Kejadian Main Hakim Sendiri Tanpa Disertai Bukti Akurat Serta Didasarkan Atas Emosi Semata kembali Terjadi !!!. Kali Ini Terjadi Di Pontianak Dan Menyeret Salah Satu Ormas
RAKYAT SOSMED - Baru saja seorang teman memberikan informasi bahwa sepupunya di Pontianak mendapat musibah...dikeroyok oleh sejumlah orang berkaitan dengan sebuah postingan di FB yang dinilai menghina ulama (Somad).
Seorang yang dikenal oleh korban sebagai ketua FPI Kubu Raya Pontianak, dengan nama panggilan Jampang Macan Putih beserta kurang lebih 20 anggota FPI sekitar jam 10.30 pagi hari ini mendatangi toko korban.
Jampang memanggil nama korban untuk keluar dari toko..saat korban keluar dari tokonya..pintu toko langsung ditutup oleh gerombolan itu..karena anak istrinya kebetulan ada di dalam toko dan mereka mengikat pintu toko tersebut dengan tali.
Jampang langsung menanyakan perihal postingan yang dianggap menghina ulama yang diposting oleh sebuah akun di FB bernama Achiang kebetulan nama sepupu temanku yang menjadi korban itu bernama Akhiang......Jampang memperlihatkan akun tersebut kepada korban, dan korban langsung mengatakan itu bukan akunnya...karena akunnya bernama asli RH.
Namun Jampang tidak percaya...setiap korban menjawab dan membela diri...setiap kali itu pula bergantian gerombolan memukul mulutnya dengan sandal.
Jampang mengatakan kalau saja dia tidak mengenal korban, maka korban sudah pasti dia bunuh.
Setelah dikeroyok beramai-ramai, korban digiring ke jalan menurut mereka akan dilaporkan ke kantor polisi. Nah ketika itu pula gerombolan tersebut menghantam kepala korban dengan kayu sampai bocor berdarah-darah.
Keluarga korban sangat ketakutan, dan sebelumnya tidak mau memperbesar masalah ini. Dan polisi yang mengetahui masalah ini mengatakan bahwa kasus seperti harus ditindak hati-hati karena menyangkut SARA...secara tersirat menyarankan untuk tidak dibesar-besarkan.
Keluarga mereka di Jakarta menyarankan agar menghubungi wartawan dan melakukan konfrensi pers...keluarga mereka di Pontianak pun semakin ketakutan, apalagi korban mempunyai anak-anak yang masih kecil.
Ketika saya lacak postingan yang dimaksud menghina ulama oleh Jampang... ternyata itu tulisan salah satu teman FB yang kebetulan mutual friend saya yang dishare oleh seseorang yang namanya mirip dengan korban...postingan yang isinya perihal kenyataan yang apa adanya tentang provokasi yang dilakukan Ustadz Somad...bahkan seharusnya Somad lah yang digugat karena telah banyak melakukan kontroversi SARA menghina seorang artis yang membuka hijabnya dengan mengatakan hidung artis itu pesek dst..melakukan provokasi kebencian dan melakukan pelecehan terhadap suatu brand internasional tanpa alasan syariat yang kuat.
Bahkan jikalau...korban adalah benar pemilik akun yang dimaksud kawanan FPI itu, maka FPi atau siapapun tidak berhak mencederai korban sehelai rambut pun, karena negeri ini bukan negeri khilafah. Negeri ini adalah negeri hukum!
Kembali kepada korban...setelah luka di kepala dijahit, dan divisum ternyata korban mengalami kesakitan yang luar biasa pada kepalanya...dan saat ini tengah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Pelaku kebiadaban ini harus dilaporkan dan diberi hukuman yang berat. Karena tidak ada hukuman setimpal bagi pelanggaran Hak Asasi Manusia!
Korban demi korban telah berjatuhan...orang-orang tidak bersalah dipersekusi bahkan dibui !
Teror dan ancaman terus berlangsung dan para begundal-begundal jahat itu semakin percaya diri.
Mohon kepada teman-teman yang berada di Pontianak...berilah dukungan kalian. Viralkan berita ini!
Bagi para pejuang HAM wilayah Pontianak... mohon pendampingan kalian.
Lindungi saudara-saudara kita yang telah terjepit dalam label minoritas.
Aku adalah kamu
Kamu adalah aku
Bersatu kita teguh!
Jangan besarkan kepala mereka karena kita takut!!!
Hidup dan mati hanyalah soal waktu dan rasa.
Tidak ada kata lain...
LAWAN!!!!
Kronologi Tambahan
1.Pada Hari Selasa Tanggal 01 Mei 2018 sekira 10.15 wib bertempat di Jl.Siaga No.28C (Rumah Makan Vegetarian) RT.005/RW.005 Desa Sungai Raya Kec.Sungai Raya Kab.Kubu Raya telah terjadi Penganiayaan Terhadap Sdr.AKHIANG yang diduga dilakukan Oleh Kelompok Jampang CS.
