Loading...

Astaga, PKS Tak Tahu Malu, Halalkan Segala Cara Agar Tak Gurem

Sebagai sebuah partai berbasis agama, seharusnya PKS menggunakan cara-cara yang layak disebut sebagai partai agama. Tetapi kenyataannya PKS jauh dari apa yang bisa disebut sebagai partai agama. Cara-cara yang dilakukan sangat tidak layak disebut sebagai partai agama. PKS tidak segan-segan menggunakan fitnah, hoax, dan tak malu-malu menggunakan sebuah ormas tanpa konfirmasi hanya untuk kepentingan dirinya sendiri.


RAKYAT SOSMED - Sebagai sebuah partai berbasis agama, seharusnya PKS menggunakan cara-cara yang layak disebut sebagai partai agama. Tetapi kenyataannya PKS jauh dari apa yang bisa disebut sebagai partai agama. Cara-cara yang dilakukan sangat tidak layak disebut sebagai partai agama. PKS tidak segan-segan menggunakan fitnah, hoax, dan tak malu-malu menggunakan sebuah ormas tanpa konfirmasi hanya untuk kepentingan dirinya sendiri.

Cara-cara yang dilakukan oleh PKS ini mencerminkan sebuah ketakutan. Takut kalau PKS akan tenggelam pada tahun depan. Tak kader-kader PKS tidak akan dipilih lagi oleh masyarakat. Takut cakada yang mereka usung tidak dilirik oleh masyarakat. Maka mereka pun menggunakan berbagai cara agar mereka akan terpilih kembali, meski pun cara yang mereka lakukan jauh dari kesopanan dan tata krama adat Indonesia.

Sebenarnya karma yang menimpa PKS saat ini adalah akibat dari perbuatan mereka sendiri. Mereka selalu berseberangan dengan ulama-ulama NU. Mereka selalu menjelek-jelekkan ulama NU, bahkan mereka juga memprovokasi masyarakat untuk membenci ulama-ulama NU.

Kita masih ingat betapa Gus Yahya difitnah telah mendukung Israel. Mereka menjelek-jelekkan Gus Yahya. Mereka membully Gus Yahya. Seakan-akan kedatangan Gus Yahya ke Israel adalah sebuah dosa besar yang tak terampuni. Padahal Gus Yahya ke Israel adalah demi kepentingan Palestina. Gus Yahya menggunakan cara-cara diplomasi agar Israel menghentikan penganiayaan kepada Palestina. Gus Yahya juga memperjuangkan kemerdekaan Palestina seperti yang dikehendaki oleh Indonesia. Tetapi oleh PKS, kedatangan Gus Yahya diputarbalikkan menjadi dukungan kepada Israel. Dan perbuatan dari PKS ini mendapatkan kecaman dari Nahdliyin. Bahkan Nahdliyin menyerukan untuk tidak memilih PKS, tidak memilih cakada yang didukung PKS, tidak memilih kader-kader PKS di legislatif baik pusat mau pun daerah.

Tentu seruan dari Nahdliyin ini membuat PKS ketakutan. Bagaimana tidak Nahdliyin ini adalah pemilih terbesar di Indonesia. Dengan kehilangan suara dari Nahdliyin akan membuat PKS menjadi hanya tinggal nama saja. Tak ada lagi nama PKS di Pemilu 2024 nanti. Ketakutan ini membuat PKS bermanuver, seakan-akan mereka begitu dekat dengan NU. Istilah kerennya Mendadak NU. Petinggi-petinggi NU pun dicatut namanya untuk mendongkrak perolehan suara PKS baik untuk Pilkada mau pun untuk Pemilu yang akan datang.




Salah satu petinggi NU yang dicatut adalah Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, M.A. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Dalam salah satu twitnya Hidayat Nur Wahid, politisi PKS tidak malu-malu mencatut nama Said Aqil Siroj untuk memenangkan pasangan Sudirman-Ida di Jawa Tengah. Begini kira-kira bunyi twit tersebut, “Sesuai rekomendasi para Ulama di Jateng, dan juga arahan Ketum PBNU unt menangkan Sudirman Ida. Alhamdulillah” Padahal Ketua Umum PBNU menginstruksikan kepada Nahdliyin untuk bebas memilih Cagub Jateng dan tidak memfokuskan diri pada salah satu calon saja. Tetapi oleh HNW, ditekankan bahwa Ketua Umum PBNU menyerukan memilih pasangan Sudirman-Ida. Apakah ini pantas?



