Loading...

Tong Sampah Jerman Bikin Jakarta = Kota Negara Maju! Yakin? Netizen Tulis Begini

Tulisan ini membandingkan pengelolaan sampah di DKI Jakarta dengan Kota Surabaya, terkait dengan soal pembelian tong sampah dari Jerman yang lagi rame di media sosial.Proyek penyediaan tong sampah dari Jerman ini memakan total biaya sekitar Rp 9,5 miliar. Bahkan ongkos kirimnya pun bikin heboh, yaitu Rp 79 juta, namanya juga didatangkan dari Jerman. Begitu saya tahu rincian harga-harganya, pikiran yang terlintas pertama kali dalam benak saya adalah, padahal kita sudah bisa bikin pesawat ya, masak beli tong sampah mesti dari Jerman.


RAKYAT SOSMED - Tulisan ini membandingkan pengelolaan sampah di DKI Jakarta dengan Kota Surabaya, terkait dengan soal pembelian tong sampah dari Jerman yang lagi rame di media sosial.Proyek penyediaan tong sampah dari Jerman ini memakan total biaya sekitar Rp 9,5 miliar. Bahkan ongkos kirimnya pun bikin heboh, yaitu Rp 79 juta, namanya juga didatangkan dari Jerman. Begitu saya tahu rincian harga-harganya, pikiran yang terlintas pertama kali dalam benak saya adalah, padahal kita sudah bisa bikin pesawat ya, masak beli tong sampah mesti dari Jerman.

Apa fungsi dari tong sampah mahal ini? Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Isnawa Adji, tong sampah beroda dengan kapasitas 660 liter ini untuk modernisasi proses pengumpulan sampah di Jakarta. Selama ini pengumpulan sampah dilakukan secara manual, oleh tukang sampah memakai gerobak. Tukang sampah ini mengumpulkan sampah di pemukiman dan kemudian dibuang di Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPS), untuk akhirnya dibawa dengan truk sampah ke TPST Bantargebang.

Modernisasi artinya pengambilan sampah seperti di luar negeri. Menggunakan truk sampah jenis compactor atau truk sampah tertutup yang dilengkapi mesin press sampah, yang sudah dimiliki oleh Dinas LH DKI Jakarta. Tidak semua jalur pengumpulan sampah akan menggunakan truk compactor. Untuk yang masih menggunakan cara manual/tradisional oleh petugas yang memakai gerobak sampah, maka tong sampah Jerman itu akan diletakkan di TPS. Pengadaan tong sampah ini total berjumlah 2.640 buah, dengan harga satuan USD 253,62 atau Rp 3.599.375,04.

Saya sangat tidak yakin dengan pengadaan tong sampah ini. Pertama, urusan sampah di DKI Jakarta itu masih berhubungan dengan perilaku manusianya yang masih suka buang sampah sembarangan. Pengadaan tong sampah mahal tidak serta merta membuat kali di Jakarta menjadi bersih. Juga tidak serta merta membuat saluran air bersih, dikaitkan dengan genangan air yang tinggi jika ada hujan deras. Perlu ada solusi yang menyangkut pola pikir manusianya.

Kedua, kenapa Pemprov DKI Jakarta tidak berusaha mencari solusi untuk mengurangi sampah, instead of hanya menyediakan tong sampah mahal, yang hanya wadahnya saja?

Ketiga, bagaimana dengan keamanan tong sampah ini sendiri? Harganya mahal lho. Aksi vandalisme baru saja terjadi di underpass Mampang, bukan tidak mungkin tong sampah mahal ini juga jadi sasaran berikutnya. Bahkan, tidak menutup kemungkinan tong sampah mahal dari Jerman ini tahu-tahu sudah hilang pada keesokan harinya sesudah ditaruh di jalan. Barang yang mahal tidak akan merubah sikap dan kebiasaan manusia. Apalagi kalau tidak ada keterlibatan warga dalam masalah sampah ini.

Apakah warga Jakarta sudah siap dengan mahalnya fasilitas publik ini? Harganya Rp 3,5 juta lho. Bagaimana Pemprov DKI Jakarta bisa memastikan keamanan tong sampah itu sendiri? Itu kan pakai roda, bukan statis yang dipaku di tembok. Mau pakai rantai macam rantai pengaman sepeda gitu? Jadi tiap truk sampah lewat, mesti buka kunci rantai dulu baru bisa dipakai. Hehehe….