2.Adapun Identitas Korban dan Saksi Sebagai berikut :
*KORBAN*
- Nama : TAN HOK NGIE Als.AKHIANG
- Ttl : Pontianak,11-03-1967
- Jenis Kelamin : Laki-Laki
- Alamat : Gg.Teratai Putih Rt.005/Rw.027 Desa Parit Baru Kec.Sungai Raya Kab.Kubu Raya
- Agama : Budha
- Pekerjaan : Swasta
*SAKSI*
- Nama : Lily Soeryanti (Istri Korban)
- Tempat/Tgl Lahir : Pontianak,23-10-1976
- Jenis Kelamin Perempuan
- Alamat : Gg.Teratai Putih Rt.005/Rw.027 Desa Parit Baru Kec.Sungai Raya Kab.Kubu Raya
- Agama : Budha
- Pekeejaan : Mengurus Rumah Tangga
3.Adapun Kronologis Kejadian sebagau berikut :
- Bahwa diketahui asal Mula terjadinya Penganiayaan tersebut bermula dari Akun Facebook An.ACHIANG yang menuliskan Di Postingan An.Dendi Fitriadi yang berisikan *"70% ekonomi indonesia digerakkan oleh cina,,,apa yg mesti ditakutin,90% pribumi jadi budak cina,,,mau makan apa kalian nanti wkwkwkw bs mati perlahan lahan"*.
- Bahwa Menurut Keterangan Saksi sekira pukul 10.15 wib datang kelompok Jampang CS mengetok Pintu Rumah Sdr.Akhiang dan Dibukakan oleh Anak dari Sdr.Akhiang setelah mendapat pintu terbuka kelompok Jampang CS meminta untuk Sdr.Akhiang keluar dari Rumah untuk Mengklarifikasikan mengenai Kata-Kata yang di tuliskannya di Facebook,setelah Sdr.Akhiang Keluar Pintu Rumah ditutup dan terjadilah Aksi Penganiayaan tersebut.
- Bahwa menurut Keterangan Dari Saksi Akun Facebook An.ACHIANG tersebut buka nmilik Sdr.AKHIANG dan dengan Foto yang beredar tersebut tidak Mirip dengan Sdr.AKHIANG.
4.Bahwa diketahui akibat Penganiyaan tersebut Sdr.Akhiang Mengalami Memar dibagian Muka dan Luka Sobek dibagian kepala yang diduga akibat dari Benda Tumpul dan Korban Sdr.Akhiang dibawa oleh Keluarga Ke RS Kharitas Bhakti.
5.Bahwa Masih dilakukan Penyelidikan Oleh Anggota Reskrim Polsek Sungai Raya terkait Penganiayaan tersebut.
Follow
Acha Wahyudi
8 hrs ·
Sehubungan keluarga korban ketakutan (karena pagi ini didatangi oleh beberapa orang), minta postingan mengenai penganiayaan Akhiang dipersonalize. Karena kasus ini telah ditindaklanjuti oleh pihak berwajib.
Demi kelancaran proses penyidikan dan agar issue tidak melebar, juga agar tidak ada potensi timbul masalah baru yang dikhawatirkan akan membawa korban baru, Pihak kepolisian menghimbau agar postingan di media sosial sehubungan penganiayaan ini tidak menyebutkan nama ormas sampai proses penyidikan selesai.
Untuk itu saya mohon kesediaan rekan-rekan sesama pejuang humanity yang telah copas tulisan saya tentang peristiwa penganiayaan ini dapat dipersonalize juga...sampai berita resmi dirilis oleh kepolisian.
Saya mengucapkan terima kasih atas kepedulian rekan-rekan semua..dengan diviralkannya postingan penganiayaan orang yang tidak bersalah ini...telah banyak pihak yang akan memberi bantuan... diantaranya mas Guntur Romli, LBH Ansor dan Cyber Indonesia, Mas Permadi Heddy Setya dan anggota DPR...juga beberapa rekan tengah mengunjungi korban dan keluarganya...untuk memberikan dukungan moril dan bantuan lainnya.
Kita harus tetap optimis...semoga pihak berwajib dapat bekerja dengan baik...agar negeri ini tetap menjadi negeri yang bermartabat, dan menjadi rumah yang nyaman bagi bangsa yang satu, Bangsa Indonesia.
Mohon maaf apabila terdapat kalimat-kalimat yang dirasa tendensius oleh sebagian pembaca.
Sekali lagi saya ucapkan banyak terima kasih kepada
Para pejuang humanity....
Kalian JUARA!!!
- [message]
- [SUMBER BERITA Dan Judul Asli - Mari Kita Sama Sama Cross Check, Pada Dasarnya Situs Ini Hanyalah Mengambil Isi Tulisan Dari Link Dengan Judul Dibawah Ini - Terima Kasih]
- [Judul Asli ► Sumber Berita]


COMMENTS