Dita Oepriarto beserta istrinya, Puji Kuswati, serta keempat anaknya menjadi pelaku pengeboman tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5) pagi. Sontak, kejadian tersebut mengagetkan tetangga sekitar pelaku yang menilai sehari-hari aktivitas keluarga ini tampak normal saja.
RAKYAT SOSMED - Dita Oepriarto beserta istrinya, Puji Kuswati, serta keempat anaknya menjadi pelaku pengeboman tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5) pagi. Sontak, kejadian tersebut mengagetkan tetangga sekitar pelaku yang menilai sehari-hari aktivitas keluarga ini tampak normal saja.
"Keluarga ini sudah tinggal di sini sejak tahun 2010 silam. Istrinya sering belanja sayur di warung tetangga. Berjilbab panjang dan ramah," ungkap Dani yang rumahnya berada di blok yang sama dengan kediaman pelaku di Rungkut, Surabaya, Minggu (13/5).
Sementara, Dita dikenal sebagai pengusaha minyak jintan hitam, minyak wijen, serta minyak kemiri. Minyak tersebut, juga dipasarkan oleh Dita melalui jejaring dunia maya.
"Bapak kerjanya punya usaha minyak jinten hitam. Mobilnya dulu plat P," tambah Dani.
Meski, ia mengakui sejak sekitar dua tahun silam, Dita mulai bertingkah kurang ramah. Dita menjadi pribadi yang jarang tersenyum. Namun, Dani mengaku sama sekali tidak pernah menaruh rasa curiga kepada Dita.
Hal senada juga dilontarkan oleh Ketua RW 4, Wonorejo Asri, Taufik Gani. Taufik mengaku sama sekali tidak menyangka, salah satu warganya yang ia kenal rajin mengikuti salat berjamaah itu bisa melakukan perbuatan keji yang menewaskan belasan orang, bahkan mengajak empat anaknya yang masih terbilang bocah.
"Setiap Maghrib dan Isya selalu salat berjamaah bersama warga di musala dekat perumahan," jelas Taufik.
Taufik lalu mengenang, setiap pagi Dita selalu menyempatkan diri bersepeda bersama keempat anaknya, Yusuf Fadhil (18), Firman Halim (16), Fadila Sari (12) dan Famela Riskita (9).
"Tamu juga tidak terlalu banyak, tapi pernah beberapa kali datang. Sama warga, dengan kami, dengan tetangga sebelah, mereka itu tidak tertutup. Baik-baik saja," tambahnya.
Dalam insiden tersebut, Dita diketahui menurunkan istri dan dua anak perempuannya, Fadila dan Famela, di GKI Diponegoro. Ia kemudian menuju ke GPPS Arjuna untuk meledakkan bom yang diletakkan dalam mobill Avanza miliknya.
Sementara dua putranya, Yusuf dan Firman, 'bertugas' meledakkan bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela. Keduanya mengendarai sepeda motor yang telah ditempel bom.
TAMBAHAN
Keluarga macam apa mereka ini?
Sang ayah bernama Dita mengemudikan mobil Toyota Avansa, menurunkan istrinya Puji Kuswanti dan dua putri mereka -- Fadila Sari , 12 tahun dan Pamela Rizkita, 9 tahun -- di GKI Wonokromo Diponegoro. Lalu sang ibu meledakkan bom yang digendongnya, dan membawa mati diri dan dua putri serta orang-orang yang tak dikenalnya.
Hampir bersamaan, dua anak laki-laki mereka -- Yusuf, 18 tahun dan Alif, 16 tahun -- berboncengan dengan sepeda motor, memangku bom, bergegas membelok di tikungan perempatan jalan dan meledakkan diri di halaman Gereja Santa Maria Tak Bercela.
Dita sendiri membawa mobil Toyota Avansa berisikan bom itu dan mengguncang gereja Pantekosta di Jalan Arjuna.
Dita, istri dan empat anak mereka tewas. Orang-orang yang tak mereka kenal tewas mengenaskan. Tak jelas juga apa yang nereka menangkan.
Keluarga macam apa mereka ini?
