Ini terjadi di DKI Jakarta, ibukota negara Indonesia. Sungguh memalukan! Wilayah yang harusnya menjadi contoh bagi provinsi-provinsi lain di Indonesia, malah carut marut dan dibiarkan saja. Tidak ada pengawasan sama sekali. Ke mana ini gubernur dan wakilnya? Ke mana juga tim KPK bentukan Anies – Sandiaga yang nggak kelihatan batang hidungnya ketika hasil proyek rehab sekolah hancur-hancuran seperti yang diberitakan oleh tribunnews.com.
RAKYAT SOSMED - Ini terjadi di DKI Jakarta, ibukota negara Indonesia. Sungguh memalukan! Wilayah yang harusnya menjadi contoh bagi provinsi-provinsi lain di Indonesia, malah carut marut dan dibiarkan saja. Tidak ada pengawasan sama sekali. Ke mana ini gubernur dan wakilnya? Ke mana juga tim KPK bentukan Anies – Sandiaga yang nggak kelihatan batang hidungnya ketika hasil proyek rehab sekolah hancur-hancuran seperti yang diberitakan oleh tribunnews.com.
PT Murni Konstruksi Indonesia (PT MKI) memenangkan lelang rehab berat sekolah tahun 2017 dengan nilai kontrak Rp 180 miliar. Total sekolah yang direhab sebanyak 118 sekolah di seluruh wilayah suku dinas pendidikan di bawah Disdik DKI Jakarta. Kritik pertama dinyatakan oleh Gubernur DKI saat itu, Djarot Syaiful Hidayat. Dia heran kenapa PT MKI yang dari Sulawesi bisa menang, padahal di Jakarta juga banyak kontraktor. Gubernur Djarot sempat meminta pengecekan ulang terhadap kemenangan PT MKI waktu itu. Namun pada akhirnya PT MKI tetap menang karena memberi harga penawaran sementara yang paling rendah. Padahal ada kontraktor lain yang memberi penawaran lebih rendah Rp 172 miliar, yaitu PT Amarta Karya. Tetapi digagalkan oleh Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa (BPPBJ) DKI Jakarta karena masalah dokumen.
Kembali ke masa kini, salah satu sekolah yang direhab adalah SDN 01 Pinangsia di Jakarta Barat. Dana rehab yang didapat oleh sekolah ini sebesar Rp 2,5 miliar. Kontraktor dari PT MKI mulai mengerjakan rehab dari Oktober 2017, harusnya sudah diselesaikan pada Desember 2017, namun baru dirampungkan pada akhir Januari 2018. Ini rampunya merupakan pengibulan, karena hasilnya jauh dari rampung, malah acak-acakan dan hancur-hancuran.
Pihak sekolah sama sekali tidak puas dengan hasil kerja kontraktor. Banyak permintaan mereka yang tidak dikerjakan. Sejak awal pengerjaan juga tidak ada koordinasi dengan pihak sekolah. Pihak kontraktor datang saja, kerjakan ini itu tapi tidak mencocokkan dulu dengan kebutuhan sekolah itu sendiri.
www.google.com
Pintu kelas yang diganti hanya yang berada di lantai 3 sebanyak 7 kelas, sedangkan yang di lantai 1 dan 2 tidak diganti padahal pintu-pintu itu juga rusak. Catnya kusam dan lubang kunci pun rusak jadi tidak bisa dikunci.
www.google.com
Yang lebih parah adalah kondisi toilet lantai 1, karena sesudah rehab malah jadi rusak dan bocor. Video kebocoran pipa ini bisa dilihat di link berikut :
https://www.youtube.com/watch?v=VjUSiPnnms0
Kerusakan lainnya adalah pembatas kayu di antara kelas 1B dan 1C, yang biasanya bisa dilepas untuk memfungsikan ruangan menjadi ruang rapat besar. Sesudah direhab, pembatas kayu itu malah tidak digeser untuk dilepas karena terhalang keramik yang baru dipasang. Nah, setuju kan dengan istilah yang saya gunakan, hancur-hancuran.
