Habis Full Nyerang NU, Kok Bisa Mendadak NU .. Simak Tulisan Pedas Netizen Berikut, Yang Menganalisa Manuver Politik PKS sekarang
RAKYAT SOSMED - Habis Full Nyerang NU, Kok Bisa Mendadak NU .. Simak Tulisan Pedas Netizen Berikut, Yang Menganalisa Manuver Politik PKS sekarang
Bahkan Hidayat Nur Wahid ujug-ujug juga mengunggah cuitan seperti ini :
Setelah para petinggi dan kader PKS mulai Tifatul Sembiring, Hidayat Nur Wahid, dan kawan-kawan secara frontal nyinyir ke Kyai NU, terutama Gus Yahya Cholil Staquf, sekarang tiba-tiba ada yang membangun narasi bahwasannya ada trah NU dalam darah PKS.
Nampaknya ini adalah upaya damage control yang dilakukan oleh PKS karena setelah ulah beberapa kadernya itu secara tegas NU pun mulai bersikap. Contohnya adalah Nuruzzaman yang keluar dari Partai Gerindra sekaligus mengumandangkan untuk membenamkan Gerindra dan PKS di Pemilu mendatang, termasuk pemilihan legislatif.
Ternyata di tahun 2013, Sekretaris Jenderal PBNU kala itu, Adnan Anwar, sudah pernah meminta supaya warga NU berhati-hati kepada manuver politik simbolik seperti yang dilakukan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Saat itu Anis Matta ujug-ujug berziarah dan tahlilan ke makam Sunan Kalijaga. Padahal Anda tahu sendiri kan di ajaran yang selama ini diberikan ke kader PKS mereka cenderung membid'ahkan soal tradisi ziarah kubur dan tahlilan.
Adnan Anwar menilai kala itu Anis Matta hanya melakukan politik pengelabuan. Anis melakukan amalan warga NU, tujuannya hanya meraih simpati dan mendulang suara di saat citra PKS rusak. Karena partai yang mengaku islami tersebut dilanda skandal korupsi yang melibatkan presiden partainya.
Lebih jauh Adnan mempertanyakan sikap PKS yang menolak asas Pancasila. Simak saja suara mereka dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Ormas di DPR. Di akhir pernyataannya, Adnan kembali meminta warga NU kalau memilih partai harus memahami prinsip, kebijakan, dan sejarahnya. Jangan sampai dikelabui partai yang ternyata malah membidahkan amalan-amalan Ahlusunnah wal-Jamaah. Tulisan tentang ini bisa Anda baca di : http://www.nu.or.id/post/read/43530/warga-nu-diminta-hati-hati-manuver-politik-pks
Peringatan Itu Masih Relevan, Jangan Percaya Pada PKS
Menurut saya apa yang pernah dikatakan Adnan Anwar 5 tahun lalu itu masih sangat relevan dengan kondisi saat ini. Bangkai itu mau ditutupi seperti apapun pasti akan tercium juga. Makin lama kita makin tahu dan sadar bahwa PKS ini memang tidak membawa kebaikan bagi bangsa ini. Mereka sering berkoar bela ulama dan sebagainya, tapi perilaku petingginya sendiri tidak mencerminkan itu. Bela ulama dan umat hanya jualan politik mereka.
Kalau sekarang mereka mau menunjukkan seolah ada orang NU yang dekat dengan mereka atau bahkan masuk ke partainya buat saya pribadi itu tidak ada artinya. Tetap saja ogah kalau disuruh memilih PKS di 2019 nanti. NU itu setahu saya membebaskan warga Nahdliyin memilih pilihan politiknya masing-masing. Patronnya cuma cari yang prinsip, kebijakan, dan sejarahnya sesuai dengan nilai-nilai yang dimiliki NU.
NU dan organisasinya seperti GP Ansor dan Banser menurut saya merupakan salah satu garda terdepan dalam menjaga Pancasila sebagai ideologi negara. Kyai-kyai NU juga banyak yang memberi contoh bagaimana menerapkan hal itu di kehidupan sehari-hari. Lha PKS itu lho tidak loyal kepada Pancasila, mereka mau mengubah ideologi negara menjadi khilafah. Dari sini mana mungkin NU dan PKS bisa seiring sejalan?
Yusuf Supendi, salah satu pendiri Partai Keadilan--cikal bakal Partai Keadilan Sejahtera--pernah memastikan awal pendirian partai itu pada Juli 1998 dibantu oleh banyak tokoh Ikhwanul Muslimin di Mesir dan Timur Tengah. Tokoh-tokoh di awal pendirian PKS, kata Yusuf, merupakan aktivis Ikhwanul Muslimin di Indonesia. Gerakan ini sendiri awalnya digagas sejumlah mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Madinah, Arab Saudi, termasuk Yusuf sendiri dan KH Hilmi Aminuddin.
Latar belakang Hilmi sebagai anak Panglima Militer Darul Islam, Danu Muhammad Hasan, menurut Yusuf, juga sudah diketahui banyak pendiri PK lainnya ketika itu. Hilmi mengenal Ikhwanul Muslimin di Arab Saudi dan mendirikan gerakan ini di Indonesia sepulangnya dia ke Tanah Air. Yusuf juga mengaku bagian dari gerakan Ikhwanul Muslimin yang didirikan Hilmi itu. Ketika mereka ikut Pemilu tahun 1999 juga banyak disokong pendanaan dari Timur Tengah hingga 90 persen. Artikelnya masih ada di : https://nasional.tempo.co/read/460337/pendiri-akui-pks-memang-ikhwanul-muslimin
Coba Anda cari sendiri sejarah tentang Darul Islam dan apa yang dilakukannya ke Republik ini dulu serta apa itu Ikhwanul Muslimin dan mengapa Ia dilarang di berbagai negara. Coba cek ideologi IM itu seperti apa. Ini fakta.
Kita itu sebetulnya agak terlambat membenamkan PKS. Dia sudah mendoktrinasi banyak sekali simpatisan dan kader. Parahnya justru pendukungnya banyak di perkotaan dan mereka yang berpendidikan tinggi dan nggak jarang mereka ini jadi PNS, dosen, guru, atau pegawai BUMN. Sebab memang dulu mereka bermain di organisasi dan politik kampus. Coba dicek sekarang di kampus-kampus negeri misalnya kemungkinan besar mahasiswa yang terjun di politik kampus adalah simpatisan atau kader junior PKS. Belum lagi kemarin saat SBY menjabat, orang-orang PKS ditempatkan di Kementerian yang cukup strategis, contohnya Kominfo. Loyalis-loyalis mereka yang ada di sana, kementerian lain, dan BUMN ini rata-rata anti Pemerintah dan menguasai dakwah di lingkungan kerja.
Saya sendiri sudah sangat ilfil dengan cara PKS main di politik kampus, kemudian apa yang kemarin mereka lakukan di Jakarta, dan sekarang melihat sikap ngelamak dan inkonsistensi dalam menghormati ulama dari para petingginya. Saya juga kecewa dengan sikap beberapa pentolan PKS kemarin saat terjadi bom di Surabaya. Mereka seperti tidak ada empatinya sama sekali. Belum lagi kebanyakan simpatisan PKS itu gampang sekali mengecap sesuatu bid'ah dan memaksakan orang beragama sesuai standarnya. Dan polarisasi soal Islam-kafir itu benar-benar sudah bikin banyak orang gregetan.
Sudah betul itu nggak usah memilih PKS di pemilu legislatif tahun depan. Dengan kita mencoblos mereka dan menempatkan kadernya di legislatif, sama saja memberi kesempatan menancapkan kukunya termasuk mempengaruhi keputusan-keputusan Pemerintah baik pusat maupun daerah. Cara berpolitik PKS itu terlalu berpotensi merusak persatuan dan kesatuan bangsa sehingga sudah paling tepat kalau kita say no to PKS di 2019!
- [message]
- [👀 SUMBER BERITA Dan Judul Asli - Mari Kita Sama Sama Cross Check, Pada Dasarnya Situs Ini Hanyalah Mengambil Isi Tulisan Dari Link Dengan Judul Dibawah Ini - Terima Kasih]
- [Judul Asli ► Sumber Berita ► 👀👉 Ketika PKS Mendadak NU, 5 Tahun Lalu Sekjen PBNU Sudah Ingatkan Manuver Politik Pengibulan PKS! - Seword ]





COMMENTS