“Jangan sampai ada penimbunan., ada mafia yang main, ini kami pukul!”Begitulah ucap Kapolri Jenderal Tito Karnavian ketika ia melakukan konferensi pers di Lapangan Silang Monas, Jakarta. Ini menjadi statement luar biasa di bulan penuh kedamaian ini. Di bulan Ramadan, polisi sudah menangkap sekitar 500 orang yang terlibat mafia pangan, dan sekitar 400 orang jadi tersangka!
RAKYAT SOSMED - “Jangan sampai ada penimbunan., ada mafia yang main, ini kami pukul!”Begitulah ucap Kapolri Jenderal Tito Karnavian ketika ia melakukan konferensi pers di Lapangan Silang Monas, Jakarta. Ini menjadi statement luar biasa di bulan penuh kedamaian ini. Di bulan Ramadan, polisi sudah menangkap sekitar 500 orang yang terlibat mafia pangan, dan sekitar 400 orang jadi tersangka!
Penangkapan tersangka mafia pangan ini membuat siapapun yang berkeinginan atau memiliki niatan bangsat untuk menaikkan harga pangan, akan ketakutan. Pantas harga sembako stabil!
“Mudah-mudahan ini bisa menekan niat mereka memainkan komoditas pangan ini”
Dengan pencidukan dan penangkapan para mafia pangan yang sering menimbun untuk mencapai situasi “pangan langka”, maka komoditas sembako terjamin.
Stok pangan untuk Lebaran masuk ke dalam kategori aman. Distribusi pun berjalan dengan baik. Jaminan pemerintah dalam melindungi petani dan konsumen dari mafia pangan, benar-benar terjadi. Pemerintah selalu mengatakan bahwa penimbunan barang oleh pihak yang coba mengambil keuntungan besar, akan meningkatkan harga pasaran.
Jadi logikanya begini.
Stok sembako sebenarnya ada. Akan tetapi stok yang ada, diendapkan di gudang. Jadi, jika stok ada di gudang dan dikunci, maka sembako menjadi langka. Jika barang langka, menurut teori ekonomi, tentu barang akan menjadi mahal.
Kelangkaan barang berbanding lurus dengan harga barang. Semakin sedikit barang, semakin tinggi harga barang.
Kementerian pertanian pun mengklaim berpihak pada petani dan konsumen beras. Keberpihakan ini bukan sembarang keberpihakan. Ini justru melindungi petani dari tengkulak dan aksi mafia atau kartel dari pangan.
Penggeledahan gudang PT Indo Beras Utama alias IBU itu, ditemukan beras oplosan. Penangkapan ini menjadi dobrakan yang luar biasa dari Kapolri.
Bahkan disebut-sebut, ada orang-orang dalam di PT IBU itu yang merupakan kader partai korupsi sapi alias partai ketiban setan. Sebut saja partai kecemplung selokan. Apa? Benarkah? Ya, benar. Coba saja tanya si bencong itu.
Pemerintah berjuang luar biasa untuk menekan perbedaan harga yang sangat mencolok. Pemerintah membuat perpres untuk menetapkan dan menyimpan bahan pokok yang penting.
"Pemerintah menjaga dua rantai ini dari pihak ketiga, yaitu para makelar," kata Kepal Balai Besar Mekanisasi Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) Andi Nur Alam Syahm sebagaimana rilis yang diterima Kompas.com pada Senin, 31 Juli 2017
Pengoplosan beras ini harus segera ditindak. Sudah ada ratusan orang yang ditangkap. Mereka adalah mafia-mafia yang mengambil keuntungan untuk kelompoknya, dengan cara merugikan para umat.
Seharusnya Amien Rais mendemo para mafia, bukan malah mengatakan Jokowi pengibulan. Memang Pak Tua ini sudah benar-benar salah fokus dan salah menyerang orang.
Ketika usaha pertanian dilindungi oleh pemerintah, Amien Rais malah sebut pembagian sertifikat adalah pengibulan yang dilakukan oleh Jokowi. Ketika usaha penangkapan ratusan mafia yang kemungkinan besar banyak warga asingnya, Amien Rais malah menuding Jokowi pro aseng.
Inikah yang dinamakan keber-pekok-an yang hakiki? Atau yang wakaka? Atau justru yang ngoahihi? Tanya saja kepada Pak Tua yang bermimpi menjadi presiden sejak tahun 1998, dan belum terbangun-bangun dari mimpi itu.
Pemerintah harus ada di antara petani dan konsumen. Artinya pemerintah selama ini menjalankan tugasnya sebagai mediator antara produsen dan konsumen.
Selama ini, di era sebelumnya, SBY membiarkan ada tengkulak-tengkulak dan mafia sembako. SBY bisa apa sih? Bisa nyanyi saja. Hanya bisa membuat proyek mangkrak.
SBY tidak bisa bekerja. Mau menjelaskan seperti apapun sampai mulut berbusa-busa, penulis pun tidak mau percaya. Presiden macam apa yang membuat negara ini hancur, dan membiarkan kemiskinan tetap ada.
Peranan pemerintah benar-benar luar biasa dalam mengetengahkan yang ada. Indonesia butuh sosok pemimpin yang benar-benar luar biasa, seperti Jokowi.
Terima kasih Tito Karnavian. Terima kasih pak Budi Waseso. Jangan sampai mafia beras yang sudah dibiarkan merajalela selama puluhan tahun ini, menjadi sosok yang kembali.
Indonesia butuh pemimpin yang bersih dan pemimpin yang luar biasa dalam membentuk negara yang berdaulat, berkeadilan, dan menjadi negara yang memperhatikan warganya.
Demi NKRI, demi Pancasila, kita gebuk mafia bangsat itu! Yuk ajak Amien Rais!
Begitulah beras-beras.
https://nasional.kompas.com/read/2018/06/06/13064301/kapolri-menimbun-pangan-jelang-lebaran-kami-pukul?
https://ekonomi.kompas.com/read/2017/07/31/204131426/pemerintah-lindungi-petani-dan-konsumen-dari-mafia-pangan-
- [message]
- [👀 SUMBER BERITA Dan Judul Asli - Mari Kita Sama Sama Cross Check, Pada Dasarnya Situs Ini Hanyalah Mengambil Isi Tulisan Dari Link Dengan Judul Dibawah Ini - Terima Kasih]
- [Judul Asli ► Sumber Berita ► 👀👉Terima Kasih Pak Tito dan Pak Buwas!! Harga Sembako Stabil Karena 500 Mafia Pangan Diciduk! - Seword ]

COMMENTS