Kenapa tidak mencontoh Kota Surabaya dalam mengurangi dan mengelola sampah, daripada hanya menyediakan tempat untuk membuang sampah saja? Kota Surabaya itu sudah berhasil dalam mengelola sampah lho. Dan itu bukan sekedar hiasan atau hanya menyediakan tempat sampah yang kelihatan enak dipandang. Bahkan pola pengelolaan sampah di Kota Surabaya di-endorse oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, untuk ditiru oleh kota lain seperti Makassar dan Bandung. Di Surabaya, sampah organik dijadikan pupuk. Sedangkan yang anorganik dipilah dan dijual ke pengepul. Ini dilakukan di tingkat kelurahan dan kecamatan. Mereka mendapat penghasilan dari penjualan sampah anorganik dan juga pegawainya mendapat gaji dari Pemkot Surabaya. Akibat pengelolaan ini, sampah yang diangkut ke TPA juga berkurang drastis. Di TPA pun ada pengolahan sampah menjadi energi (gas metana). Dan di sungai juga dipasangi perangkap sampah agar tidak ikut mengalir ke laut. Sedangkan di setiap kelurahan ada kader lingkungan yang mendorong dan memotivasi warga untuk sadar kebersihan. Intinya adalah pada partisipasi masyarakat. Ini baru sebuah upaya yang bisa disejajarkan dengan warga di kota-kota di negara maju.

Entah kenapa Pemprov DKI Jakarta tidak memikirkan sampai ke sana.

(Sekian)

Sumber:
Credit foto : facebook.comdetik.com

COMMENTS

loading...
Loading...

BERITA LAINNYA$type=sticky$count=4$author=hide$readmore=hide

Name

Beritanya,4984,DAERAH,436,EKONOMI,431,INTERMEZO,505,INVESTIGASI,233,JAKARTA,394,Kejadian,489,KIRIMAN NETIZEN,178,KORUPSI,267,KRIINAL,1,KRIMINAL,833,OLAHRAGA,6,OPINI,787,PIALA DUNIA 2018,6,POLITIK,1929,TEKNOLOGI,5,TERORIS,187,VIRAL,2469,WORLD,206,
ltr
item
RAKYAT SOSMED: Tong Sampah Jerman Bikin Jakarta = Kota Negara Maju! Yakin? Netizen Tulis Begini
Tong Sampah Jerman Bikin Jakarta = Kota Negara Maju! Yakin? Netizen Tulis Begini
Tulisan ini membandingkan pengelolaan sampah di DKI Jakarta dengan Kota Surabaya, terkait dengan soal pembelian tong sampah dari Jerman yang lagi rame di media sosial.Proyek penyediaan tong sampah dari Jerman ini memakan total biaya sekitar Rp 9,5 miliar. Bahkan ongkos kirimnya pun bikin heboh, yaitu Rp 79 juta, namanya juga didatangkan dari Jerman. Begitu saya tahu rincian harga-harganya, pikiran yang terlintas pertama kali dalam benak saya adalah, padahal kita sudah bisa bikin pesawat ya, masak beli tong sampah mesti dari Jerman.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgieCT6yEGRHMAUaWvwWXh4Tl4vDv7B4OsyJLC3affM7_Jz1JXPEcioI9_WWQ0ZHqR29bdbnVyURgml3t-N027ahFmbYKCViUIq9sbdSRGoMa5lRaX5tKqNjt9fTKn9MhsLL5L2n7qojyz1/s640/%25C2%25A9suarasosmed-TONG+MAJU.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgieCT6yEGRHMAUaWvwWXh4Tl4vDv7B4OsyJLC3affM7_Jz1JXPEcioI9_WWQ0ZHqR29bdbnVyURgml3t-N027ahFmbYKCViUIq9sbdSRGoMa5lRaX5tKqNjt9fTKn9MhsLL5L2n7qojyz1/s72-c/%25C2%25A9suarasosmed-TONG+MAJU.jpg
RAKYAT SOSMED
https://suarasosmedinfo.blogspot.com/2018/06/tong-sampah-jerman-bikin-jakarta-kota.html
https://suarasosmedinfo.blogspot.com/
https://suarasosmedinfo.blogspot.com/
https://suarasosmedinfo.blogspot.com/2018/06/tong-sampah-jerman-bikin-jakarta-kota.html
true
987615840204520119
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy