Loading...

Ada Video Persekusi Lari Marathon Di Mlagi, Ini Klarifikasi Dari Warga Setempat

Persekusi dikabarkan terjadi pada peserta lomba lari di Mlangi, Nogotirto, Gamping, Sleman, DI Yogyakarta.Kabar yang beredar di media sosial menyebutkan bahwa penyebab warga geram yakni peserta tak berpakaian tertutup.


RAKYAT SOSMED - TRIBUN-VIDEO.COM - Persekusi dikabarkan terjadi pada peserta lomba lari di Mlangi, Nogotirto, Gamping, Sleman, DI Yogyakarta.Kabar yang beredar di media sosial menyebutkan bahwa penyebab warga geram yakni peserta tak berpakaian tertutup.

Terlihat dalam video, wanita bercelana pendek dan berkaus serta bersepatu dimaki oleh bapak-bapak.

Bahkan seorang warga mengambil kayu untuk memukul, namun dicegah wanita di balik kamera yang merekam.

Tampak juga sekelompok pemuda-pemudi berseragam kaus hijau mencoba meredamkan perselisihan.

Kemudian pengguna akun Facebook Ficky T. Rochman menyampaikan klarifikasi melalui kolom komentar unggahan Rakyat Sosmed, Sabtu (5/5/2018).

Ia mengaku kampungnya memang memiliki peraturan dan budaya Islami.

Warga kampung yang juga dikenal sebagai kampung santri itu lantas marah lantaran dilalui oleh orang yang tak berpakaian tertutup.

Menurutnya, kesalahan berasal dari pihak Universitas Aisyah Yogyakarta (UNISA) yang menyelenggarakan lomba lari pada Selasa (1/5/2018) itu.

Ficky menyatakan tak ada izin serta sosialisasi dari panitia soal agenda kegiatan tersebut, begitu juga rutenya.

Namun, ia menambahkan, kini panitia dan pihak kelurahan yang terlibat dalam masalah telah melakukan mediasi.

"Tolong ADMIN jangan profokasi ...
Kegiatan di atas terselenggara di selatan kampung saya, yg mengadakan adalah UNISA (Universitas Aisyah Yogyakarta).

Berkaitan dengan itu, kegiatan Maraton di agendakan tidak adanya Kulon Nuwon (Ijin kepada masyarakat).

Melihat kondisi budaya dan aturan di kampung saya Islami. Dari pihak panitia juga tidak ada sosialisasi mengenai jalan yang di lalui, serta peraturan di kampung Islami kami," tulis Ficky.

"Saya akan menjawab

1. Kesalahan panitia tidak adanya sosialisasi dgn masyarakat sekitar, baik tulisan maupun langsung

2. Jangan menaggap ngeri kapung saya. Lihat silsilah kampung saya adalah awal mula persebaran islam di jogja (GPH Sandiyo, Selaku kakak HB 1).

Apabila kalian masuk kampung dan melihat tentunya ada 13 pondok di dusun sini...
Makanya di sini di sebut kampung santri

3. Berkaitan dgn itu, maka perlu di cermati siapa yang salah...

Saat ini panitia serta kelurahan terkait melakukan mediasi akan kasus ini, jadi perlu di pertegas .untuk sebuah postingan yang tidak jelas seperti ini," ungkapnya lagi.


 Klarifikasi Tambahan Dari Warga Sekitar ►

Fajar Mas`ud <emfajar0814@gmail.com>

Turn off for: Indonesian
Mlangi

Ada sejumlah orang ikut lomba lari. Melewati Mlangi. Peserta yang bercelana pendek dan ketat dtegur serta diingatkan warga.
Orang-orang marah di media sosial. Mengolok-olok dan menyebutnya persekusi. Bahkan membuat komentar miring untuk para santri, yang dalam video itu memakai sarung dan nampak emosi.

Bagi yang tidak memahami Mlangi, akan susah memahami toleransi. Mengapa lari pagi di tengah kampung memakai celana pendek tidak boleh dilakukan di Mlangi. Ya, ini Mlangi...

Semua berawal dari Kyai Nur Iman yang sebelumnya bernama RM Sandeyo. RM Sandeyo adalah putra pertama dari RM Suryaputra yang bergelar Raja Amangkurat IV dengan RA. Retno Susilowati. RM Sandeyo merupakan saudara tertua para tokoh kerajaan Mataram seperti Pangeran Mangkunegara I, Pakubuwana II, dan Hamengkubuwono I.

Kyai Nur Iman dihadiahi tanah perdikan Mlangi oleh Hamengkubuwono I. Sebuah masjid dibangun pada 1760. Di kawasan itu, kini ada belasan pondok pesantren. Nah, ini yang penting: masyarakat setempat menetapkan aturan dalam hal-hal terkait busana.

Kok aneh, ada daerah dengan aturan berbusana sendiri?
Tidak aneh. Seperti juga aturan berbusana di Makam Raja-Raja di Imogiri. Desa mawa cara, negara mawa tata.

Dalam soal seperti inilah toleransi berlaku. Di tengah masyarakat Nahdliyin yang menetapkan norma setempat, kita tidak boleh berlaku seenaknya.

Jadi, toleransi tidak hanya dicap di kaos, diteriakkan di jalanan, membakar lilin bareng-bareng atau berbagi tagar. Toleransi menuntut sikap dewasa dua belah pihak. Toleransi juga menuntut kita saling belajar sikap masing-masing, tradisi yang berbeda, cara-cara yang mungkin tidak sejalan dengan nilai yang berlaku universal. Itu namanya kearifan lokal. Jika semua pihak harus menerapkan cara yang sama, maka tak ada lagi kearifan lokal.

Mlangi itu memang sebuah dusun. Tetapi dengan belasan pondok pesantren disana dan jarak berdekatan, bisa dikatakan kawasan itu adalah pondok pesantren yang luas. Maka etika pesantren berlaku di dalamnya.

Jika Anda menerima sebuah video, foto atau entah apapun dan belum memahami konteksnya, jangan buru-buru disebar di media sosial. Cobalah tanya kanan-kiri,apa yang sebenarnya terjadi.

Tetapi yang paling penting, bersikaplah toleran. Saudara-saudara kita Nahdliyin ini umat yang toleran. Jangan sakiti mereka dengan komentar yang tidak mengenakkan.

Jangan selalu meminta orang lain bersikap toleran pada Anda, ketika Anda tidak mau bersikap toleran pada mereka. Toleransi itu seperti timbangan. Keduanya harus berbagi agar tidak timpang. (nurhadi sucahyo)
#mlangi #kampungsantri


  • [message]
    • [SUMBER BERITA Dan Judul Asli - Mari Kita Sama Sama Cross Check, Pada Dasarnya Situs Ini Hanyalah Mengambil Isi Tulisan Dari Link Dengan Judul Dibawah Ini - Terima Kasih]

COMMENTS

loading...
Loading...

BERITA LAINNYA$type=sticky$count=4$author=hide$readmore=hide

Name

Beritanya,4984,DAERAH,436,EKONOMI,431,INTERMEZO,505,INVESTIGASI,233,JAKARTA,394,Kejadian,489,KIRIMAN NETIZEN,178,KORUPSI,267,KRIINAL,1,KRIMINAL,833,OLAHRAGA,6,OPINI,787,PIALA DUNIA 2018,6,POLITIK,1929,TEKNOLOGI,5,TERORIS,187,VIRAL,2469,WORLD,206,
ltr
item
RAKYAT SOSMED: Ada Video Persekusi Lari Marathon Di Mlagi, Ini Klarifikasi Dari Warga Setempat
Ada Video Persekusi Lari Marathon Di Mlagi, Ini Klarifikasi Dari Warga Setempat
Persekusi dikabarkan terjadi pada peserta lomba lari di Mlangi, Nogotirto, Gamping, Sleman, DI Yogyakarta.Kabar yang beredar di media sosial menyebutkan bahwa penyebab warga geram yakni peserta tak berpakaian tertutup.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgXWW3eGMibLe2gDYbZz4XSCcaNnlVbULRvqEPu9GNfTJbLN0ciy18Log1GkB2_OWYsauSeHQ7eCfdqTtA1CC9Ij5U-2roaABR3dQRql410fMejdqHrHJu1cJFj0uZpdMnDNZ7ZSoIxVas/s640/Demi+Anak+Generasi+%2528+DAG+%2529_5.MP4_snapshot_00-horz.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgXWW3eGMibLe2gDYbZz4XSCcaNnlVbULRvqEPu9GNfTJbLN0ciy18Log1GkB2_OWYsauSeHQ7eCfdqTtA1CC9Ij5U-2roaABR3dQRql410fMejdqHrHJu1cJFj0uZpdMnDNZ7ZSoIxVas/s72-c/Demi+Anak+Generasi+%2528+DAG+%2529_5.MP4_snapshot_00-horz.jpg
RAKYAT SOSMED
https://suarasosmedinfo.blogspot.com/2018/05/ada-video-persekusi-lari-marathon-di.html
https://suarasosmedinfo.blogspot.com/
https://suarasosmedinfo.blogspot.com/
https://suarasosmedinfo.blogspot.com/2018/05/ada-video-persekusi-lari-marathon-di.html
true
987615840204520119
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy