Bekasi - Berdasarkan pantauan SP di Jalan Patriot Dalam, RT 01/RW 01 Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, tidak ada perusahaan bernama PT Cahaya Perisai Afiyah. Perusahaan ini berdasarkan layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) DKI Jakarta telah memenangkan tender pengadaan tanaman dan bahan dekorasi (pohon imitasi) di Jalan MH Thamrin dan Jalan Medan Merdeka Barat, sebesar Rp 8,1 miliar tahun anggaran 2018.
RAKYAT SOSMED - Bekasi - Berdasarkan pantauan SP di Jalan Patriot Dalam, RT 01/RW 01 Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, tidak ada perusahaan bernama PT Cahaya Perisai Afiyah. Perusahaan ini berdasarkan layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) DKI Jakarta telah memenangkan tender pengadaan tanaman dan bahan dekorasi (pohon imitasi) di Jalan MH Thamrin dan Jalan Medan Merdeka Barat, sebesar Rp 8,1 miliar tahun anggaran 2018.
"Setahu saya, alamat Jalan Patriot Dalam Nomor 27 A, sudah lama dikosongkan," ujar Ketua RT setempat Subandi saat ditemui SP, Jumat (1/6) petang.
Dia mengatakan, rumah tersebut sudah lapuk dan ditinggalkan pemiliknya. "Tidak layak dihuni lagi," ungkapnya.
Saat ditanyakan, apakah pemiliknya bernama Surahman, kata dia, di wilayah RT 01, tidak ada warga bernama Surahman. Rumah tersebut, memang dijadikan rumah kontrakan karena dibagi menjadi tiga pintu (petak). Ketua RT Subandi, yang menjabat sejak 2015 lalu, tidak mengetahui siapa pemilik rumah kontrakan tersebut. Sebelum dia menjabat ketua RT, rumah kontrakan ini sudah dibangun.
Lebih lanjut dia menjelaskan, pada 2016-2017 lalu, di wilayahnya memang ada pengerahan pekerja harian lepas (PHL) Dinas Kebersihan untuk bekerja di wilayah DKI. "Warga sekitar lingkungan RT 01 direkrut untuk bekerja sebagai PHL di DKI Jakarta," tuturnya.
Para pekerja ini dikoordinir oleh pensiunan TNI, warga hanya mengenal dengan sebutan "Pak Payung". Payung merujuk terhadap marga Sipayung, asal Medan, Sumatera Utara.
"Nama lengkapnya, kami tidak tau, hanya dikenal Pak Payung," ungkapnya.
Kantornya berlokasi di Jalan Patriot, Jakasampurna, yang dijadikan titik kumpul para PHL sebelum berangkat kerja ke Jakarta, sebagai penyapu jalan.
Hal senada dikatakan oleh Ketua RW 01, Amir. Ia belum pernah mendengar warga yang bernama Surahman. Namun, warga mengetahui ada perusahaan yang berada di sekitar wilayahnya yakni di RT 05/RW 17 Kelurahan Jakasampurna.
"Mungkin, perusahaan itu yang dimaksud, milik Pak Payung," tutur Amir.
Pantauan di kantor tersebut, sudah sepi karyawan dan tidak ada kegiatan sama sekali. Hanya ada satu pekerja yang ditugaskan untuk menunggu rumah. "Saya baru dua minggu nunggu di sini," ujar Simanjuntak, pegawai yang menunggu kantor Pak Payung.
Saat ditanyakan, apakah di sini kantor PT Cahaya Perisai Afiyah, dia tidak tahu-menahu. "Pemiliknya lagi pulang kampung ke Medan, nantinya saja setelah ke sini lagi," ungkapnya.
Selama dia menempati rumah itu, tidak aktivitas sama sekali. Bahkan, Sipayung juga tidak pernah menghubungi dirinya menanyakan kondisi rumah. "Saya dengan pemiliknya masih satu keluarga," imbuhnya.
Berdasarkan informasi yang beredar, Sipayung memang kerap mendapat proyek untuk menyediakan para PHL di Dinas Kebersihan atau Dinas Pertamanan, pada masa Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat. "Sejak Gubernur Ahok diganti, sudah tidak ada aktivitas di kantor Pak Payung," sambung Subandi.
Selain kantor, Sipayung juga memiliki rumah berlantai dua di Perumahan Pusat Koperasi Angkatan Darat (Puskopad) di RT 06/RW 17 Kelurahan Jakasampurna, Bekasi Barat. Rumah bercat kuning ini saat dikunjungi, dalam keadaan tertutup rapat.
"Pemiliknya lagi pulang kampung," ujar pengurus RT setempat, Herry.
Herry yang rumah tinggalnya berhadapan dengan rumah Sipayung ini, kenal betul dengan sosok tetangganya itu. Namun ia enggan membeberkan lebih lanjut sosok Sipayung. "Saya harus meminta izin dengan yang bersangkutan (Sipayung)," imbuhnya.
Sipayung pernah menjadi anggota AD, namun kini telah pensiun dan menjadi kontraktor. Istri Sipayung merupakan aparatur sipil negara (ASN) di Pemprov DKI yang menurut warga berdinas di Dinas Kebersihan atau Dinas Pertamanan.
"Saya kenal baik dengan Pak Payung, tetangga saya kok," imbuhnya tanpa menjelaskan lebih detail lagi.
- [message]
- [👀 SUMBER BERITA Dan Judul Asli - Mari Kita Sama Sama Cross Check, Pada Dasarnya Situs Ini Hanyalah Mengambil Isi Tulisan Dari Link Dengan Judul Dibawah Ini - Terima Kasih]
- [Judul Asli ► Sumber Berita ► 👀👉 Perusahaan Pemenang Lelang Pohon Imitasi Gunakan Alamat Fiktif - BeritaSatu.com ]

COMMENTS