Loading...

Terbongkar! Anies Klaim Pertama Kali Segel Pulau Reklamasi, Faktanya Sudah Disegel 3 Kali dari Era Jokowi-Ahok

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyegel 932 bangunan di Pulau D kawasan reklamasi Teluk Jakarta. Penyegelan di Pulau D sudah tiga kali dilakukan sejak tahun 2014.“Dari 2014 sudah ada penyegelan,” kata Kepala Suku Dinas, Cipta Karya,Tata ruang dan Pertanahan (CKTRP), Kusnadi kepada wartawan, Kamis (7/6/2018).

RAKYAT SOSMED - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyegel 932 bangunan di Pulau D kawasan reklamasi Teluk Jakarta. Penyegelan di Pulau D sudah tiga kali dilakukan sejak tahun 2014.“Dari 2014 sudah ada penyegelan,” kata Kepala Suku Dinas, Cipta Karya,Tata ruang dan Pertanahan (CKTRP), Kusnadi kepada wartawan, Kamis (7/6/2018).

Pada penyegelan pertama, pihak pengembang diminta mengurus izin mendirikan bangunan (IMB) Namun syarat ini tidak dipenuhi. Penyegelan kedua dilakukan pada tahun 2016, hingga penyegelan ketiga pada hari ini.

“Pokoknya kan gini dalam artian itu harusnya berizin, tapi juga dari pihak pengembang memahami kondisi yang ada. Jangan terus-terusan membangun kaya gitu. Makanya tadi pak gubernur menyampaikan ya kita lihat saja nanti kalau masih membandel, mudah-mudahan nanti ada penegasan, ” sambung Kusnadi.
Bangunan di Pulau D yang disegel hari ini terdiri dari 495 rumah, 212 rukan (rumah kantor), dan 313 jadi satu unit rukan dan rumah tinggal.


Penyegelan yang dipimpin Anies ini dibantu personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta petugas Dinas Cipta Karya, Penataan Kota, dan Pertanahan DKI. Dia menegaskan bakal menegakkan aturan terhadap semua pihak tanpa pandang bulu.

“Kita ingin menegaskan kepada semua bahwa di DKI Jakarta akan menegakkan aturan kepada semua, bukan hanya mereka yang kecil dan lemah, tetapi juga kepada mereka yang besar dan kuat. Kita ingin semua mengikuti aturan yang ada,” kata Anies.

Terbongkar! @AniesBaswedan Klem Pertama Kali Segel Pulau Reklamasi, Faktanya Sudah Disegel 3 Kali dari Era Jokowi-Ahok | Melek Politik

Tulisan Lanjutan Sebagai Referensi !! BACA BONG

Apa? 5 Juni Pengembang Meikarta Digugat, 7 Juni Anies Segel Bangunan Saingan Meikarta yang Sudah Disegel Ahok?




Pengembang megaproyek raksasa yang belum rampung-rampung sampai saat ini menghadapi badai besar. Gugatan penundaan kewajiban pembayaran utang alias PKPU dilontarkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Permohonan kepada perusahaan pengembang Meikarta ini sudah diajulan sejak hari Kamis 24 Mei 2018, dengan nomor perkara 68/Pdt.Sus-PKPU/2018/PN Jkt.Pst. Sidang perdana gugatan PKPU dijadwalkan pada 5 Juni 2018.

Dua pemohon, yakni Relys Trans Logistic dan Imperia Cipta Kreasi dan kreditur lain, meminta hakim PN Jakarta Pusat menetapkan pengembang Meikarta ini dalam keadaan PKPU sementara dengan segala hukuman yang mereka bisa dapatkan.

Kita tahu bahwa Lippo sangat agresif mempromosikan megaproyek Meikarta yang menurut penulis, masih sangat tidak meyakinkan. Iklan besar-besar di surat kabar Kompas bisa sampai beberapa halaman, dengan tinta hitam.

