Wakil Sekjen Partai Demokrat (PD) Andi Arief mengatakan, media asing Asia Sentinel yang berbasis di Hongkong, telah meminta maaf atas artikel yang menyeret nama Ketua Umum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Permintaan maaf itu ditujukan langsung ke SBY dan PD.
RAKYAT SOSMED - Wakil Sekjen Partai Demokrat (PD) Andi Arief mengatakan, media asing Asia Sentinel yang berbasis di Hongkong, telah meminta maaf atas artikel yang menyeret nama Ketua Umum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Permintaan maaf itu ditujukan langsung ke SBY dan PD.
"Akhirnya John Berthelsen (editor Asia Sentinel-red) dan Asia Sentinel meminta maaf pada SBY dan Partai Demokrat," kata Andi Arief lewat pesan singkat, Kamis (20/9/2018).
Namun Andi menegaskan, persoalan PD dengan Asia Sentinel tidak berhenti begitu saja. PD akan mencari pihak yang dianggap menyebar info soal kasus Bank Century yang dimuat oleh Asia Sentinel.
"Ini belum selesai, pihak dalam negeri yang menyebarkan info fitnah akan kami kejar
Andi mengatakan, PD menghargai permintaan maaf dari Asia Sentinel. Namun, dia mengatakan pihaknya saat ini mendatangi Hongkong, Mauritius dan Amerika Serikat untuk 'mengejar' pihak Asia Sentinel.
"Kita menghargai permohonan maaf ini. Namun tiga tim yang berangkat ke Hongkong, Mauritius dan Amerika tetap jalan," katanya.
Baca juga: Absen Rapat Koalisi, SBY Susun Langkah Hukum Gugat Asia Sentinel
Sementara itu, di satu sisi pihaknya tetap berharap Dewan Pers bisa mengimbau media di Indonesia yang mengutip berita Asia Sentinel untuk meminta maaf.
"Sementata kita tetap berharap Dewan Pers membantu agar mengimbau media-media yang telah mengutip berita fitnah itu ikut memohon maaf dengan memuat pernyataan maaf dari Asia Sentinel itu," katanya.
Andi juga menambahkan, Sekjen PD HInca Panjaitan juga tengah berada di Hongkong untuk mendapatkan informasi kebenaran artikel yang dimuat Asia Sentinel. Bahkan, pihak PD juga akan meminta bantuan Dubes RI di Amerika Serikat untuk menuntaskan persoalan itu. "
"Hinca sekjen sudah berada di Hongkong, besok akan konferensi pers. Ke Mauritius untuk mendapatkan informasi apakah benar berita bahwa sudah ada gugatan atau belum. Sementara ke Amerika ingin meminta bantuan dubes Indonssia untuk memediasi dengan John Berthelsen yang warga negara Amerika," jelasnya.
Sementara itu, Asia Sentinel sendiri telah memuat permohonan maaf itu di websitenya www.asiasentinel.com. Dalam keterangannya, Asia Sentinel mengakui telah membuat tuduhan yang tidak adil terkait dengan kasus Bank Century.
Berikut permintaan maaf Asia Sentinel:
Asia Sentinel ingin menarik kembali sebuah cerita yang terbit pada 10 September 2018 di situs web tentang mantan pemerintah Yudhoyono dan kasus Bank Century di Indonesia. Dalam artikel yang ditulis sendiri oleh pemimpin redaksi Asia Sentinel, John Berthelsen, kami secara tidak adil melakukan banyak tuduhan terkait dengan gugatan yang sedang berlangsung mengenai dampak dari Bank Century.
Kami mengakui bahwa kami tidak mencari pendapat yang adil dari orang-orang yang disebutkan dalam artikel itu. Artikel itu juga hanya satu sisi dan melanggar praktik jurnalistik yang adil. Ini juga menjadi berita utama yang memanas dan tidak adil bagi mantan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono.
Kami telah menarik berita dari situs web Asia Sentinel, tetapi kami lebih lanjut ingin meminta maaf sepenuhnya dan tegas kepada mantan Presiden Yudhoyono, Partai Demokrat, dan siapa saja yang dihina oleh artikel tersebut. Dan lebih dari itu kepada rakyat Indonesia untuk penghinaan yang mungkin kami timbulkan dengan cerita itu.
Kami sangat menyesalkan rasa sakit yang telah diakibatkan oleh penghakiman keadilan ini.
Akhirnya Asia Sentinel ingin menyatakan rasa hormatnya yang tinggi kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang telah melayani negaranya dengan perbedaan dan secara luas dihormati sebagai negarawan Asia.
Tulisan Di ASIASENTINEL
Asia Sentinel wishes to retract a story that ran on September 10, 2018 on the website about the former Yudhoyono government and the Bank Century case in Indonesia. In the story, which was written solely by Asia Sentinel editor in chief John Berthelsen, we unfairly passed on numerous allegations related to an ongoing lawsuit over the fallout from Bank Century. We acknowledge that we did not seek fair comment from the persons named in the article and that the article was one-sided and violated fair journalistic practice. It also carried a headline that was inflammatory and unfair to former Indonesian President Susilo Bambang Yudhoyono.
We have taken the story down from the Asia Sentinel website but we further wish to apologize completely and unequivocally to former President Yudhoyono, the Democratic Party, and any others who were insulted by the article in question and beyond that to the people of Indonesia for any insult we may have caused with the story.
We deeply regret the pain this lapse of judgement and fairness has caused.
Finally Asia Sentinel would like to express its high regard for President Susilo Bambang Yudhoyono, who has served his country with distinction and is widely respected as an Asian statesman.
Apology to President Yudhoyono and the Democrat Party of Indonesia – Asia Sentinel
- [message]
- [👀 SUMBER BERITA Dan Judul Asli - Mari Kita Sama Sama Cross Check, Pada Dasarnya Situs Ini Hanyalah Mengambil Isi Tulisan Dari Link Dengan Judul Dibawah Ini - Terima Kasih]
- [Judul Asli ► Sumber Berita ► 👀👉Asia Sentinel Minta Maaf ke SBY ]

COMMENTS