Polisi memeriksa rekaman CCTV di sekitar rumah calon anggota legislatif PDIP Kapitra Ampera usai dilempar benda diduga bom molotov, Senin (6/8). Saat ini sejumlah polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara di kediaman Kapitra yang terletak di Tebet Timur, Jakarta Selatan.
RAKYAT SOSMED - - Polisi memeriksa rekaman CCTV di sekitar rumah calon anggota legislatif PDIP Kapitra Ampera usai dilempar benda diduga bom molotov, Senin (6/8). Saat ini sejumlah polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara di kediaman Kapitra yang terletak di Tebet Timur, Jakarta Selatan.
"Ada CCTV langsung kita tindaklanjuti," kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar saat dihubungi CNNIndonesia
Berdasarkan foto rekaman CCTV yang diterima CNNIndonesia.com, dua orang yang diduga melemparkan bom molotov terlihat menggunakan sepeda motor melintas di kediaman Kapitra.
Indra menambahkan polisi akan menggali keterangan Kapitra terkait pelemparan benda diduga bom molotov. Keterangan dari Kapitra dibutuhkan untuk penambahan informasi sebagai pemilik rumah.
"Iya kita minta keterangan (Kapitra malam ini)," ujarnya.
Rumah Kapitra Ampera Dilempar Molotov, Polisi Periksa CCTVRekaman CCTV di rumah Kapitra Ampera. (Dok. Istimewa)

Keterangan dari Kapitra juga dapat digunakan untuk menggali motif yang mungkin digunakan oleh pelaku.
Meski demikian, Kapitra mengaku tidak kenal dengan kedua orang yang diduga pelaku pelemparan tersebut.
"Enggak dikenal," ujar Kapitra.
Kapitra belum dapat menjelaskan secara rinci soal peristiwa tersebut.
Kapitra Juga Ngaku Diteror Via WA: Dibilang Murtad Masuk PDIP
Rumah mantan pengacara Habib Rizieq, Kapitra Ampera, diteror bom molotov. Selain itu, Kapitra mengaku mendapat banyak teror melalui aplikasi chat WhatsApp (WA).
"Sangat banyak (teror via WA), (ada yang bilang) saya murtad, saya kafir, harus dibakar, dan sebagainya," kata Kapitra di rumahnya, Jalan Tebet Timur Dalam 8 No 16, Jakarta Selatan, Senin (6/8/2018).
Kapitra tak bisa memastikan apakah teror tersebut ada hubungannya dengan teror molotov malam ini atau tidak.
"Wallahualam. Tapi kenapa hari ini terjadi, pasti ada statement saya yang mungkin saja mereka pikir saya meluruskan ketidakbenaran yang selama ini mereka anggap benar, saya coba luruskan," ujar Kapitra.
Kapitra mengaku tahu siapa saja yang telah menerornya. Hanya, dia tak mau mengungkap lebih jauh.
"Saya tahu, ada yang sudah datang minta maaf sama saya nangis-nangis, ya ada," jelasnya.
Meski tak mau mengungkap siapa sosok peneror via WA itu, Kapitra menyatakan disebut murtad karena memilih menjadi caleg dari PDIP.
"Ada yang teror 'bapak murtad' dan lain-lain, maksudnya apa?" tanya wartawan.
"Karena saya masuk PDIP. Saya ambil pilihan itu, karena saya ingin menyampaikan suatu kebenaran. Ada statement saya yang mungkin berat sama orang, saya katakan 'stigma yang mengatakan PDIP itu PKI adalah haram dan menyesatkan'," jawab Kapitra.
"Karena apa saya lihat langsung, spontanitas. Semua acara di situ ditutup dengan doa secara Islam. Selalu menggunakan simbol Islam, Bu Mega juga gitu. Saya tidak lihat ada identifikasi, ada ciri-ciri, PKI. Itu kebenaran yang saya lihat," imbuhnya.
Rumah Kapitra dilempar molotov diduga oleh orang yang mengenakan sepeda motor. Rekaman CCTV menunjukkan ada dua orang menumpang sepeda motor yang meninggalkan rumah Kapitra sesaat setelah kejadian.
Sumber
- [message]
- [👀 SUMBER BERITA Dan Judul Asli - Mari Kita Sama Sama Cross Check, Pada Dasarnya Situs Ini Hanyalah Mengambil Isi Tulisan Dari Link Dengan Judul Dibawah Ini - Terima Kasih]
- [Judul Asli ► Sumber Berita ► 👀👉 ]



COMMENTS