Oposisi Mainnya Dikit Dikit Gitu, Giliran Jokowi Ngak Boleh Eh Giliran Yang Lainnya Boleh.. Kenapa Sih Sewot Terus.. Cemen Ya ??
RAKYAT SOSMED - Sudah sekian tahun yang namanya Jokowi dan keluarganya menjadi korban. Entah itu tudingan, tuduhan, makian, hoax, fitnah, ujaran kebencian, dan ejekan. Dari tahun 2014 difitnah keturuan PKI berdarah tionghoa, sampai disebut plonga plongo dan diajak debat capres memakai Bahasa Inggris. Tidak pernah sekalipun Jokowi terlihat geram, marah ataupun baper emosional menanggapi itu semua. Beliau malah santai saja. Istri dan anak-anaknya juga kalem dan terkesan cuek. Biasanya kalau ada kasus fitnah dan ujaran kebencian yang menimpa Jokowi atau keluarganya, yang menindaklanjuti dengan melapor pada pihak yang berwajib adalah para pendukung, relawan atau anak buah Jokowi. Yang mengecam balik juga mereka, dan kita-kita ini. Tidak pernah Jokowi mengecam balik segala tuduhan, fitnah dan hoax itu. Hanya sesekali disebut sambil bercanda, misal tentang fitnah beredarnya foto Jokowi bersama dedengkot PKI, yang kemudian ditanggapi Jokowi “masak PKI balita”, sambil ketawa ketawa saja.
Kalau Jokowi mau, sebagai Presiden negara ini, dia bisa saja memerintahkan orang untuk menggali dosa-dosa para lawan politiknya. Dia juga bisa mendiskreditkan mereka dengan gampang. Wong presiden kok, tangannya panjang sampai negara-negara lain. Mau main SARA juga bisa, mau coba? Mau intervensi segala macam hal yang terjadi di negara ini, bisa! Mau main kasar pun bisa. Mau main ejek, bisa! Tinggal sisipkan di pidato kenegaraan, “apakah rakyat Indonesia mau dipimpin oleh pemimpin yang lebih percaya novel fiksi daripada realita?” “Apakah rakyat Indonesia rela uangnya dipakai oleh pemimpin yang jelas-jelas menghasilkan banyak proyek mangkrak senilai triliunan rupiah, ketimbang Jokowi yang duitnya jelas jadi jalan, bendungan, pembangkit listrik tenaga angin, pelabuhan, bandara, jembatan dan banyak lagi”. Narasi semacam ini tinggal dibuat dan disampaikan. Gampang, bahkan bisa dibuat dengan kata-kata lebih manis semanis kata-kata Anies.
Tapi itu semua bukan cara Jokowi. Sejak jaman dulu Jokowi selalu menjaga adab dan etika. Ini ciri khasnya dan ini bukan pencitraan semata. Hanya kampret buta atau sengaja buta, yang tidak menyadari hal ini. Orangnya diam dan kalem, malah dituding plonga plongo. Begitu Jokowi galak dikit, membakar semangat para relawannya, dan memakai kata-kata yang lebih keras dari biasanya, kubu sebelah dan para pendukungnya pun terkaget-kaget dan mewek, serta mengadu ke media… Hedeeehhh, cemen banget sih!
Padahal yang dikatakan Jokowi cuma beberapa kalimat. "Jangan bangun permusuhan, jangan membangun ujaran kebencian, jangan membangun fitnah fitnah, tidak usah suka mencela, tidak usah suka menjelekkan orang. Tapi kalau diajak berantem juga berani. Tapi jangan ngajak lho. Saya bilang tadi, tolong digarisbawahi. Jangan ngajak. Kalau diajak, tidak boleh takut," ujar Jokowi Sabtu lalu. Bandingkan dengan ejekan, tudingan dan tuduhan yang dicuitkan oleh Fadli Zon, Fahri Hamzah, yang disebut oleh Amien Rais, Prabowo dan banyak lawan politik Jokowi. Disebut pemimpin lemah, plonga plongo, tidak pro-Islam, antek asing, pengibul, penyesat, dan banyak lagi. Wong ini Jokowi malah tidak langsung bilang “gebuk si A atau si B”. Malah beliau awalnya meminta untuk tidak membangun permusuhan dan tidak mengompori masyarakat. Siapa pihak oposisi yang pernah menghimbau hal yang sama? Pernahkah Fadli, Fahri, Amien Rais, dan teman-temannya meminta rakyat untuk tidak membangun permusuhan, tidak membangun fitnah, jangan mencela? Mana pernah, orang dia sendiri yang melakukannya.
Sekarang, pernyataan Jokowi itu jadi ramai diberitakan. Ditanggapi dengan belagak jadi korban (^playing victim*) oleh pihak oposisi. Jokowi malah disuruh minta maaf, sama siapa bos? Situ bikin akun Twitter saja pakai nama “lawan politik Jokowi”, sekarang yang anda sebut lawan itu, mau melawan, salah? Katanya mau mengganti presiden, itu kan menantang. Nah, sekarang tantangannya disambut, kok malah mewek dan mengadu ke media? Orasi dari gerakan ganti presiden itu malah yang harusnya dipermasalahkan. Karena isinya meminta rakyat berjihad, emangnya mau melawan siapa? Mau menjadikan rakyat teroris? Seakan-akan Pilpres 2019 itu ajang perang saudara antara yang menyebut dirinya umat dengan yang disebut kafir? Bahkan ada yang menyuruh orang salat dan berdoa semata-mata untuk mengganti presiden. Belum lagi yang mengajak para netizen menghitung masa kehamilan anak presiden. Yang kayak gini dibiarkan, padahal itu namanya menyebar fitnah. Jadi bagi pihak oposis, kalau fitnah boleh, menuding boleh, menuduh boleh? Galak dalam membela kebenaran nggak boleh?
PADAHAL PIDATO JOKOWI TUH Mirip Film Ini Lho Ya..
Sejatinya tanggapan pihak oposisi terhadap pernyataan Jokowi itu malah membongkar aib mereka sendiri. Membuka topeng mereka. Ketahuan nyalinya hanya seberapa. Ketahuan andalannya hanya memotong-motong kalimat. Ketahuan beraninya cuma “nyubit”, pas mau “dicubit”, ketar ketir. Mengadu ke rakyat kayak yang suka baper itu. Cemen ahh!
(Sekian)
Tulisan sebelumnya: Panas… Panas! PKS Mulai Kebakaran Jenggot Menunggu Keputusan Prabowo!
Tulisan-tulisan saya yang lain bisa dibaca di sini : Ninanoor
Sumber:
https://news.detik.com/berita/d-4151434/pd-desak-jokowi-minta-maaf-hanura-belajar-bahasa-indonesia-deh
https://news.detik.com/berita/d-4151564/pd-tuding-jokowi-ajak-berantem-nasdem-itu-mindset-kekerasan
https://news.detik.com/read/2018/08/05/162014/4150897/10/ppp-arahan-jokowi-berani-jika-diajak-berantem-terkait-hoax
https://news.detik.com/berita/4150598/jokowi-minta-relawan-berani-jika-diajak-berantem-pkb-maksudnya-baik
- [message]
- [👀 SUMBER BERITA Dan Judul Asli - Mari Kita Sama Sama Cross Check, Pada Dasarnya Situs Ini Hanyalah Mengambil Isi Tulisan Dari Link Dengan Judul Dibawah Ini - Terima Kasih]
- [Judul Asli ► Sumber Berita ► 👀👉Oposisi Cemen! “Nyubit” Mau, “Dicubit” Dikit Sama Jokowi, Langsung Kaget, Mewek, Mengadu Ke Media! Huuuuuuuuu…..! - Seword ]


COMMENTS