Jenazah Anton terduga teroris di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, Jawa Timur dibawa ke RS Bhayangkara. Selain Anton, dua jenazah lainnya juga dibawa dari lokasi.
RAKYAT SOSMED - Polisi masih mengecek lokasi ledakan di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, Jawa Timur. Ledakan diduga bom berasal dari unit yang dihuni terduga teroris.
"Unit tersebut ditinggali oleh terduga pelaku. Masih dicek meledak sendiri atau ada orangnya di sana. Tim sedang mengecek ke lokasi," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen M Iqbal, Minggu (13/5/2018).
Belum diketahui kekuatan ledakan diduga bom yang terjadi malam ini. Polisi juga masih memastikan ada tidaknya korban akibat ledakan.
"Belum tahu low atau high explosive," kata Iqbal
Ledakan terjadi setelah peristiwa bom di 3 gereja di Surabaya. Pelaku pengeboman di gereja merupakan satu keluarga.
Setelahnya polisi menggeledah rumah pelaku pengeboman gereja, Dita Oepriarto. Polisi menemukan bahan-bahan berbahaya pembuatan bom.
"Dirakitnya di rumah tersebut," kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Rudi Setiawan.
Ditemukan bahan-bahan untuk perakitan bom seperti belerang, aseton, HCL, Aquades, H2O, black powder dan korek api kayu dan styrofoam.
JENAZAH DIBAWA KE RS BHAYANGKARA
Jasad Teroris Sidoarjo Anton, Istri dan Anak Dibawa ke RS Bhayangkara
Jenazah Anton terduga teroris di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, Jawa Timur dibawa ke RS Bhayangkara. Selain Anton, dua jenazah lainnya juga dibawa dari lokasi.
"Kendaraan yang membawa jenazah, ketiganya sudah kami bawa," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera kepada wartawan, Senin (14/5/2018).
Dua orang yang meninggal di Blok B lantai 5 adalah istri Anton, Puspita Sari (47) dan anak pertama Anton, LAR (17).
"Kemudian rangkaian bom yang belum meledak masih kami bawa," sambungnya.
Sementara itu, dua orang anak Anton lainnya yakni FP (11) dan G (11) saat ini dirawat di RS Bhayangkara. Keduanya diantar oleh anak Anton berinisial AR (15).
Anton ditembak mati polisi karena mengancam meledakkan bom. Saat polisi mendatangi unit rusun, Anton sedang memegang switching bom.
"Petugas yang tidak mau ambil risiko melumpuhkan yang bersangkutan," ujar Frans.
- [message]
- [SUMBER BERITA Dan Judul Asli - Mari Kita Sama Sama Cross Check, Pada Dasarnya Situs Ini Hanyalah Mengambil Isi Tulisan Dari Link Dengan Judul Dibawah Ini - Terima Kasih]
- [Judul Asli ► Sumber Berita]


COMMENTS