Menjelang pemilihan 27 Juni 2018, gelombang dukungan terhadap pasangan calon (Paslon) Gubernur, Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno berdatangan. Aktivis Tionghoa mulai menyatukan diri untuk memenangkan pasangan nomor urut dua.
RAKYAT SOSMED - Menjelang pemilihan 27 Juni 2018, gelombang dukungan terhadap pasangan calon (Paslon) Gubernur, Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno berdatangan. Aktivis Tionghoa mulai menyatukan diri untuk memenangkan pasangan nomor urut dua.
"Kita tahu semua calon nasionalis, tetapi yang kami nilai nasionalis asli ya nomor dua," kata Iqnasius Iriyanto, salah satu aktivis Etnis Tionghoa Jawa Timur, Sabtu (9/6).
Iriyanto mengatakan, banyak anggota elemen kemasyarakatan yang ingin memenangkan Gus Ipul dan Puti dalam pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Timur. Karena banyak program yang sesuai dan mendukung iklim bisnis dan ekonomi di Jatim. Meksi demikian, elemen-elemen kemasyarakatan tersebut tetap independen dan memberikan kebebasan untuk menentukan pilihan bagi semua anggota.
Bagi Iriyanto, elemen hanya sebuah simbol organisasi yang dimiliki kaum Etnis Tionghoa. Secara personal, lanjutnya, pelaku-pelaku organisasi ini menetapkan dan memantapkan untuk memilih Gus Ipul-Puti sebagai pimpinan Jawa Timur.
"Kita tahu Gus Ipul itu siapa, Wakil Gubernur dan keponakan Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) yang dianggap Etnis Tionghoa sebagai pahlawan, sedangan Puti siapa, cucu Bung Karno yang selalu ingin mengangkat kaum minoritas," ujarnya.
Memang, lanjut dia, banyak orang yang mempertanyakan kinerja Gus Ipul, yang selama ini menjadi pemimpin nomor dua di Jatim. Untuk membuktikan kinerjanya, Irianto menuturkan kalau Etnis Tionghoa akan memberikan kesempatan kepada Gus Ipul memimpin Jatim dengan didampingi Puti.
Saat ini banyak harapan yang digantungkan Etnis Tionghoa kepada Gus Ipul-Puti. Di Jatim, ungkap Iriyanto, kebutuhan pokok adalah rasa aman yang harus dimiliki semua lapisan masyarakat, bukan hanya Etnis Tionghoa saja. Tetapi masyarakat Jatim menunggu terciptanya rasa aman, artinya aman dalam berkehidupan, aman dalam berbisnis, dan aman dalam beraktivitas sehari-hari.
"Keamanan inilah yang kami butuhkan, kami berharap Gus Ipul dan mbak Puti bisa mewujudkan ini," tegas Iriyanto.
Eddy Wahyudi, Devisi Pengorganisasian Massa Barisan Soekarnois Jawa Timur menambahkan, keberadaan Etnis Tionghoa untuk memenangkan Gus Ipul-Puti merupakan tambahan amunisi yang sangat berarti. Memang, secara prosentasi jumlahnya mereka tidak banyak. Namun, mereka memiliki pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan di tengah-tengah masyarakat.
"Kami sangat senang dengan keputusan temen-temen Tionghoa. Keputusan mendukung Gus Ipul-Puti tidak salah, mereka benar-benar pasangan religius nasionalis," katanya.
Eddy menegaskan, setelah melakukan pembicaraan face to face dengan Etnis Tionghoa, banyak sekali yang ingin menyalurkan pilihan kepada pasangan nomor urut dua. Karena pasangan ini benar-benar mencerminkan Indonesia, dimana Indonesia ada karena ada kaum religius dan nasionalis.
Keberadaan pasangan ini, lanjut Eddy, menjadi cerminan sejarah masa lalu yang mempertemukan kaum religius dan nasionalis. Kedua kaum ini merupakan cikal-bakal memantapkan Pancasila, karena Bung Karno meminta pendapat ulama untuk membahas sila-sila dalam Pancasila.
"Bung Karno tidak pernah meninggalkan ulama dalam membuat kebijakan, termasuk menjabarkan Pancasila. Jadi sangat pas memilih Gus Ipul dan mbak Puti," ucap Eddy. [hrs]
- [message]
- [👀 SUMBER BERITA Dan Judul Asli - Mari Kita Sama Sama Cross Check, Pada Dasarnya Situs Ini Hanyalah Mengambil Isi Tulisan Dari Link Dengan Judul Dibawah Ini - Terima Kasih]
- [Judul Asli ► Sumber Berita ► 👀👉Aktivis Tionghoa mantapkan dukungan ke Gus Ipul-Puti | merdeka.com ]

COMMENTS