Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengklaim sempat ingin meniru kiat China dalam menekan polusi udara, menjelang Olimpiade Beijing 2008. Namun, hal itu urung dilakukan menjelang Asian Games 2018 karena terhambat masalah kewenangan.
RAKYAT SOSMED - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengklaim sempat ingin meniru kiat China dalam menekan polusi udara, menjelang Olimpiade Beijing 2008. Namun, hal itu urung dilakukan menjelang Asian Games 2018 karena terhambat masalah kewenangan.
"Pernah, pernah saya sampaikan [ke pemerintah pusat dan INASGOC], tapi kan bukan kewenangan DKI, kewenangan pusat," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, saat ditemui di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (26/7).
Menurut Sandiaga, sebulan sebelum Olimpiade 2008 digelar, pemerintah China menerbitkan sejumlah kebijakan. Antara lain melarang mobil masuk ke kota Beijing. Lalu semua pembangunan infrastruktur dan kegiatan pabrik dihentikan sementara.
Sandi mengklaim sebenarnya perluasan sistem ganjil genap yang dilakukan Pemprov DKI sudah menunjukkan dampak positif bagi kualitas udara Jakarta. Namun, hal itu masih belum cukup. Sebab menurut Sandi konsep yang dipakai Pemerintah China lebih efektif karena 'mematikan' kegiatan yang menimbulkan pencemaran udara.
"Sayangnya kita enggak akan memiliki opsi seperti itu, 46 persen kendaraan di Jakarta itu kendaraan yang bukan berasal dari Jakarta, tapi yang melintas," ucapnya.
Kualitas udara Jakarta disorot karena memburuk menjelang Asian Games 2018. Udara di Jakarta masuk dalam kategori tidak sehat berdasarkan situs Air Visual.
Bahkan situs pengukur udara asal Amerika Serikat itu menempatkan Jakarta sebagai kota terpolusi di dunia pada Kamis (26/7)
Dengan indeks kualitas udara (AQI) 176, udara di Jakarta lebih buruk dari Santiago (Chili), Dubai (Uni Emirat Arab), Denpasar (Indonesia), dan Chengdu (China).
Supaya Tak Ganggu MRT
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan alasannya mengapa Pemprov DKI baru membangun dan memperbaiki trotoar di sepanjang jalan Sudirman-Thamring di beberapa minggu terakhir menjelang Asian Games.
Anies beralasan pemilihan waktu itu dikarenakan dirinya tidak ingin ada jeda lama penghentian proyek MRT yang ditargetkan beroperasi pada Maret 2019 mendatang.
"Selama Asian Games proses konstruksi di atas tanah itu tidak di lakukan, karena itu kita tidak ingin proses jeda itu terlalu lama," kata Anies.
Dengan kebijakan tersebut, maka proyek MRT hanya akan berhenti dari akhir Juli hingga awal September.
"Kalau ini ditutup nya bulan Mei atau Juni, kesannya ini rapi awal, tapi konstruksi MRTnya berhenti ya, jadi terlalu lama," tuturnya.
Nantinya, kata Anies selama Asian Games proyek MRT yang ada di atas tanah akan dihentikan sementara. Sedangkan proyek pembangunan yang berada di bawah tanah tetap berjalan.
"Itu sebabnya didorong seujung mungkin dan mudah-mudahan begitu selesai Asian Games, tidak lama kemudian dibongkar lagi untuk bisa diteruskan prosesnya," ujar Anies.
Ia menambahkan sejauh ini proses perbaikan dan pembangunan trotoar tersebut berjalan sesuai jadwal. Harapannya proyek tersebut bisa selesai sesuai dengan target yakni pada akhir bulan Juli.
Lihat juga: Atlet Asian Games Dibayangi Polusi dan Kebakaran Hutan
Pagi ini Jakarta masih jadi juara 1 kota paling berpolusi di dunia. :(— Greenpeace Indonesia (@GreenpeaceID) July 26, 2018
Jangan lupa tetap gunakan masker jenis N95 untuk mencegah dampak buruk dari polutan PM 2,5 masuk ke paru-paru kamu. 😷 pic.twitter.com/wFYNeCthqu
Angkutan Umum Dilarang Ngetem
Dinas Perhubungan DKI Jakarta melarang moda transportasi umum seperti Metromini dan Kopaja untuk ngetem atau berhenti lama untuk menarik penumpang di setiap jalur ganjil genap yang akan dilalui oleh atlet Asian Games.
Kadishub DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan pelarangan terhadap transportasi umum untuk ngetem bukanlah hal baru yang dilakukan. Meski demikian pihaknya semakin mempertegas aturan dilarang ngetem tersebut.
"Sekarang begini sepanjang jalur atau ruas perjalanan atlet yang ganjil genap tidak boleh ada lagi yang ngetem, tidak boleh lagi parkir sembarangan makanya kita siapkan derek," ujarnya di Tebet, Jakarta Selatan.
Salah satu kawasan yang dilarang untuk ngetem salah satunya adalah Dukuh Atas. Meski demikian hal tersebut juga tidak hanya diberlakukan di jalur-jalur ganjil genap untuk para atlet Asian Games.
Larangan ngetem itu, kata Andri, bukan berarti pihaknya melarang Metromini dan Kopaja untuk lewat jalur ganjil genap karena sudah menjadi arah trayek kendaraan umum tersebut.
"Bukan melarang tapi tidak boleh ngetem, kalau itu memang jalur trayeknya tidak mungkin dilarang. Yang kita tidak boleh itu adalah ngetem, salah satunya Dukuh Atas, di tempat yang menimbulkan kemacetan," tuturnya.
Penertiban, dikatakan Andri pun selalu dilakukan setiap hari. Untuk Metromini dan Kopaja yang berhenti lama di pinggir jalan akan langsung ditilang.
Lihat juga: Opsi Buka-Tutup Diterapkan di Jalur Ganjil-Genap Asian Games
Adapun jalur-jalur yang telah diterapkan ganjil genap selama Asian Games adalah Jalan Benyamin Sueb, MH Thamrin, Jenderal Sudirman, Gatot Subroto, Ahmad Yani, DI Panjaitan, S Parman, Rasuna Said, MT Haryono dan Metro Pondok Indah. (ayp)
Kembali prestasi yang tidak membanggakan, Jakarta kembali juara 1 untuk kota dengan polusi udaranya di dunia.— Greenpeace Indonesia (@GreenpeaceID) July 25, 2018
Jangan lupa gunakan masker jenis N95 untuk beraktivitas di luar ruang. pic.twitter.com/fnms8iKMJ7
- [message]
- [👀 SUMBER BERITA Dan Judul Asli - Mari Kita Sama Sama Cross Check, Pada Dasarnya Situs Ini Hanyalah Mengambil Isi Tulisan Dari Link Dengan Judul Dibawah Ini - Terima Kasih]
- [Judul Asli ► Sumber Berita ► 👀👉Pemprov DKI Gagal Tiru China Tekan Polusi Jelang Asian Games ]

COMMENTS