Joko Widodo dan Prabowo Subianto kembali bertarung di Pilpres 2019 nanti. Untuk wilayah Sumatera Barat (Sumbar), kontestasi diprediksi tidak akan berbeda jauh dengan hasil Pilpres 2014 silam. Pengamat politik dari Universitas Andalas (Unand) Najmuddin Rasul mengatakan, rentetan kunjungan Jokowi ke Sumbar dengan semua proyek infrastruktur yang dibawanya, tidak akan berpengaruh terhadap perolehan suara Jokowi di Pilpres 2019.
RAKYAT SOSMED - Joko Widodo dan Prabowo Subianto kembali bertarung di Pilpres 2019 nanti. Untuk wilayah Sumatera Barat (Sumbar), kontestasi diprediksi tidak akan berbeda jauh dengan hasil Pilpres 2014 silam. Pengamat politik dari Universitas Andalas (Unand) Najmuddin Rasul mengatakan, rentetan kunjungan Jokowi ke Sumbar dengan semua proyek infrastruktur yang dibawanya, tidak akan berpengaruh terhadap perolehan suara Jokowi di Pilpres 2019.
"Sampai kini, masyarat Sumbar masih dominan mendukung Prabowo," kata Najmudin saat dihubungi JawaPos.com via telepon seluler, Minggu (12/8).
Sumbar dikenal kental memiliki warga Muhammadiyah. Sedangkan sang cawapres yang diusung Jokowi, Ma'ruf Amin adalah tokoh sepuh Nahdlatul Ulama (NU).
"Yang dilihat masyarakat Sumbar tentunya Jokowinya. Walaupun Sumbar mayoritas Muhammadiyah, tapi high politics elite Muhammadiyah tidak mengarahkan anggotanya untuk memilih selain Jokowi," sebut doktor sekaligus pengajar politik di Universitas Andalas (Unand) itu.
Beberapa faktor yang mempengaruhi hancurnya suara Jokowi di Sumbar adalah
Pertama, psikologis warga Sumatra Barat yang budayanya terkenal religius.
Menurut Nora, kabar kubu Jokowi-JK yang akan menghapus perda bernuansa syariah di setiap daerah jika menjadi presiden, kecuali Aceh, membuat masyarakat Sumatra Barat berpikir panjang jika harus memilih Jokowi-JK.
Karena, kebanyakan tingkat pemerintahan daerah di Sumatra Barat menerapkan perda syariah tersebut dan didukung oleh masyarakat.
Karena, falsafah adat Minangkabau di Sumatra Barat yakni
"Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah", sangat diresapi oleh warga.
Keempat, faktor sejarah PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia) dan Masyumi.
Menurut Nora, warga Sumatra Barat masih memiliki emosional yang kuat jika mengingat hubungan antara PRRI dan pusat di masa lalu.
Di mana, Sumatra Barat yang pada waktu era Presiden Sukarno, menjadi basis massa Masyumi mendukung PRRI.
Sedangkan pada waktu itu Sukarno terkait erat dengan penumpasan PRRI yang menjadi catatan kelam sejarah Sumbar.
"Bung Karno itu kan terkait dengan PNI dan pada akhirnya juga berkaitan dengan PDIP sebagai partai pengusung utama Jokowi," kata Nora.
Apalagi, ayah Prabowo yakni Sumitro Djodjohadikusumo juga sebagai tokoh pendukung PRRI pada waktu itu.
Sehingga, hal ini sedikit banyaknya memiliki pengaruh bagi pemilih di Sumatra Barat untuk mendukung Prabowo.
- [message]
- [👀 SUMBER BERITA Dan Judul Asli - Mari Kita Sama Sama Cross Check, Pada Dasarnya Situs Ini Hanyalah Mengambil Isi Tulisan Dari Link Dengan Judul Dibawah Ini - Terima Kasih]
- [Judul Asli ► Sumber Berita ► 👀👉Pengamat Prediksi Jokowi Kembali Tumbang di Wilayah Ini | JawaPos.com - Selalu Ada yang Baru ]

COMMENTS