Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah memprediksi partai-partai menengah dan kecil bisa terpuruk dan kalah bersaing pada Pilpres 2019."Orang lupa bahwa pemilu 2019 itu adalah ladang pembantaian bagi partai kecil dan menengah. Itu sadis, nanti partai habis tuh," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (30/7/2018).
RAKYAT SOSMED - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah memprediksi partai-partai menengah dan kecil bisa terpuruk dan kalah bersaing pada Pilpres 2019."Orang lupa bahwa pemilu 2019 itu adalah ladang pembantaian bagi partai kecil dan menengah. Itu sadis, nanti partai habis tuh," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (30/7/2018).
Menurut dia, pemilihan presiden dan anggota legislatif yang berlangsung serentak membuat partai harus berlomba-lomba meningkatkan popularitasnya di mata pemilih.
Salah satunya dengan memperjuangkan kader internal mereka maju di Pilpres 2019.
Selama ini, kata Fahri, jika partai tak punya perwakilan di bursa Pilpres, akan merugikan partai tersebut.
"Karena ada riset, yang konsisten siapa yang punya calon. Dia mendapat limpahan suara dari popularitas kandidat, itulah semua partai mengejar keterwakilan. Saya kira itu bisa dimengerti," katanya.
Baca juga: Sistem Proporsioal Terbuka Pemilu Dinilai Ciptakan Perilaku Korup
Ia juga melihat publik saat ini akan memilih partai bergantung pada preferensi capres dan cawapres yang akan diusung. Situasi itu membuat publik tak bisa mendalami lebih jauh tentang partai dan calon legislatif yang diusung.
"Kira-kira begini ini ada pemilihan 575 anggota DPR, ribuan anggota DPRD dan DPD versus dua atau tiga pasangan (Pilpres 2019). Kira-kira perhatian orang kemana? Perhatian orang ke presidennya ke wapresnya," kata Fahri.
Fahri melihat, jika tak ada perwakilan partai pada bursa Pilpres 2019, akan berdampak buruk pada perolehan suara dan popularitas partai.
"Bayangkan kalau di situ tidak ada cermin dari partai politik maka partai itu bisa hilang kalau enggak jadi," katanya.
Ia mencontohkan, PDI-P dan Gerindra akan jauh lebih unggul dibandingkan partai lainnya. Sebab, keduanya memiliki figur kuat yang diusung, yaitu Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.
Kuatnya figur tersebut akan mendongkrak perolehan suara dan popularitas partai. Namun, hal itu dinilainya tak berlaku bagi partai lain.
"Bisa-bisa Hanura, PPP hilang, enggak tahu kalau Nasdem. Yang sisa itu Golkar jatuh, satu lagi PKB," katanya.
"Sebelah sini (oposisi) juga begitu PKS, PAN, Gerindra, Demokrat kalau yang enggak punya kandidat bisa hilang apalagi partai baru," katanya.
Bahkan ia memperkirakan kesepakatan politik akan berlangsung alot hingga jelang akhir pendaftaran kandidat Pilpres 2019.
"Saya melihatnya itu enggak mudah selesai. Deal ini paling cepet tanggal 9 (Agustus) malam bahkan ada yang akan deal itu 10 (Agustus) malam bisa bisa sejam dua jam deal itu baru tercapai," paparnya.
- [message]
- [👀 SUMBER BERITA Dan Judul Asli - Mari Kita Sama Sama Cross Check, Pada Dasarnya Situs Ini Hanyalah Mengambil Isi Tulisan Dari Link Dengan Judul Dibawah Ini - Terima Kasih]
- [Judul Asli ► Sumber Berita ► 👀👉 Fahri Hamzah Prediksi Pemilu 2019 Jadi Ladang Pembantaian Parpol Kecil dan Menengah - Kompas.com]

COMMENTS