Barusan beberapa hari lalu rumah tapak DP 0 Anies dibantai Bu Tuty Kusumawaty Kepala Bappeda DKI. Dia mengatakan untuk melupakan rumah tapak. Eh datang kabar buruk sekaligus kabar gembira dari Pak Kadis Perumahan. Burukny adalah rumah susun Aniesp pun tak akan dibangun Pemprov. Sadis, mampus dah Anies.
RAKYAT SOSMED - Barusan beberapa hari lalu rumah tapak DP 0 Anies dibantai Bu Tuty Kusumawaty Kepala Bappeda DKI. Dia mengatakan untuk melupakan rumah tapak. Eh datang kabar buruk sekaligus kabar gembira dari Pak Kadis Perumahan. Burukny adalah rumah susun Aniesp pun tak akan dibangun Pemprov. Sadis, mampus dah Anies.
Bu Tuty Kusumawaty sebelumnya sudah membantai, mencoret dan menenggelamkan program rumah tapak DP 0 Anies dengan mengatakan bahwa rumah tapak itu tak mungkin. Lihat Bu Tuty Tampar Anies: Tak Mungkin Rumah Tapak Dibangun Di Jakarta, https://seword.com/politik/bu-tuty-tampar-anies-tak-mungkin-rumah-tapak-dibangun-di-jakarta-rkyhQJcoM
"Kalau untuk Jakarta, kita lupakan landed (tapak). Jakarta kita konsep rusun. Karena landed harganya Rp 140 juta tidak mungkin ada di Jakarta. Rusun Rp 350 juta rata-rata," kata Tuty, Senin, seperti dilansir Kompas . Nah kali ini satu lagi pejabat Pemprov yang menganulir kebijakan Anies. Anies mingkem dan takluk, haha.
Makjleb, mantep itulah gebrakan dari Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta Agustino Darmawan. Dia menyatakan bahwa rusun dengan DP Rp 0 yang jadi janji Gubernur Anies Baswedan saat kampanye Pilkada DKI 2017 tak akan dibangun pihaknya.
Ia mengatakan pihaknya tak bisa membangun rusun dengan dana dari APBD untuk kemudian dijual kepada warga. Jadi? Balik ke rusunawa Ahok. Nah, baguslah. Para pejabat DKI era Ahok masih eksis dan mempreteli serta menganulir habis program impian dan fantastis dari Anies.Koplak.
Ibaratnya Ahok mau ngomong saat ini depan batang hidung Anies, 'Betul kan kata saya," meminjam istilah populer dari Hans Sebastian, haha.
"Nggak bisa kami bangun rusunami (rumah susun sederhana milik), makanya kami bangun rusunawa (rumah susun sederhana sewa) aja. Kalau yang untuk dijual itu bisanya lewat BUMD," kata Agustino di Balai Kota, Rabu (11/4/2018), lihat "DKI Bangun Rusunawa karena Tak Bisa Bangun Rusunami", https://megapolitan.kompas.com/read/2018/04/11/20224901/dki-bangun-rusunawa-karena-tak-bisa-bangun-rusunami.
Dalam draf Raperda RPJMD 2017-2022, Pemprov DKI Jakarta akan membangun 14.564 unit rusunawa selama lima tahun ke depan. Targetnya adalah agi masyarakat berpenghasilan di bawah Rp 4 juta per bulan,
Sedangkan untuk rusunami DP Rp 0, ada 9.772 unit rusunami yang akan dibangun BUMD bagi warga dengan penghasilan Rp 4-7 juta. Sebagian besar rusunami diharapkan bisa dipenuhi swasta.
Makin jelas, bahwa janji-janji manis Anies itu semuanya bukan hanya meleset tapi berubah total. Warga yang berharap rumah tapak jadi rusunami. Lalu masyarakat berpenghasilan rendah akhirnya kembali pada program rusunawa ala Ahok.
Pada akhirnya semua akan Ahok pada waktunya. Program rusunawa Ahok ini adalah program yang lebih rasional dan sanggup dijangkau oleh warga Jakarta yang tidak mampu. Program rusunawa yang dulu dihina Anies habis-habisan, malah dilanjutkan oleh Kadis Perumahan.
Anies dulunya mengatakan bahwa warga Jakarta harus memiliki rumah, bukan menyewa, kata Anies dengan arogannya. Merendahkan program rusunawa Ahok tapi akhirnya Anies ditekuk habis dan akhirnya mingkem dengan santun. Mampus.
Gimana nih pendukung Anies, masihkah Anies memenuhi janjinya soal rumah tapak atau rumah DP nol? Jadi ya lupakan semua janji Anies. Sambutlah dan terimalah rusunawa yang menjadi program Ahok.
Program Ahok terus lestari dan berjaya di DKI. Program rumah Anies tak ada wujudnya secuilpun. Soal rumah susun DP 0 yang dibangun di Pondok Kelapa toh bukan rumah tapak dan DP-nya pun hanya pinjaman. Jadi program akal-akalan doang.
Para pejabat DKI baik Bu Tuty dan Pak Agustino adalah pejabat dari era Ahok yang akhirnya menguak dan membongkar habis rumah tapak DP nol sampai tak bersisa sedikitpun. Jangankan rencana fondasi rumah tapak, rencana program itu sudah kebongkar dantergusur ke Teluk Jakarta.
Dua pejabat Ahok ini adalah andalan Ahok dan kini menjadi andalan Anies. Apakah berani Anies memecatnya? Pasti tak akan berani. Anies harus mengakui profesionalitas kedua pejabat ini yang sudah digembleng oleh Ahok dan sudah teruji. Mau diganti makin hancurlah Pemprov. Anies tahu diri, haha.
Mau ganti dengan Tim TGUPP apalagi. Tium TGUPP ternyata sampah, tak ada gunanya. Semuanya balik lagi yang mengkaji, merencanakan dan mengeksekusi adalah pejabat-pejabat Ahoks semua.
Jadi makin terkuak pejabat TGUPP itu hanya bisa melongo dan tak bisa melawan atau menyamai prestasi dan kinerja pejabat Ahok. Jadi balik lagi ke era Ahok saat ini. Ahok tak memerintah tapi pejabat Ahok memerintah Anies dan rakyat DKI.
Suka dengan gaya Bu Tuty dan Pak Agustino yang persis menikuti gaya Ahok. Lugas, tegas tanpa basa-basi dan beretorika seperti atasannya saat ini. Mirip dengan Ahok, bosnya yang dulu dan mereka berjaya mengembalikan program Ahok.
Bangga dengan Bu Tuty dan Pak Agustino yang masih mewarisi kepemimpinan dan kebijakan Ahok. Mereka makin bersinar dalam kepemimpinan Anies yang amburadul saat ini. Sinar mereka makin menenggelamkan pamor dan omong besarnya Anies.
Terima kasih Pak Agustino dan Bu Tuty, dengan pencerahan dan program Pemprov DKI zaman now yang memberi kejelasan soal hadirnya rusunawa Ahok. Kami lebih percaya sama pejabat seperti Anda berdua yang adalah yang berintegritas dan sudah teruji. Sukses terus kami terus mendukung Anda Bu Tuty dan Pak Agustino.
- [message]
- [SUMBER BERITA Dan Judul Asli - Mari Kita Sama Sama Cross Check, Pada Dasarnya Situs Ini Hanyalah Mengambil Isi Tulisan Dari Link Dengan Judul Dibawah Ini - Terima Kasih]
- [Judul Asli ► Sumber Berita]

COMMENTS