Kemudian di media internet, Lippo Grup juga mengganggu penulis dalam membaca berita, karena iklan pop up yang sangat norak dan lebai. Meikarta, dengan sengkarut izin yang sampai saat ini masih belum pasti, benar-benar tidak jelas.

Bahkan berdasarkan riset Nielsen, Meikarta menjadi merk dengan iklan tertinggi sepanjang 2017 dengan nilai 1,5 triliun. Uang dari mana itu? Uang dari cicilan para konsumen? Atau bagaimana ya?

Apakah Lippo bisa jelaskan keuangan Meikarta? Jika Meikarta bisa beriklan gila-gilaan, kapan ada laporan keuangan yang disebar besar-besar juga di surat kabar?

Belajarlah prudent seperti Prudential yang setiap tahunnya melampirkan aliran dana dan keuangannya di surat kabar, besar-besaran untuk para warga. Transparansi yang dikerjakan oleh perusahaan-perusahaan seperti Prudential dan berbagai perusahaan lainnya sangat baik dan harus ditiru oleh Meikarta.

Kita tahu bagaimana Meikarta yang sempat menjual dirinya dengan lahan 500 hektar, dan saat ini Pemprov Jawa Barat hanya memberikan rekomendasi lahan proyek Meikarta ini hanya 84,6 hektar. Astaga. 20 persen saja belum, sudah iklan gila-gilaan?

Data berbicara. Data bisa diinterpretasi, dan dari tanggal, bisa kita simpulkan sesuatu. Begini. Dua hari berselang dari sidang gugatan pengembang Meikarta, Anies datang ujug-ujug menyegel bangunan di Pulau D, yang ternyata sudah disegel di era Ahok sebelumnya.

Apakah berlebihan, jika kita menyimpulkan sementara bahwa Anies adalah corong dari pengembang Meikarta, yang merupakan saingan pebisnis properti Pulau D? Apakah benar bahwa ada sosok yang disebut Ahok “Hari Senin sampai Sabtu nipu orang, hari Minggu nipu Tuhan.” Siapakah dia?

Cie, ternyata berpihak toh? Semoga saja tidak ya. Akan tetapi, opini liar publik benar-benar tidak bisa dibendung. Anies bisa saja dicap sebagai congor pengembang Meikarta. Anies bisa saja dicap dekat dengan naga, tapi dengan embel-embel “ini untuk kepentingan warga, ini demi untuk keberadilan”. Bicara keberadilan, Ahok sudah melaksanakan itu. Toh penyegelan ini sudah dikerjakan di era Ahok.

Tidak salah dong, jika penulis mengatakan bahwa Anies sedang mencari perhatian untuk pilpres? Padahal kita tahu, di era Ahok, penyegelan bangunan sudah terjadi. Cari perhatian atau cari elektabilitas?

Manusia berdarah Arab ini sepertinya sedang menunggangi apa yang sudah Ahok kerjakan. Semua sudah terbaca. Apalagi Gembong Warsono, anggota Fraksi PDI-P DPRD Jakarta mengatakan bahwa tindakan Anies ini tidak menyalahi aturan.

"Kalau memang belum berizin langkah yang dilakukan Pak Anies sudah tepat. Kalau belum berizin penegasan aturan disesuaikan dengan perizinan yang dimiliki. Saya mengapresiasi itu," ujar Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Gembong Warsono saat dihubungi detikcom, Kamis (7/6).

Ini menjadi semakin terbuka, bahwa aksi Anies ini adalah nyontek Ahok. Apa yang Anies tahu? Yang ia tahu tidak ada. Ia hanya fokus kepada harga diri, harga diri, dan harga diri. Ia ingin menang sendiri. Ia ingin mengungkit elektabilitasnya untuk modal pilpres.

Lucunya, Anies ini konyol. Semakin dia bertindak, apa yang ia kerjakan, justru semakin membenarkan apa yang Ahok pernah kerjakan. Jadi ini masalah siap yang menjadi eksekutor, bukan jabatan gubernurnya itu sendiri.

