Pastinya saya selalu kagum dan sayang sama Presiden Jokowi. Karena banyak hal. Karena beliau sederhana, suka blusukan, tidak bossy, tidak minta dilayani namun mau melayani, amanah mengelola keuangan negara (duit rakyat), dan bekerja keras semata-mata untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyatnya. Pernah kah kita mendengar pernyataan Presiden Jokowi yang terkesan pongah, bagaikan raja tanpa mahkota yang mengawali pidatonya dengan kata-kata “Wahai Rakyatku”? Tidak pernah! Pernahkah kita mendengar Presiden dan Ibu Negara ini meminta fasilitas khusus buat mereka, seperti hotel dan kendaraaan mewah? Malah mereka dengan santainya menginap di hotel kelas melati sampai naik sepeda motor berdua berboncengan menelusuri jalan-jalan kecil di daerah Asmat.
RAKYAT SOSMED - Pastinya saya selalu kagum dan sayang sama Presiden Jokowi. Karena banyak hal. Karena beliau sederhana, suka blusukan, tidak bossy, tidak minta dilayani namun mau melayani, amanah mengelola keuangan negara (duit rakyat), dan bekerja keras semata-mata untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyatnya. Pernah kah kita mendengar pernyataan Presiden Jokowi yang terkesan pongah, bagaikan raja tanpa mahkota yang mengawali pidatonya dengan kata-kata “Wahai Rakyatku”? Tidak pernah! Pernahkah kita mendengar Presiden dan Ibu Negara ini meminta fasilitas khusus buat mereka, seperti hotel dan kendaraaan mewah? Malah mereka dengan santainya menginap di hotel kelas melati sampai naik sepeda motor berdua berboncengan menelusuri jalan-jalan kecil di daerah Asmat.
Bahkan saya pernah mendengar cerita bahwa kalau di Istana Negara itu yang namanya Presiden Jokowi akan terima dikasih menu makanan apa saja oleh pegawainya. Tidak bertingkah minta macem-macem. Yang dikasih, itu yang dimakan. Anak-anaknya pun mengangkat barang bawaan mereka sendiri. Tanpa perlu dibantu banyak tangan.
Mungkin itu lah juga yang membuat seorang Ari Wibowo, seorang aktor cukup senior di tanah air, untuk menciptakan sebuah puisi buat Presiden Jokowi dan Ibu Iriana. Puisi itu dia unggah di dalam akun media sosial Instagram miliknya. Berikut puisinya :
Bapak Joko Widodo dan ibu Iriana
.
Sudah dicaci-maki..
Dihujat..
Dihianati..
Dibilang PKI..
Dan Boneka Megawati!
Dituding lemah..
Anti Ulama..
Kurang gagah..
Juga turunan cina..
.
Namun
.
Tetap senyum
Selalu santun
Rendah hati
Tanpa dendam
Mental baja
Dan Kerja nyata
Tanpa henti
Meraih mimpi
.
Hasilnya
.
Indonesia Maju
Negara lain salut
Rakyat kecil makmur
Pembangunan merata
Koruptor kecewa
Dan Ari Wibowo bahagia!
.
Kalau sudah begini
Ya sudah PASTI
Harus Jokowi,
SEKALI LAGI..
HKTI di Kali Item. ©2018 Liputan6.com/Fachrur Rozie
https://www.instagram.com/p/BlztFtKnesF/?taken-by=ariwibowo_official
Puisi ini sudah mendapatkan 21 ribu like dan lebih dari seribu komentar. Rata-rata para netizen yang berkomentas mengaminkan dan mendukung isi puisi ini. Saya juga dong.
Sebelumnya di jaman pemerintahan SBY dulu, hampir tidak pernah ada oknum warga yang dengan beraninya menghina, mencemooh dan melecehkan lambang negara semasif sekarang ini. Mohon dikoreksi kalau ingatan saya salah. Hanya sekali ada kasus yang diberitakan terkait adanya ancaman terhadap SBY, yakni ancaman dari para teroris waktu itu.
Namun di jaman pemerintahan Presiden Jokowi ini, sampai ada yang mengatakan kalau PKI bangkit lagi. Padahal omong kosong belaka. Bahkan sampai seorang Amien Rais yang profesor pun memberi pernyataan menyangkut kebangkitan PKI, yaitu bahwa rezim Jokowi memberi angin pada kebangkitan PKI. Padahal jelas-jelas PKI sudah lama dibubarkan.Bahkan sudah dilupakan oleh orang-orang di negara tempat lahirnya dulu. Dengan kata lain, isu-isu terkait PKI ini sesungguhnya sangat bermuatan politik. Digelontorkan dengan sengaja untuk memfitnah Presiden Jokowi.
Untungnya rakyat sekarang sudah mulai cerdas memilah-milah informasi. Ini pun juga hasil dari kerja keras pihak kepolisian yang sudah banyak mengungkap para penyebar hoax dan ujaran kebencian. Sehingga makin lama isu PKI itu makin tidak terdengar lagi.
Sama halnya dengan isu bahwa Presiden Jokowi anti ulama, suka kriminalisasi ulama, dan tidak pro-Islam. Rakyat pun sudah bisa melihat bahwa isu itu hanyalah kebohongan yang sengaja digembar-gemborkan untuk memojokkan Presiden Jokowi. Nyatanya, Presiden Jokowi dekat dengan para ulama, sering sekali mengunjungi berbagai pesantren, dan berupaya meningkatkan kualitas pesantren. Khasnya Presidne Jokowi adalah memberi kail, ketimbang memberi ikan. Itu juga yang beliau terapkan di berbagai pesantren. Beliau menggagas Bank Wakaf, dan mini market buat kalangan pesantren. Beliau juga menggerakkan lembaga keuangan yang bisa membantu memberikan pinjaman kepada para nelayan. Artinya Presiden Jokowi mengajak semua lapisan masyarakat untuk bekerja. Tidak hanya duduk diam dan mengeluh saja.
Segala nyinyiran, tudingan dan sindiran pun juga tidak ditanggapi oleh Presiden Jokowi. Beliau bukan orang yang terlalu sensitif dan mudah emosional. Beliau kalem saja. Mau disebut pemimpin plonga plonga ya diamkan saja. Mau disebut pemimpin lemah atau sontoloyo, ya terserah mulut orang saja. Beliau membalasnya dengan hasil kerja nyata. Buat rakyatnya. Nanti biar rakyatnya saja yang membela beliau dan membalas nyinyiran, tudingan dan sindiran tersebut. Termasuk para penulis Seword yang manis-manis ini hehehe…
Bukan hanya Ari Wibowo yang bahagia, kita pun juga.
(Sekian)
- [message]
- [👀 SUMBER BERITA Dan Judul Asli - Mari Kita Sama Sama Cross Check, Pada Dasarnya Situs Ini Hanyalah Mengambil Isi Tulisan Dari Link Dengan Judul Dibawah Ini - Terima Kasih]
- [Judul Asli ► Sumber Berita ► 👀👉 ]

COMMENTS