Tomi Lebang
Sang ayah bernama Dita mengemudikan mobil Toyota Avansa, menurunkan istrinya Puji Kuswanti dan dua putri mereka -- Fadila Sari , 12 tahun dan Pamela Rizkita, 9 tahun -- di GKI Wonokromo Diponegoro. Lalu sang ibu meledakkan bom yang digendongnya, dan membawa mati diri dan dua putri serta orang-orang yang tak dikenalnya.
Hampir bersamaan, dua anak laki-laki mereka -- Yusuf, 18 tahun dan Alif, 16 tahun -- berboncengan dengan sepeda motor, memangku bom, bergegas membelok di tikungan perempatan jalan dan meledakkan diri di halaman Gereja Santa Maria Tak Bercela.
Dita sendiri membawa mobil Toyota Avansa berisikan bom itu dan mengguncang gereja Pantekosta di Jalan Arjuna.
Dita, istri dan empat anak mereka tewas. Orang-orang yang tak mereka kenal tewas mengenaskan. Tak jelas juga apa yang nereka menangkan.
Keluarga macam apa mereka ini?
Tomi Lebang
KOMENTAR NETIZEN
- oka23.19, Kemarin Laporkanjidatnya item sih tapi menjerumuskan anak istri
kerudungan sih tapi sayang sih otaknya gak ada - Bennyco iryandika23.21, Kemarin LaporkanNeraka lah tempat kembali kalian wahai pencoreng islam.
Kalian berjihad dengan cara yang salah.
Jihad bisa dilakukan dengan menggunakan umur dan kesehatan yang diberikan allah untuk berbuat kebaikan. Darah kafir halal itu hanya dimasa perang dizaman nabi. - Agus Nugroho23.20, Kemarin LaporkanSama warga, dengan kami, dengan tetangga sebelah, mereka itu tidak tertutup. Baik-baik saja," tambahnya.Tetapi semenjak bergabung dengan ISIS otak mereka tertinggal di Suriah sehingga tega mengebom orang yg sdg beribadah.
- Abel23.21, Kemarin LaporkanKalau dipikir dengan akal sehat sangat aneh, gahabis pikir sama keluarga ini, ya Tuhan ampunilah mereka sebab mereka tidak tau apa yang mereka perbuat��
- Poppy C.N23.23, Kemarin LaporkanGak kasian anak anaknya,digedein, dikasih makan cuma buat diajak ngebom, orang tua kok gak mikir gitu
- Ruly8 jam lalu LaporkanSuara kami kepada yang mengaku ustadz2, mending bahas akidah dan bahaya terorisme berkedok Islam daripada isi khutbah kalian membahas politik kotor!!
- elisabet23.30, Kemarin LaporkanOke. Fix. Cara kerja teroris sudah berubah. Dulu, dikira krn kismin & termakan ajaran sesat dari luar keluarga makanya mau jadi penganten, kali ini semua teori terbantahkan. +/- 15thn sdh teroris ada di Indonesia ini, jk para pengikutnya saling kawin mengawini & melahirkan generasi baru dgn ajaran sesat, ini akan jd masalah sgt berat bagi negara ini. Diharapkan anggota DPR sgr menyelesaikan UU TERORIS & PARA HAKIM LEBIH BIJAK DALAM MENJATUHKAN HUKUMAN PADA TERORIS.
- Samuel Ryandi S.23.38, Kemarin Laporkanmereka sekarang:loh kok surga panas ya?eh anjir ternyata kita masuk neraka.NOOOO
- Fajar Arifianto23.27, Kemarin LaporkanItulah pentingnya mempelajari agama dari kitab sucinya langsung, jangan dari sumber atau orang lain, alhasil terdoktrin oleh oknum yang mengatasnamakan agama dan justru melenceng dari ajaran yg sebenarnya
- seilla23.36, Kemarin LaporkanGw kasian sama anak2nya, pasti sih itu bukan keinginan mereka. Apalagi yg cewe 9tahun, paling tau apa sih umur segitu? :( kasian bgt meninggal dgn cara spt itu, smg Allah memaafkan kesalahan anak2nya masih kecil yg gatau apa apa.
- [message]
- [SUMBER BERITA Dan Judul Asli - Mari Kita Sama Sama Cross Check, Pada Dasarnya Situs Ini Hanyalah Mengambil Isi Tulisan Dari Link Dengan Judul Dibawah Ini - Terima Kasih]
- [Judul Asli ► Sumber Berita]


COMMENTS