Para ustadz di luar ustadz atau kiai dari nahdliyin tanpaknya baper alias kebawa perasaan setelah tidak mendapat rekom ustadz rujukan yang dikeluarkan kemenag. Gus Nur, misalnya, langsung mengisi kultum melalui video dan marah-marah atas kebijakan Kemenag tersebut.
RAKYAT SOSMED - Para ustadz di luar ustadz atau kiai dari nahdliyin tanpaknya baper alias kebawa perasaan setelah tidak mendapat rekom ustadz rujukan yang dikeluarkan kemenag. Gus Nur, misalnya, langsung mengisi kultum melalui video dan marah-marah atas kebijakan Kemenag tersebut.
Lain Gus Nur lain lagi perasaannya. Sebagaimana dalam sebuah pamflet rencana tabligh akbar Ustadz Bahtiar Nasir, Ustadz Tengku Dzulkarnain, dan Ustadz Ridwan Hamidi, kebijakan Kemenag yang tidak memasukkan tiga ustadz tersebut masih disinggung-singgung. Ketiganya diatasnamakan sebagai ustadz yang tidak direkom Kemenag dan dimasukkan ke dalam pamflet.
“Hadiri! Tabligh Akbar bersama ustadz-ustadz yang tidak direkomendasi Kemenag,” demikian tulisan dalam pamflet tersebut.
Mengapa sampai segitunya coba, kalau tidak karena baper, bawa perasaan. Coba seandainya mereka masuk rekom, apakah dalam pamflet tersebut masih akan ditulis: “Hadiri! Tabligh Akbar Bersama Ustadz-Ustadz yang Direkomendasi Kemenag”?
Entah, lain keadaan lain juga perasaan. Semoga ustadz-ustadz yang masuk rekom Kemenag tidak ikutan baper lalu menulis: “Hadiri Kajian Rutin Bersama Ustadz-Ustadz yang Direkomendasi Kemenag”.
Kalau ini terjadi Redaksi Dutaislam.com tidak terbayang bagaimana bentuk bapernya Ustadz-Ustadz yang tidak mendapat rekomendasi kemenag.
Selain Ustadz atau kiai dari warga Nahdliyin. Kalau kiai NU sih santai. Mau direkom mau nggak, yang penting ngaji, dan ngerumati santri.
da ah! biar nggak ikut-ikutan baper
- [message]
- [SUMBER BERITA Dan Judul Asli - Mari Kita Sama Sama Cross Check, Pada Dasarnya Situs Ini Hanyalah Mengambil Isi Tulisan Dari Link Dengan Judul Dibawah Ini - Terima Kasih]
- [Judul Asli ► Sumber Berita Astaga! Tak Masuk Daftar Rekom Kemenag, Pamflet Tabligh Akbar Tiga Ustad Ini Singgung Kemenag | The Truly Islam]

COMMENTS