Gojek Indonesia merespons pesan berantai yang beredar soal isu layanan pesan makannya, Gofood.Merespons isu tersebut, VP Corporate Communication Gojek Indonesia Michael Reza Say mengatakan hal itu sepenuhnya hoaks. Sebagai tindak lanjut, Reza mengatakan pihaknya telah melaporkan pesan hoaks tersebut ke Polda Metro Jaya.
RAKYAT SOSMED - Gojek Indonesia merespons pesan berantai yang beredar soal isu layanan pesan makannya, Gofood.Merespons isu tersebut, VP Corporate Communication Gojek Indonesia Michael Reza Say mengatakan hal itu sepenuhnya hoaks. Sebagai tindak lanjut, Reza mengatakan pihaknya telah melaporkan pesan hoaks tersebut ke Polda Metro Jaya.
"Per hari ini kami sudah laporkan Cyber Crime, Ditreskrimsus Polda Metro Jaya untuk melindungi mitra kami dalam mencari mata pencarian dan tentunya agar tidak terulang lagi di masa depan," ungkap Michael pada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Kamis (17/5).
GO-JEK Indonesia mengecam tindakan penyebaran hoax seputar layanan kami karena sangat merugikan mitra UMKM dan driver yang jujur dan bekerja keras. pic.twitter.com/vnv3r5gf0h— GO-JEK (@gojekindonesia) May 16, 2018
Lihat juga: Valuasi Gojek Kalahkan Kapitalisasi Pasar Indosat dan XL
Michael mengatakan bahwa hoaks layanan Gofood yang disusupi ISIS sangat menganggu perusahaan. Ia meminta masyarakat tidak menyebarkan pesan serupa agar tak memicu kepanikan dan kerugian bagi mitranya.
Selain melaporkan ke pihak berwajib, melalui akun Twitter Gojek juga telah mengklarifikasi bahwa kabar yang beredar sejak kemarin (16/5) itu tidak benar. Mereka juga mengapresiasi pelanggan yang lebih dahulu mengonfirmasi kabar tersebut sebelum ikut memboikot Gofood.
Respons yang diberikan perusahaan terkait dengan beredarnya screeshot (tangkapan layar) yang diduga disebarkan melalui aplikasi WhatsApp.
Lihat juga: 'Tantangan' Terbuka Grab terhadap Gojek
Dalam pesan berantai tersebut, pengguna Gofood disarankan untuk sementara waktu menghindari pengantaran makanan dengan Gofood. Pasalnya, layanan itu disebut telah disusupi anggota ISIS yang akan membubuhkan wacun pada makanan yang dipesan.
Kabar ini sejatinya bukan satu-satunya hoaks yang beredar selama sepekan terakhir. Rentetan ledakan bom yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo turut diwarnai peredaran kabar hoaks soal lokasi target ledakan berikutnya yang menyerang di kalangan pengguna internet. (evn)
Mumpung besok puasa— el diablo (@digembok) May 16, 2018
Gimana kalo malem ini gue blejekin
"PENYEBAR HOAX YANG BILANG PESEN GOFOOD DIKASIH RACUN"
MAU GAK?
KALO MAU GUE BUTUH 1234 RT
cc: @gojekindonesia pic.twitter.com/UkQOJ8bqp0
- [message]
- [SUMBER BERITA Dan Judul Asli - Mari Kita Sama Sama Cross Check, Pada Dasarnya Situs Ini Hanyalah Mengambil Isi Tulisan Dari Link Dengan Judul Dibawah Ini - Terima Kasih]
- [Judul Asli ► Sumber Berita]

COMMENTS