Secara status, Ahok dan Anies sama. Tapi dalam setiap aksinya, Anies melakukan penyegelan terhadap sesuatu yang dikerjakan oleh Ahok. Terima kasih Pak Ahok. Anda sudah menjadi pahlawan bagi bangsa ini. Anda sudah mengajarkan kepada sosok Anies yang ambisius itu, untuk bertindak.

Ahok adalah pahlawan. Ahok adalah guru bagi sosok haus kekuasaan itu. Terima kasih Ahok.

Apakah benar bahwa ada sosok yang disebut Ahok “Hari Senin sampai Sabtu nipu orang, hari Minggu nipu Tuhan.” Siapakah dia?

Begitulah kampret-kampret.

Apa? 5 Juni Pengembang Meikarta Digugat, 7 Juni Anies Segel Bangunan Saingan Meikarta yang Sudah Disegel Ahok? - Seword
  • [message]
    • [👀 SUMBER BERITA Dan Judul Asli - Mari Kita Sama Sama Cross Check, Pada Dasarnya Situs Ini Hanyalah Mengambil Isi Tulisan Dari Link Dengan Judul Dibawah Ini - Terima Kasih]
      • [Judul Asli ► Sumber Berita ► 👀👉  ]

COMMENTS

loading...
Loading...

BERITA LAINNYA$type=sticky$count=4$author=hide$readmore=hide

Name

Beritanya,4984,DAERAH,436,EKONOMI,431,INTERMEZO,505,INVESTIGASI,233,JAKARTA,394,Kejadian,489,KIRIMAN NETIZEN,178,KORUPSI,267,KRIINAL,1,KRIMINAL,833,OLAHRAGA,6,OPINI,787,PIALA DUNIA 2018,6,POLITIK,1929,TEKNOLOGI,5,TERORIS,187,VIRAL,2469,WORLD,206,
ltr
item
RAKYAT SOSMED: Terbongkar! Anies Klaim Pertama Kali Segel Pulau Reklamasi, Faktanya Sudah Disegel 3 Kali dari Era Jokowi-Ahok
Terbongkar! Anies Klaim Pertama Kali Segel Pulau Reklamasi, Faktanya Sudah Disegel 3 Kali dari Era Jokowi-Ahok
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyegel 932 bangunan di Pulau D kawasan reklamasi Teluk Jakarta. Penyegelan di Pulau D sudah tiga kali dilakukan sejak tahun 2014.“Dari 2014 sudah ada penyegelan,” kata Kepala Suku Dinas, Cipta Karya,Tata ruang dan Pertanahan (CKTRP), Kusnadi kepada wartawan, Kamis (7/6/2018).
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEizbeUo4vb105BhdP-_8YeegBSTop_lJkvk9s6HWrxu8i8VcTuNR8x89P1r7JbvLcTHSiyrUBXiuLU_3A376-MVnwWguCehdD6V2AGZJfdibQqif8TmWYJaWcQ2cBf0IarYMO2cJexrMQ2E/s1600/%25C2%25A9suarasosmed-KETAHUAN+NIH+YE.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEizbeUo4vb105BhdP-_8YeegBSTop_lJkvk9s6HWrxu8i8VcTuNR8x89P1r7JbvLcTHSiyrUBXiuLU_3A376-MVnwWguCehdD6V2AGZJfdibQqif8TmWYJaWcQ2cBf0IarYMO2cJexrMQ2E/s72-c/%25C2%25A9suarasosmed-KETAHUAN+NIH+YE.jpg
RAKYAT SOSMED
https://suarasosmedinfo.blogspot.com/2018/06/erbongkar-anies-klaim-pertama-kali.html
https://suarasosmedinfo.blogspot.com/
https://suarasosmedinfo.blogspot.com/
https://suarasosmedinfo.blogspot.com/2018/06/erbongkar-anies-klaim-pertama-kali.html
true
987615840204520119
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy