik mereka dalam memperoleh kekuasaan? Bisa jadi.
Di beberapa kampus Sandiaga bisa melenggang bebas tanpa pertanyaan kritis dari para mahasiswa. Namun begitu dia ke daerah Jawa Tengah, dimulai dari Solo, terlihat tanda-tanda “perlawanan” dari mahasiswa. Bermula pada sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang menyambut kedatangan Sandiaga dan Zulhas dengan aksi demo. Ya, kali ini ada yang demo. Mereka menyuarakan pikiran mereka, bahwa kegiatan Sandiaga dan Zulhas itu sudah termasuk politisasi kampus.
www.google.com(Kompas.com – demo mahasiswa UMS)
Nah, rupanya keapesan mereka tidak berhenti sampai di situ. Dalam kegiatan selanjutnya di daerah lain, di Purwokerto, terjadi lagi protes para mahasiswa. Kali ini kegiatan tidak berlokasi di kampus, melainkan di sebuah hotel. Supaya lebih “aman” ya? Kegiatan ini disebut dengan Seminar Kebangsaan, bertajuk “Masa Depan Ekonomi Pancasila dan Tantangan Startup Wirausaha di Era Generasi Millenial”. Berlangsung pada hari ini tadi (25/9). Perwakilan dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Anjar Nugroho, yang merupakan Wakil Rektor I Bidang Akademik, menegaskan acara adalah seminar kebangsaan dan kuliah umum, tidak ada motif politik. Sedangkan pertimbangan mengundang Sandiaga adakah karenanya kepakarannya. Sandi dianggap sebagai pengusaha dan juga seorang akademisi sekaligis praktisi.
Namun apa yang terjadi? Ketua MPR kita, Zulhas nyatanya menyisipkan pesan-pesan sponsor politik. Dilansir detik.com, ada 3 kali malah dia menyebut hal serupa :
"Kalau nanti Prabowo-Sandi jadi presiden dan wakil presiden..."
“Dan yang terakhir kali, nanti Presidennya Prabowo dan Shandi...,"
"Kalau Wakil Presiden, Sandi...,"
Ketiga kalinya disambut dengan sorakan berkonotasi negatif dari para mahasiswa, “"Hhuuuuuu..........".
Saya lebih menyorot kepada Zulhas ini. Karena kan jelas dia punya jabatan publik, sebagai Ketua MPR. Namun malah tidak memberikan contoh atau tauladan yang baik dan benar. Malah kebalik, para mahasiswa yang umurnya lebih cocok menjadi anaknya Zulhas, memperlihatkan kalau mereka bisa lebih cerdas dan lebih tahu aturan ketimbang seorang Ketua MPR RI.
Usut punya usut, ternyata pada bulan Maret 2018 lalu, KPU pernah berkunjung di UMP, dalam rangka kegiatan KPU Goes To Campus. Waktu itu KPU mengajak mahasiswa untuk tidak alergi pada proses demokrasi dalam Pilgub dan Pilkada Jateng. Mahasiswa menjadi bagian besar sebagai pemilih generasi milenial yang mampu mengedukasi politik pada masyarakat. Mahasiswa bisa menyebarkan gagasan jika pilgub ini penting dan mengajak untuk pemilih mendatangi TPS. Perlu juga menyampaikan jika kandidat para paslon memiliki visi misi yang harus diketahui. "Untuk itu kita Goes To Campus, sekalian membentuk Relawan Demokrasi Mahasiswa UMP, gagasan mahasiswa dalam sosial menjadi ujung tombak perubahan termasuk di pesta demokrasi," papar Komisioner KPU RI, Pramono Ubaid Tanthowi. Rupanya ilmu dari KPU ini masih membekas di benak para mahasiswa. Mereka pun paham betul akal-akalan kampanye seperti yang dilakukan oleh Sandiaga dan Zulhas.
Gara-gara blunder hari ini, petinggi PAN pun ikutan berkomentar, membela tentunya. Dengan merujuk pada universitas lain yang para mahasiswanya disebut antusias dengan kedatangan Sandiaga dan Zulhas. Seperti di UMJ itu lho. “Tidak perlu dipersoalkan terlalu berlebihan," ujar Wasekjen PAN Saleh Partaonan Daulay. Yang bilang “huuuu…” itu banyak lho, nggak cuma beberapa.
Sementara itu, Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily juga mengkritik Zulhas dalam kapasitasnya sebagai Ketua MPR. "Para mahasiswa itu sangat cerdas. Mereka tahu aturan dan memahami tempat di mana seharusnya berkampanye," ujar Ace. Ace meminta Zulkifli paham posisi sebagai Ketua MPR. Dia pun memaklumi sorakan mahasiswa ke Zulkifli. "Yang seharusnya memberikan keteladanan ya Pak Zulkifli Hasan sendiri," kata Ace. "Teriakan mahasiswa saya kira wajar saja karena memang mereka tahu aturan," imbuhnya.
Perlukah KPU turun tangan mengedukasi Ketua MPR?
#JokowiLagi
(Sekian)
Tulisan sebelumnya: Mahasiswa Demo Tuntut Kemenkeu, Gantian Sekarang Sri Mulyani Tantang Mahasiswa! Sanggup, Nggak?
Tulisan-tulisan saya yang lain bisa dibaca di sini : Ninanoor
Sumber:
https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-4228226/zulhas-disoraki-mahasiswa-saat-menyebut-prabowo-sandi-di-seminar
https://news.detik.com/berita/d-4228485/zulkifli-disoraki-mahasiswa-saat-promo-prabowo-sandi-ini-kata-pan
https://www.ump.ac.id/Berita-974-Mahasiswa.Jangan.Alergi.Politik.html
https://news.detik.com/berita/d-4228550/golkar-puji-mahasiswa-yang-soraki-ketua-mpr-promo-prabowo-sandi
Credit foto : merdeka.com
- [message]
- [👀 SUMBER BERITA Dan Judul Asli - Mari Kita Sama Sama Cross Check, Pada Dasarnya Situs Ini Hanyalah Mengambil Isi Tulisan Dari Link Dengan Judul Dibawah Ini - Terima Kasih]
- [Judul Asli ► Sumber Berita ► 👀👉Terbukti Mahasiswa Lebih Cerdas Dari Ketua MPR, Perlukah KPU Mengedukasi Zulhas? - Seword ]

COMMENTS