PKS juga tak segan-segan menggunakan nama Gus Sholah demi untuk menarik suara dari Nahdliyin. Berpura-pura baik agar kembali mendapat simpati dari kaum Nahdliyin yang sudah terlanjur sakit hati kepada PKS ini. Pada satu kesempatan DPRa PKS Pekayon memposting sebuah foto Abdul Hadi Wijaya dengan Gus Sholah, foto tersebut seakan-akan ada unsur tokoh NU di PKS. Tetapi sayang sekali, keinginan PKS untuk mempolitisasi pertemuannya dengan Gus Sholah mendapat kecaman dari Gus Sholah dan Pesantren Tebu Ireng.





Dalam rilis resminya, Sekretaris Pesantren Tebu Ireng Kabupaten Jombang Abdul Ghofar memberikan penjelasan soal foto tersebut. Dia mengemukakan, pertemuan antara Gus Sholah dengan Abdul Hadi Wijaya tersebut bukan berarti pesantren terikat dengan partai, melainkan dalam kegiatan temu keluarga dan halalbihalal keluarga Besar KH M Hasyim Asy'ari.

Abdul menyesalkan bila ada pihak yang membingkai foto tersebut dalam narasi dukungan atau keberpihakan terhadap partai tertentu atau calon kepala daerah tertentu di Provinsi Jawa Barat.

"Kami sangat menyayangkan dan menegaskan bahwa hal itu tidak sepatutnya dilakukan, mengingat dokumentasi foto tersebut adalah dokumen yang bersifat pribadi dan keluarga," ujarnya.

Jadi jelas, bahwa PKS menghalalkan segala cara agar supaya partainya tidak hilang dari peredaran. Bahkan kegiatan yang tidak ada hubungannya dengan dukung mendukung pun diframing sedemikian rupa seakan-akan NU dan tokoh-tokoh NU mendukung PKS. Sungguh terlalu!

Hanya ada satu kata. Tenggelamkan PKS 2019.

Bukan begitu kura-kura?
  • [message]

COMMENTS

loading...
Loading...

BERITA LAINNYA$type=sticky$count=4$author=hide$readmore=hide

Name

Beritanya,4984,DAERAH,436,EKONOMI,431,INTERMEZO,505,INVESTIGASI,233,JAKARTA,394,Kejadian,489,KIRIMAN NETIZEN,178,KORUPSI,267,KRIINAL,1,KRIMINAL,833,OLAHRAGA,6,OPINI,787,PIALA DUNIA 2018,6,POLITIK,1929,TEKNOLOGI,5,TERORIS,187,VIRAL,2469,WORLD,206,
ltr
item
RAKYAT SOSMED: Astaga, PKS Tak Tahu Malu, Halalkan Segala Cara Agar Tak Gurem
Astaga, PKS Tak Tahu Malu, Halalkan Segala Cara Agar Tak Gurem
Sebagai sebuah partai berbasis agama, seharusnya PKS menggunakan cara-cara yang layak disebut sebagai partai agama. Tetapi kenyataannya PKS jauh dari apa yang bisa disebut sebagai partai agama. Cara-cara yang dilakukan sangat tidak layak disebut sebagai partai agama. PKS tidak segan-segan menggunakan fitnah, hoax, dan tak malu-malu menggunakan sebuah ormas tanpa konfirmasi hanya untuk kepentingan dirinya sendiri.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhX8XqqF30ZAup9tRqoOH7tiNC0D7eUIwwW1bAt9_1N8Yc2yq908nxRWUsoEptH3c0_8dQXV18l8SmHDK8cEECGpWQA3KHQRnvjhB06N1IUT10Mw6Gd65l4lMfMWMLRZFcWyoJGyFJ-lVbv/s640/%25C2%25A9suarasosmed-DgdnMoAU0AA788O-horz.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhX8XqqF30ZAup9tRqoOH7tiNC0D7eUIwwW1bAt9_1N8Yc2yq908nxRWUsoEptH3c0_8dQXV18l8SmHDK8cEECGpWQA3KHQRnvjhB06N1IUT10Mw6Gd65l4lMfMWMLRZFcWyoJGyFJ-lVbv/s72-c/%25C2%25A9suarasosmed-DgdnMoAU0AA788O-horz.jpg
RAKYAT SOSMED
https://suarasosmedinfo.blogspot.com/2018/06/astaga-pks-tak-tahu-malu-halalkan.html
https://suarasosmedinfo.blogspot.com/
https://suarasosmedinfo.blogspot.com/
https://suarasosmedinfo.blogspot.com/2018/06/astaga-pks-tak-tahu-malu-halalkan.html
true
987615840204520119
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy