Indonesia Network Election survei (INES) merilis hasil survei yang memberikan kemenangan telak bagi Prabowo sebagai calon presiden 2019 serta partai pendukungnya Gerindra. Jokowi tenggelam sementara Prabowo perkasa bersama Gerindra, ajib memang survei yang satu ini. Bergerak menuju kenangan, hasil survei Prabowo menang seperti survei Pilpres 2014.
RAKYAT SOSMED - Indonesia Network Election survei (INES) merilis hasil survei yang memberikan kemenangan telak bagi Prabowo sebagai calon presiden 2019 serta partai pendukungnya Gerindra. Jokowi tenggelam sementara Prabowo perkasa bersama Gerindra, ajib memang survei yang satu ini. Bergerak menuju kenangan, hasil survei Prabowo menang seperti survei Pilpres 2014.
Direktur INES, Oskar Vitriano mengaku, hasil survei tersebut nyata tanpa ada pesanan dari pihak mana pun. Dia mengklaim lembaga surveinya merupakan lembaga yang sangat kredibel. "Prabowo unggul 50,20%, Jokowi 27,70%," ujar Direktur INES Oskar Vitriano Minggu (6/5/2018). Dari survei INES tersebut, 26,2 persen responden akan memilih Gerindra di Pemilu. (PDIP) dan Partai Golkar hanya kebagian 14,3 persen dan 8,2 persen.
Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono yakin hasil survei tersebut benar adanya. "Yang paling bener itu INES. Artinya INES jarang sekali mengeluarkan hasil surveinya tapi tepat," ujar Arief, di Mess Aceh Amazing Hotel, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (6/5/2018). Bener sih, bener-bener membodohi dan mengkadali Prabowo dan para pendukung beliau dan seluruh orang Gerindra dan koalisinya, wkwk.
Mengapa survei INES bagi Gerindra paling benar? Karena Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono saat tahun 2014 lalu adalah tokoh di balik pendanaan atau pembiayaan survei INES ini yang memenangkan Prabowo. Ya jelaslah karena dia dan Gerindra yang mensponsori atau tepatnya memesan hasil saurvei ini maka INES menampilkan hasil surveinya paling benar dan paling tepat, haha.
INES memang selalu konsisten melawan realita dan kodrat alam. Survei terkini secara nasional menunjukkan baik tingkat kepuasan dan elektabilitas Jokowi selalu teratas sementara Prabowo terpuruk. INES ini hasilnya kok ngenes alias menyedihkan.
Alhamdulillah....akhirnya ada lembaga survei yg mau menangin @Prabowo 😝— Lolong LuNganga (@HajiLolong) May 6, 2018
Selamat ya brur @fadlizon pic.twitter.com/rxSmvTHS1r
Mengapa? Ada 9 survei kredibel yang menunjukkan elektabilitas Pak Jokowi malah melambung dengan kepuasan publik juga sangat tinggi. Sementara Prabowo makin turun dan terakhir kabar dari survei Litbang Kompas, elektabilitasnya makin terpuruk. Lihat : Dari 9 survei, Jokowi Menang Telak. Hanya satu survei di mana Jokowi kalah telak yaitu survei di twitter oleh Fadli Zon, wkwk. Ditambah dengan survei INES, kok makin ngenes aja yah.
Apalagi Sabtu lalu ada prediksi dari spanduk penyambutan Prabowo di sebuah desa di Bojonegoro. Spanduknya viral,"Bergeraklah Menuju Kenangan"! Memang benar, bergerak menuju kemenangan hasil survei d014 dari INES dan penghitungan quick count yang memenangkan Prabowo-Hatta. Apa daya realitanya ternyata sebaliknya. Semua survei dan quick count itu fiksi. Bubar, bubar deh kemenangan Prabowo yang sudah diklaim sembari sujud syukur.
