Enam personel polisi wanita (polwan) dikabarkan mengalami luka-luka saat terjadinya aksi unjuk rasa ribuan massa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) BEM UR, BEM PCR, BEM ABDURRAB, dan BEM Fekonsos UIN Suska di kantor DPRD Pekanbaru, Riau, Senin (24/9/2018).
RAKYAT SOSMED - Enam personel polisi wanita (polwan) dikabarkan mengalami luka-luka saat terjadinya aksi unjuk rasa ribuan massa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) BEM UR, BEM PCR, BEM ABDURRAB, dan BEM Fekonsos UIN Suska di kantor DPRD Pekanbaru, Riau, Senin (24/9/2018).
Keenam anggota Polwan yang luka-luka tersebut pun telah dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau Pekanbaru untuk mendapatkan perawatan.
foto|@bidhumaspoldariau
"Enam orang Polwan adik-adik kami yang memandu para pendemo di depan gedung DPRD Riau menjadi korban kelompok mahasiswa yang brutal dalam aksi demo yang mereka lakukan sore tadi (Senin, 24 September 2018).
Para Polwan ini rerata adalah Polwan junior yang belum lama menjalankan tugas sebagai seorang anggota Polisi.
Lekas sembuh adik-adik kami. Pengorbanan kalian untuk tertibnya Indonesia tercita ini tak akan pernah sia sia."
Demikian unggahan akun Bid Humas Polda Riau @BidHumasPoldaRiau melalui laman media sosial Facebook-nya yang terverifikasi, Senin (24/9/2018).
Berikut foto-foto anggota polwan yang menjadi korban:
foto|@bidhumaspoldariau
Aksi unjuk rasa ribuan massa di kantor DPRD Riau itu sebagai memperingati Hari Tani Nasional 2018.
Melansir Tribunpekanbaru.com (grup Tribun-medan.com), massa datang dan langsung meminta masuk ke dalam gedungDPRD Riau untuk melaksanakan ibadah dan menyampaikan aspirasi mereka.
Tidak kunjung diberi masuk, massa langsung memblokir Jalan Sudirman depan kantor DPRD Riau dan membakar ban di tengah jalan.
Salah seorang pengunjukrasa dari BEM UR, M Hafiz Ona Hadi Putra mengatakan, bahwa mereka ingin masuk dan melakukan salat di dalam masjid kantor DPRD Riau.
Namun keinginan mereka tidak diindahkan oleh aparat yang mengadang mereka di pintu gerbang.
Mereka akhirnya memblokir jalan dan membakar ban di tengah jalan depan kantor DPRD Riau.
Hafiz mengatakan, Hari Tani Nasional yang jatuh pada tanggal 24 September menjadi salah satu momen refleksi bangsa terkait kondisi pertanian Indonesia.
Dikatakannya, permasalahan pertanian maupun kebijakan-kebijakan pertanian yang kurang memihak petani masih menjadi hal yang menjamur di Indonesia.
"Salah satu Nawacita dari Pemerintah adalah Reforma Agraria, yang diarahkan untuk menyokong kedaulatan pangan dan ketahanan pangan. Akan tetapi realita yang terjadi di Indonesia pemerintah melakukan peningkatan jumlah impor beras hingga mencapai 865.519 ton," ujarnya.
Selain itu produk pertanian lokal yang menjadi primadona di Provinsi Riau (Kelapa Sawit, Kelapa, dan Karet) mengalami penurunan harga jual dari petani yang signifikan. Sehingga tidak sesuai dengan salah satu tujuan reforma agraria yang menjadi Nawacita dari Jokowi-Jk poin ke 2 yaitu menciptakan sumber kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.
foto|@bidhumaspoldariau
Adapun tuntutan para demonstran adalah:
1. Mendesak pemerintah untuk menuntaskan target program Perhutanan Sosial seluas 4,38 juta ha dan Tanah Objek Reforma Agraria seluas 9 juta ha.
2. Menuntut pemerintah untuk mempercepat penyelesaian konflik agraria di Provinsi Riau.
3. Menuntut Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Presiden terhadap redistribusi reforma agraria di Provinsi Riau.
4. Menuntut Pemerintah untuk membuat sentra-sentra produksi lokal atas pangan sebagai upaya peningkatan ketahanan pangan di Indonesia.
5. Menuntut Pemerintah dalam menstabilkan nilai perekonomian nasional.
6. Mengecam segala tindakan pengebirian demokrasi, ancaman-ancaman premanisme, regulasi yang mengkoptasi kegiatan mahasiswa didalam kampus ataupun diluar kampus yang menyebabkan ruang-ruang aspirasi dan pergerakan di belenggu.
7. Mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian serta Kapolri untuk mencopot setiap Polisi yang bertindak represif dan meminta Kapolri serta Presiden Republik Indonesia meminta maaf secara terbuka kepada mahasiswa se-Indonesia terhadap tindakan represif di Medan pada Kamis (20/9/2018).
- [message]
- [👀 SUMBER BERITA Dan Judul Asli - Mari Kita Sama Sama Cross Check, Pada Dasarnya Situs Ini Hanyalah Mengambil Isi Tulisan Dari Link Dengan Judul Dibawah Ini - Terima Kasih]
- [Judul Asli ► Sumber Berita ► 👀👉 6 Polwan Luka-luka saat Ribuan Mahasiswa Melakukan Aksi Unjuk Rasa di Kantor DPRD Pekanbaru - Halaman all - Tribun Medan ]





COMMENTS