Ternyata Haikal Hasan Ustadz yang diundang Telkomsel untuk mengisi Kajian Dzuhur Ramadhan di Masjid Tarqiyah Taqwa milik Telkomsel memiliki rekam jejak digital yang buruk. Ustad tersebut pernah mengeluarkan pernyataan lewat akun twitternya @haikal_hassan yang berisi fitnah mengenai isi Alkitab, kitab suci saudara-saudara Kristen kita.
RAKYAT SOSMED - Ternyata Haikal Hasan Ustadz yang diundang Telkomsel untuk mengisi Kajian Dzuhur Ramadhan di Masjid Tarqiyah Taqwa milik Telkomsel memiliki rekam jejak digital yang buruk.
Ustad tersebut pernah mengeluarkan pernyataan lewat akun twitternya @haikal_hassan yang berisi fitnah mengenai isi Alkitab, kitab suci saudara-saudara Kristen kita.
Dalam twit tersebut Hasan Ustadz melampirkan sebuah foto Ahok dan teman-temannya, dalam foto tersebut digambarkan jika umat Kristen hanya memilih pemimpin yang seiman, padahal dalam kenyataannya tidak seperti itu, bahkan dalam pemilihan kepala daerah Jakarta lalu, banyak saudara-saudara Kristen yang memilih Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sebagai kepala daerah di ibu kota Indonesia tersebut.
— Haikal Hassan Baras (@haikal_hassan) 12 Juni 2016Seorang netizen bernama gideon sihombing lewat akun twitternya @gideonsihombin9 kemudian membantah dan bahkan membungkam pernyataan Haikal Hasan yang sepertinya memang tidak tau mengenai ajaran Kristen, karena yang dipakai ustad itu hanya potongan-potongan ayat dalam Alkitab.
“Om Tante Kalau tidak Tau Agama Kristen jgn Sok Tau Pakai Ayat Kitab Suci Kami utk Fitnah & Adu Domba
@haikal_hassan”
' Walaupun sudah dibantah oleh gideon sihombing masih tetap coba mempertahankan argumennya, sudah salah tapi masih ngotot.Om Tante Kalau tidak Tau Agama Kristen jgn Sok Tau Pakai Ayat Kitab Suci Kami utk Fitnah & Adu Domba@haikal_hassan pic.twitter.com/huqXI8BqRG— gideon sihombing (@gideonsihombin9) 19 Juni 2016
“dik, dimana fitnahnya? bukan juga sok… itu kutipan renungan harian GPdI Gloria Pamona. sbb:”
Padahal artikel tersebut tidak menuliskan untuk memilih pemimpin seiman, tapi soal kepemimpinan rohani, bukan kepemimpinan politikdik, dimana fitnahnya? bukan juga sok... itu kutipan renungan harian GPdI Gloria Pamona. sbb: pic.twitter.com/dgHdDtaMqv— Haikal Hassan Baras (@haikal_hassan) 20 Juni 2016
Fitnahnya ada di Pict Anda.— gideon sihombing (@gideonsihombin9) 20 Juni 2016
Dismua pict Ga ada ayat yg trtulis Pilih yg Seiman@haikal_hassan: dimana fitnahnya? pic.twitter.com/lqpjpYjGjc
. .Fitnahnya ada di Pict Anda.— gideon sihombing (@gideonsihombin9) 20 Juni 2016
Dismua pict Ga ada ayat yg trtulis Pilih yg Seiman@haikal_hassan: dimana fitnahnya? pic.twitter.com/lqpjpYjGjc
Pak jgn pura2 Bodoh bgitu. Tu artikel soal kepemimpinan Rohani bkn Politik. @haikal_hassan: https://t.co/QyQhXk7Vc8 pic.twitter.com/rSpXeVEQgx— gideon sihombing (@gideonsihombin9) 20 Juni 2016
Tercyduk men RT postingan tagar ganti presiden
Dikawal begitu ketat kaya begini,, merasa di INTIMIDASI kan TOLOL...— Мister .X. (@AnonArmy777) 29 April 2018
Udahlah..... #Pokoknya2019GantiPresiden pic.twitter.com/LwhjdtKysK
. .Bahkan haikal Hassan juga menyumpahi ketum PBNU
. .
. .5.Paling lucu dan menggelikan adalah saidAqil yg menyatakan sholatnya peserta yg dijalan gak sah, ketuanya (ust. Bachtiar nasir) menyumbang Isis, peserta demo 212 dibayar. Gak usah marah para pendukungnya. Saya tantang mubahalah. Berikut ini:— Haikal Hassan Baras (@haikal_hassan) 29 April 2018
. .6.Ya Allah bila sholatnya peserta tsb gak sah, bila pemimpinnya (UBN) menyumbang Isis, bila peserta aksi212 dibayar, LAKNATLAH semua.— Haikal Hassan Baras (@haikal_hassan) 29 April 2018
Namun Ya Allah bila sholatnya sah, tdk sumbang isis dan peserta tdk dibayar, LAKNATLAH saidAqil.
Dari kumpulan twit tersebut sangat jelas kalau Haikal Hasan Ustadz menyebar kebencian lewat postingannya.7.Minta maaflah wahai @saidaqil agar semua memaafkan ucapanmu yg mengatakan peserta 212 dibayar. Apa perlu saya kumpulkan 1000 peserta dan mubahalah bahwa kami keluar uang sendiri dan tak ada yg bayar sepeserpun?— Haikal Hassan Baras (@haikal_hassan) 29 April 2018
Ustad-ustad seperti ini semakin menjamur di Indonesia, di negara yang masyarakatnya mulai malas membaca buku, hanya terlena dengan kemudahan mencari informasi di dunia maya, yang kita semua tau tidak semua orang yang dipanggil ustad dan sering bolak balik masuk televisi itu punya ilmu dan kapasitas untuk menyampaikan ceramah kepada umat, bukannya memberi pencerahan mereka justru membuat ummat resah dan terbelah hingga bergesakan sesama ummat dan dengan agama yang lain.
Celakanya pihak Telkomsel sebagai penyelengara Kajian Dzuhur tersebut sepertinya telah tersusupi gerombola-gerombolan anti pemerintah yang sah, anti dasar negara Pancasila dan UUD 1945, sehingga tidak bisa memfilter mana Ustad yang dapat benar-benar menuntun ummat ke jalan yang benar, atau sebaliknya.(Melekpolitik.com / beritaterheboh.com)
- [message]
- [SUMBER BERITA Dan Judul Asli - Mari Kita Sama Sama Cross Check, Pada Dasarnya Situs Ini Hanyalah Mengambil Isi Tulisan Dari Link Dengan Judul Dibawah Ini - Terima Kasih]
- [Judul Asli ► Sumber Berita]


COMMENTS