Masyarakat Kota Tarakan, pagi tadi sekitar pukul 07.00 wita berkumpul didepan ruang tunggu kedatangan Bandar Udara Juwata Tarakan untuk menolak pembentukan dan kedatangan Tim Front Pembela Islam (FPI) di Tarakan Kalimantan Utara.
RAKYAT SOSMED -= Rencananya hendak menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) Front Pembela Islam (FPI) Tarakan, tiga perwakilan FPI Pusat yang tiba di Bandara Juwata Tarakan, disambut aksi demo masyarakat yang tergabung dalam beberap organisasi masyarakat (ormas), Sabtu (14/7/2018) sekitar pukul 07.00 wita.
Dijelaskan Markus, selaku Ketua Kordinator aksi demo dan Ketua Laskar Pemuda Adat Dayak Kalimantan Timur dan Utara (LPADKT) Tarakan, aksi penolakan perwakilan FPI Pusat dikarenkan memiliki rekam jejak meresahkan masyarakat lantaran kerep melakukan aksi sweeping dan bersikaf arogansi diberbagai wilayah.
“Karena adanya rekam jejak ini, masyarakat menolak masuknya ormas FPI ke Tarakan. Karena, yang kita inginkan Tarakan dan Kaltara tetap damai,” ungkap Markus.
Lebih lanjut dikatakan Markus, adanya segelintir orang yang mengingkan berdirinya FPI di Tarakan, agar bisa dipertimbangkan kembali. Ia menegaskan, dengan adanya penolakan ini bukan berarti masyarakat maupun LPADKT membenci salah satu agama yang sah di Indonesia. Menurutnya, yang tidak disuka adalah ormas yang mengatas namakan agama yang dalam aksinya meresahkan masyarakat.
“Intinya kita menolak hadirnya FPI di Tarakan dan meminta perwakilannya yang datang dari Jakarta kembali ke daerahnya. Tujuannya, kita tidak mau di Tarakan terjadi lagi gesekan antar umat beragama, suku dan bangsa,” tegas Markus.
Dengan kondisi Tarakan yang sejauh ini sudah aman dan kondusif antar umat beragama dan suku, sehingga kehadiran ormas mengatasnamakan membela agama sudah tidak diperlukan lagi di Tarakan. Sehingga, ketentraman, kedamaian dan keamanan di Tarakan dapat terjaga.
“Jadi aksi ini sebagi bentuk ketidak inginkan kita terhadap persoalan-persoalan yang ada di Tarakan, agar keamanan dan kedamian di Tarakan bisa terjaga dengan baik,” harapnya.
Sementara itu, berdasarkan pantauan dilapangan tiga orang perwakilan FPI pusat yang baru tiba di Tarakan sekitar pukul 08.00 wita, tidak dapat keluar dari Bandara Juwata Tarakan, lantaran kedatangannya disambut aksi demo yang menolak kehadiran FPI.
Setelah dilakukan mediasi oleh pihak TNI, Polri dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Tarakan, ketiga perwakilan yang tadinya datang ke Tarakan untuk menghadiri musda, kembali bertolak ke Jakarta menggunakan maskapai Lion Air swkitar pukuk 11.00 wita.(ima/fir)
- [message]
- [👀 SUMBER BERITA Dan Judul Asli - Mari Kita Sama Sama Cross Check, Pada Dasarnya Situs Ini Hanyalah Mengambil Isi Tulisan Dari Link Dengan Judul Dibawah Ini - Terima Kasih]

COMMENTS