Kembali ke survei INES yang konsisten membahagiakan serta memenangkan Prabowo dan Gerindra di setiap laga Pilpres. Jejak digital membongkar borok dari lembaga survei INES ini yang ngenes. Hasil survei INES 25 Juni - 2 Juli 2014 menyatakan elektabilitas Prabowo -Hatta 54,3 persen, mengalahkan Jokowi - JK yang hanya memperoleh suara 37,6 persen.
Akhirnya mantan Direktur Eksekutif Indonesia Network Election Survey (INES), Irwan Suhanto, membuat pengakuan blak-blakan sekalian membuka keborokan lembaga survei yang pernah dipimpinnya serta hasil survei dari lembaga tersebut. Irwan mengakui jika INES merupakan lembaga survei alat propaganda Partai Gerindra dan capresnya Prabowo Subianto.
Irwan memilih mundur dari INES pada 20 Juni 2014. Dirinya tidak mau mengambil risiko atas rencana lembaga itu menjadi alat propaganda Prabowo dalam pilpres, seperti dilansir Merdeka.com.
Pengakuan Irwan tahun 2014 lalu menguak semua kejanggalan lembaga survei INES yang pernah dipimpinnya. Berikut tiga kejanggalan survei INES yang bisa membuat kita bisa maklum dan akhirnya setuju kalau survei ini abal-abal alias tidak kredibel.
Pertama, Irwan mengatakan, bahkan sejak dia bergabung dengan INES pada 2 Agustus 2013, lembaga itu tidak pernah sekali pun benar-benar melakukan survei di lapangan. Termasuk survei INES yang memenangkan Prabowo tahun 2014 terindikasi jelas surveinya fiksi. Jadi sejarah fiksi itu sudah lama melekat dengan pihak dan kubu mereka.
Waktu itu Irwan sudah mengundurkan diri. INES tiba-tiba merilis survei yang memenangkan Prabowo. Ini kan namanya aneh alias sulap-sulapan. Irwan menyatakan bahwa proses survei sampai publikasi paling cepat adalah sebulan. Tapi kok dalam waktu 12 hari langsung muncul hasil surveinya.
Kedua, menurut Irwan, INES sudah menjadi alat propaganda Partai Gerindra. Ini pengakuannya sejak bergabung tahun 2013. "Saya bahkan terlibat pelatihan relawan-relawan Gerindra, meski saya bukan anggota, tidak memiliki KTA (Kartu Tanda Anggota)," kata Irwan.
Irwan mengakui, tidak ada keterkaitan antara INES dan Partai Gerindra secara organisasi. Namun, dia mengaku ada keterlibatan pengurus DPP Partai Gerindra dalam setiap publikasi survei INES. Kalau sudah begini, kredibilitasnya sudah tidak usah dipertanyakan lagi. Sudah jelas surveinya akan menunjukkan keberpihakan kepada Prabowo dan Gerindra.
Ketiga, pendanaan survei ini berasal dari pengurus Gerindra. Nah Arief Poyuono, sosok Waketum Gerindra saat ini pada waktu itu menjabat Ketua DPP Partai Gerindra Bidang Tenaga Kerja dan TKI. Irwan mengaminkan hal ini, "Keterlibatan pengurus Gerindra ini dalam hal pendanaan (publikasi survei)."
Nah, terkuak sudah lembaga survei yang dimiliki Gerindra. Sandi pernah menyatakan blak-blakan bahwa Gerindra punya survei sendiri saat melihat Jokowi merajai hasil survei Pilpres 2019. Nah, inilah survei yang dimaksud Sandi. Survei abal-abal dan tidak kredibel hasilnya akan makin mengulang kenangan indah tapi pahit tahun 2014.
- [message]
- [SUMBER BERITA Dan Judul Asli - Mari Kita Sama Sama Cross Check, Pada Dasarnya Situs Ini Hanyalah Mengambil Isi Tulisan Dari Link Dengan Judul Dibawah Ini - Terima Kasih]
- [Judul Asli ► Sumber Berita]



COMMENTS