Hal ini menjadi perhatian dari Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3I), yang diketuai oleh Tom Pasaribu. Menurut Tom, selain hasil yang dia sebut “mempermalukan” Anies – Sandiaga, kondisinya jadi “tambah memalukan” lagi, karena PT MKI tidak dimasukkan ke dalam blacklist. Malah PT MKI kembali ikut e paket lelang rehab total sekolah tahun 2018! Bahkan sudah sampai fase penawaran, yang sekarang ini tengah menunggu penetapan pemenang. OMG! Bagaimana ini bisa terjadi?
Menurut Tom, ini menunjukkan ketidakberesan di 5 instansi sekaligus :
Komisi E DPRD DKI Jakarta
Inspektorat
KPK Anies – Sandiaga
BPPBJ DKI Jakarta
Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta
Komisi E DPRD DKI Jakarta, pihak Inspektorat dan KPK Anies – Sandiaga benar-benar lupa dengan fungsi pengawasan dan pencegahan korupsi. “Itu sedang tidur semua. KPK bentukan Anies – Sandi juga tidur saja ini, “ kata Tom. Sedangkan BPPBJ bersikap aneh dalam hal pemenangan PT MKI. Dan Disdik DKI Jakarta memiliki kesalahan dalam pengawasan, penagihan, dan pemberian sanksi terhadap PT MKI. "Kalau ada yang belum beres, Disdik DKI harusnya menagih dong. Ini kok sampai Mei 2018 begini dibiarkan saja. Harusnya disanksi dong. Ini mana, nggak ada sama sekali sanksinya," ucap Tom.
Di atas kekacauan ini semua, gubernurnya malah jalan-jalan ke luar negeri, sedangkan wakil gubernur sibuk terus dengan urusan partai politiknya. Masak hal segini masif terlewatkan? Itu KPK bikinan Anies – Sandiaga benar-benar Makan Gaji Buta! Kerjanya ngapain aja? Apakah mesti nungguin komando dari gubernur? Lah gubernurnya juga entah tahu atau tidak soal begini.
Kasihan anak-anak sekolah di DKI Jakarta yang jadi korban. Di mana tanggung jawabmu, para pengelola dan pengurus provinsi DKI Jakarta?
(Sekian)
**Silakan ikuti juga tulisan-tulisan terbaru lainnya
Fadli Zon Dibuka Topengnya, Disebut Pahlawan Kesiangan Yang Terbukti Tidak Pernah Konsisten! Makjleb!
Pengamat: Intimidasi Di CFD Mirip Perilaku Pendukung Anies-Sandiaga Dalam Pilgub 2017, Gesekan Bisa Terulang Lagi!
Ketika Buruh Membela Jokowi
Menteri Rini KKN? Kecurigaan DPR Terkait Pencopotan Dirut Pertamina Dan Rekaman Yang Bocor!
Sumber:
http://wartakota.tribunnews.com/2018/05/01/hasil-rehab-berat-sekolah-2017-mempermalukan-anies-sandi?page=all
http://wartakota.tribunnews.com/2018/04/29/kontraktor-swasta-bermasalah-ikut-lagi-lelang-rehab-total-sekolah-di-2018?page=all
Credit foto : tribunnews.com, detik.com
- [message]
- [SUMBER BERITA Dan Judul Asli - Mari Kita Sama Sama Cross Check, Pada Dasarnya Situs Ini Hanyalah Mengambil Isi Tulisan Dari Link Dengan Judul Dibawah Ini - Terima Kasih]
- [Judul Asli ► Sumber Berita Hancur-Hancuran Proyek Rehab Sekolah Rp 180 Miliar Dan MAGABUT-nya KPK Anies-Sandiaga! - Seword]


COMMENTS